
Sambil berjalan beriringan Denis dan Luna keluar dari sekolah itu, sedangkan Dito mengikuti mereka dari belakang.
Sesampainya di rumah sakit, mereka langsung menuju keruang rawat Sheila.
" Permisi... Salam mereka bertiga dengan perlahan masuk ke dalam ruangan itu.
" Silahkan, eh kalian ayo sini masuk. " sahut wanita paru baya ibunya Sheila yang duduk di bangku putrinya.
" Terimakasih Bu, syukurlah kamu sudah sadar shel... " Kata Luna yang langsung menghampiri temanya yang duduk di atas ranjang itu.
" Syukurlah kamu sudah sadar, bagaimana keadaan kamu sekarang ?" tanya Dito yang terlihat paling lega di antara mereka bertiga yang baru datang itu.
Tanpa menunggu lama lagi Luna dan mereka berdua langsung menghampiri Shela bahkan Luna langsung memeluk temannya itu.
" Aku sudah baik - baik saja kak, terimakasih sudah menolongku " kata gadis yang masih berpenampilan cupu itu.
" Iya nak, terimakasih sudah menolong putri kami " kata ibunya Sheila juga.
" Sama - sama, kami juga senang bisa membantu " sahut Dito yang juga di anggukan Denis.
Mereka pun langsung berbincang-bincang, serta Luna juga menceritakan tentang ke empat gadis yang sudah membully mereka itu sudah di urus pihak berwajib.
__ADS_1
Setelah cukup lama mereka menjenguk Sheila, si kembar berpamitan dan langsung pulang lebih dulu, sedangkan Luna masih menemani temannya disitu.
***
Tidak terasa sebulan sudah setelah kejadian penangkapan geng ratu bully di sekolah mereka itu, semua kembali seperti semula Sheila pun sudah kembali ke sekolah lagi.
Sedangkan para gadis pembully itu langsung di beri hukuman di penjara enam bulan dan langsung di keluarkan dari sekolah itu.
Dulu tidak ada yang berani melawan mereka karena keluarga mereka memiliki jabatan tinggi di setiap perusahaan.
Tapi semua itu tidak sebanding dengan keluarga si kembar yang bukan hanya dari orang tua, tapi juga dari nenek mereka yang jauh lebih berkuasanya dari keluarga mereka.
Sehingga keluarga mereka tidak dapat berbuat apa-apa, ketika ke empat gadis remaja itu di hukum atas perbuatannya.
Dan mereka berempat sudah sepakat, mereka hanya akan menjadi teman dekat dan sahabat selama masih sekolah.
Sampai mereka berempat sukses dan mencapai cita-cita mereka masing-masing, baru mereka melanjutkan hubungan mereka yang bersahabat menjadi lebih serius lagi.
Orang tua mereka sangat bangga kepada mereka berempat, yang lebih mengutamakan pendidikan dan mencapai kesuksesan terlebih dahulu.
Dan benar saja setelah beberapa tahun kemudian, akhirnya mereka berempat lulus perguruan tinggi dengan nilai terbaik, dan itu sungguh membuat orang tua mereka berempat sangat bangga terhadap mereka.
__ADS_1
Dirga dan Naya sangat bangga sekali terhadap anak kembar mereka itu, tanpa menunggu lama lagi Dirga langsung mewariskan perusahaannya kepada Dito untuk menggantikan dirinya menjadi CEO di perusahaan Batara Grup.
Begitu juga dengan Naya yang langsung mewariskan perusahaannya pada Denis untuk mewarisi perusahaan Britama company yang sudah di jalankannya semenjak menggantikan Nadiya.
Nadiya sangat tidak keberatan, karena mereka adalah keturunannya dan memang pantas mewarisi semua harta peninggalan suaminya itu.
Dan jadilah si kembar Dito dan Denise yang menjadi pemilik kedua perusahaan itu dengan menjadi CEO di sana.
Sedangkan Flo bersama suaminya Sean membangun perusahaan sendiri yang tak kalah besarnya dari kedua perusahaan itu, karena di bantu Dan di dukung oleh kedua perusahaan besar itu sehingga membuat perusahaan yang Sean dan Flo bangun sudah menjadi sangat besar dan menjadi perusahaan terbesar nomor tiga setengah kedua perusahaan milik si kembar itu.
Dan hari ini adalah hari yang paling membahagiakan bagi mereka semua karena hari ini status si kembar dan kedua gadis cupu itu dulu, sudah berubah yang tadinya hanya bersahabat sekarang sudah resmi sebagai pasangan suami istri, yang sah Dimata hukum dan agama.
Karena sekarang adalah hari bahagia mereka berempat yang mengadakan pernikahan di sebuah hotel bintang lima milik keluarga Dirgantara, dan di sini Nadiya lah yang paling bahagia karena di usianya yang sudah tua masih bisa menyaksikan kebahagiaan cucu - cucunya, dan hidup bahagia dengan keluarga mereka masing - masing.
Setelah acara selesai, semua anggota keluarga sudah beristirahat di kamar masing-masing, yang sudah di sediakan oleh pihak hotel untuk keluarga mempelai pengantin.
Dan sekarang disinilah Nadiya berada di sebuah kamar hotel yang sangat mewah dan hanya ia sendiri berada di kamar itu.
" Terimakasih ya tuhan di penghujung usiaku aku bisa menyaksikan kebahagiaan seluruh keluarga ku, dan sekarang kapanpun engkau menjemput ku, aku ikhlas karena tanggung jawab ku sekarang sudah tidak ada lagi, aku sudah bebas dan siap kapanpun menghadap mu, ya Robb. Terimakasih untuk anugrah hidup terindah di penghujung usiaku ini, terimakasih tuhan... " kata Nadiya yang sangat bahagia, sambil memandang ke arah jendela kaca yang memperlihatkan permandangan kota malam hari.
TAMAT.
__ADS_1
π Terimakasih semuanya sudah berkenan mampir untuk membaca novel author ini, terimakasih banyak atau dukungannya, sampai jumpa di novel author yang lainnya, terimakasih banyak teman-temanπ
π Dan maaf kalau ada salah kata dan penulisan yang salah, terimakasih teman - teman ππ₯°