Mengejar Cinta Gadis Cupu

Mengejar Cinta Gadis Cupu
Episode 24


__ADS_3

Tidak terasa waktu cepat berlalu, dan sekarang sudah waktunya pulang sekolah.


Dan seperti yang dikatakan oleh Alan tadi pagi, Sean langsung menuju ke kantor ayahnya untuk menemui bos dari ayahnya itu.


Tanpa menunggu lama lagi, setelah sampai di depan ruangan CEO, Sean langsung mengetuk pintu, setelah mendapat sahutan dari dalam, Sean langsung masuk secara perlahan.


" Selamat siang Pak " salam Sean setelah masuk kedalam ruangan itu.


' Oh Nak Sean, silahkan masuk Nak, ayo silahkan duduk " Sahu Dirga yang memang sudah menunggu putra asisten pribadinya itu datang.


" Terimakasih Pak " kata Sean yang langsung duduk di hadapan Dirga.


Tanpa basa-basi lagi Dirga langsung mengutarakan tujuannya meminta Sean untuk menemuinya.


" Begini Nak, saya sengaja meminta mu kesini karena ingin bicara sekaligus meminta tolong padamu, apa kamu mau membantu saya " kata Dirga.


" Minta tolong, memangnya apa yang bisa saya bantu pak ?" tanya Sean yang masih tidak mengerti.

__ADS_1


" Begini Nak, kemarin kamu melakukan hal yang sangat bagus pada saat keadaan genting. Nah dari situ saya berpikir kamu bisa di andalkan untuk menjaga putri saya. " kata Dirga menjeda ucapannya.


mendengar itu Sean hanya mengangguk sambil mendengarkan apa yang ingin di sampaikan selanjutnya.


" Jadi, saya berpikir untuk meminta mu menjaga putri saya, kamu masih bisa sekolah seperti biasa, hanya saja saya mempercayakan putri saya padamu dan menjadikan kamu sebagai pengawal bayangannya, apa kamu bersedia membantu saya untuk hal ini " kata Dirga penuh harap, meskipun putrinya mahir bela diri dan bisa menjaga dirinya sendiri, tetap saja seorang ayah akan tetap mengkhawatirkan, dan akan selalu berusaha untuk melindungi dan menjaga putrinya. Dan hanya dengan cara seperti ini Dirga melakukannya.


Mendengar itu Sean mengerti.


" Baiklah Pak saya tidak keberatan, saya bersedia menjadi pengawal bayangan untuk putri bapak, dan kalau ada apa-apa saya akan langsung lapor pada bapak " kata Sean tanpa ragu, karena bagi Sean ini adalah kesempatan untuk mendekati gadis pujaan hatinya itu.


" Terimakasih Nak Sean, meskipun Flo bisa menjaga dirinya sendiri, tetap saja saya merasa khawatir, tapi karena ada kamu dan kamu sudah bersedia menjaga dan mengawal putri saya, saya bisa tenang sekarang. " kata Dirga yang merasa lega sekarang.


" Terimakasih banyak nak, kamu memang baik sama seperti ayahmu. " kata Dirga yang sangat senang Sean mau membantunya.


" Sama - sama Pak, apa ada lagi yang bisa saya bantu pak " tanya Sean.


" Tidak ada lagi nak, saya hanya meminta tolong untuk hal itu. " sahut Dirga

__ADS_1


" Baiklah kalau sudah tidak ada hal lagi, saya permisi Pak " kata Sean


" Iya Nak silahkan, terimakasih sudah mau repot menemui saya disini, dan besar harapan saya untuk hal tadi pada kamu " kata Dirga


" Siap laksanakan Pak, terimakasih juga sudah mempercayai saya, kalau begitu saya pamit pulang pak, takut mengganggu bapak kalau terlalu lama di sini, saya pamit pak permisi " pamit Sean dan langsung berdiri sambil berjabat tangan pada orang yang baru saja menjadi bosnya itu.


" Hmm... terimakasih sekali lagi nak " sahut Dirga dan langsung di anggukan Sean sebelum keluar dari ruangan itu.


Setelah keluar dari ruangan itu Sean langsung keluar dari perusahaan tempat ayahnya bekerja, dan siapa sangka sekarang ia juga bekerja meskipun sebagian pengawal bayangan, dan itu sungguh menjadi kebanggaan tersendiri untuk Sean yang masih remaja itu.


*********


Sedangkan di tempat lain, kedua gadis remaja itu sedang berada di rumah Nisa untuk membereskan kekacauan akibat masalah yang menimpa mereka kemarin.


" Jadi rumah ini peninggalan ibumu Nis ?" tanya Flo di sela kegiatannya membersihkan ruangan yang berantakan itu.


" Benar Flo, dan sudah lama aku tidak punya hak untuk memiliki semua ini. Tapi sekarang aku sangat bahagia karena bisa memilikinya kembali, hanya rumah ini, harta warisan orang tua ku satu - satunya. " kata Nisa di sela pekerjaannya juga yang membersihkan tempat itu.

__ADS_1


Mendengar itu Flo mengangguk, lalu kembali melanjutkan pekerjaannya membantu temannya itu membersihkan rumahnya.


__ADS_2