
Waktu istirahat tiba, semua siswa pergi ke kantin sekolah untuk mengisi perut mereka, begitu juga dengan Flo dan Nisa yang bersiap keluar dari kelasnya.
" Jadi tadi orang tua mu Flo, seharusnya aku tidak pantas berteman dengan mu Flo, aku hanya anak biasa dan tidak mampu " kata Nisa sambil tertunduk di hadapan Flo.
" Hey kenapa bicara seperti itu, aku tidak pernah memilih untuk berteman dengan siapapun, aku nyaman berteman dengan mu tidak perduli kamu berasal dari keluarga tidak mampu, jadi jangan merasa seperti itu lagi ya " kata Flo.
" Jadi kamu tidak malu berteman dengan ku yang miskin ini Flo. " kata Nisa lagi memastikan.
" Untuk apa malu, kamu adalah teman pertama ku di sekolah ini, jadi aku tidak perduli latar belakang mu, selama kamu masih mau berteman dengan ku, aku tidak apa-apa " Sahut Flo dengan santai.
" Terimakasih Flo, terimakasih banyak " kata Nisa dengan mata yang sudah berkaca-kaca merasakan ketulusan Flo berteman dengannya.
Karena selama ini tidak ada yang mau berteman dengannya hanya karena ia berasal dari keluarga yang tidak mampu.
__ADS_1
Dan sekarang Nisa sangat bahagia bisa berteman dengan Flo karena Flo tulus tidak memandang Nisa yang berasal dari keluarga tidak mampu.
" Ya sudah yu kita ke kantin, aku sudah lapar. " ajak Flo yang berdiri lebih dulu dari tempat duduknya.
" Kamu saja Flo, aku mau ke taman saja " sahut Nisa yang sebenarnya tidak berani pergi ke kantin karena Nisa sadar diri bahwa ia tidak pantas untuk berada di kantin itu.
" Tidak bisa begitu dong, kita kan sekarang berteman, jadi aku tidak jadi ke kantin deh ikut kamu saja " kata Flo sambil merangkul pundak Nisa.
" Ada apa niss, apa aku sudah menyakitimu ?" tanya Flo yang begitu sangat terkejut setelah mendengar jeritan pelan temannya itu.
" Eh tidak Flo, aku tidak apa-apa, aku hanya terkejut saja kamu tiba-tiba merangkul ku " sahut Nisa bohong dan kebohongan Nisa yang jelas terlihat di matanya oleh Flo.
Tapi Flo tidak mau menanyakannya nanti setelah mereka sampai di taman baru Flo berniat menanyakan apa yang menggangu pikirannya setiap melihat temannya itu.
__ADS_1
Kemudian mereka berdua langsung keluar kelas dan menuju taman belakang sekolah untuk beristirahat sebelum memasuki pelajaran selanjutnya.
Sedangkan kepala sekolah tadi kembali tak sadarkan diri dan langsung di larikan ke rumah sakit karena kembali syok setelah sadar dan mendapati dirinya yang sudah di pecat dari sekolah itu dan putranya juga langsung di keluarkan dari sekolah karena sudah menyuruh temannya untuk memukuli Flo kemarin.
Tapi sebelum Flo dan Nisa sampai di taman belakang sekolah, Sean sudah lebih dulu berada di sana dan duduk sendiri di bangku taman yang ada di pojok taman itu.
" Huuh... Ternyata kamu lebih dari yang ku kira selama ini, ku kira akan dengan mudah untuk mendapatkan mu, tapi setelah mengetahui siapa dirimu sebenarnya, aku jadi tidak berani berharap, rasanya aku tidak pantas mempunyai rasa untuk mu, karena siapalah aku ini, hanya siswa yang masih bergantung pada orang tua. " kata Sean yang begitu sangat galau dengan perasaannya.
" Tapi sungguh aku tidak bisa menyembunyikan perasaan ku ini, huuuh... aku harus bagaimana... " gumam Sean lagi yang masih dengan galaunya.
Tanpa Sean sadari tidak jauh darinya duduklah kedua perempuan di taman ini dan salah satunya orang yang Sean maksud .
"
__ADS_1