
Dan saat Rosa dan teman - temannya hendak kembali menganiaya tiba - tiba.
" Berhenti... " kata orang yang baru masuk, dan itu sungguh membuat satu kelas sangat terkejut, tak Terkecuali Luna dan para gadis yang membulyynya itu.
" Pak guru... " kata Rosa yang menghilangkan keterkejutannya lalu menatap beberapa orang yang ikut masuk bersama pak guru itu.
Begitu juga dengan ketiga temannya yang sudah sadar dari keterkejutannya, tapi tangan Eka masih mencengkeram baju Luna.
" Silahkan Pak, mereka berempat lah orangnya atas penganiyaan siswi yang bernama Shella, dan sekarang anda bisa melihat sendiri apa yang mereka lakukan lagi terhadap siswi ini, maka dari itu saya sebagai wali kelas mempersilahkan Bapak - bapak semua melakukan tugasnya. " kata pak guru itu dengan ramahnya
" Terimakasih pak, kalau begitu kami langsung saja mengurusnya, agar semuanya segera di proses. Kalian cepat amankan ke empat siswi itu " kata salah satu dari orang itu.
Beberapa orang lainnya mengangguk dan langsung memborgol ke empat siswi itu.
" Apa - apa an ini pak, siapa kalian Kenapa kalian memborgol kami sembarang, hey... lepaskan " kata Luna yang terus memberontak melawan.
" Saya rasa kami tidak perlu menjelaskannya di sini, ikut kami ke kantor polisi di sana baru kami jelaskan " kata salah satu polisi itu dan langsung keluar dari kelas itu.
Kemudian di susul oleh beberapa orang tadi sambil membawa ke empat siswi itu.
__ADS_1
" Lepaskan kami, siapa kalian beraninya membawa kami awas saja kalian, lepaskan... " jerit Eka dan yang lainnya yang terus memberontak saat di borgol dan di giring keluar dari kelas itu.
Pak guru juga ikut keluar mengantarkan mereka semua.
" Apa tadi para anggota polisi " kata salah satu murid yang duduk paling dengan.
" Benar sekali, lihat saja mereka berempat langsung di borgol, siapa lagi kalau bukan polisi yang melakukan itu " sahut siswa yang lainnya.
" Syukurlah, lebih baik seperti itu, biar mereka merasakan akibatnya karena sudah semena - mena pada kita. " kata siswa yang lainnya juga.
Mereka semua mengangguk dan setuju dengan itu, mereka terutama Luna sangat lega karena mereka berempat langsung di atasi oleh pihak berwajib dan pihak sekolah.
Dan kali ini tidak, semuanya langsung di atasi, semua siswa dan siswi juga banyak yang bertanya-tanya kenapa baru sekarang di atasi masalah pembullyan di sekolah sampai korbannya masuk rumah sakit dan sekarat baru pihak sekolah bertindak.
Setelah itu semua murid di sekolah itu tidak mempertanyakan lagi, mereka bersyukur tidak ada lagi yang bertindak semaunya dan tidak berperasaan seperti mereka, mereka bisa bersekolah dengan damai tanpa harus tertekan oleh orang yang kapan saja membully sebab ratu bully di sekolah itu sudah di atasi polisi.
Setelah pelajaran sekolah selesai, Luna langsung menghampiri si kembar.
" Kak bisa minta waktunya sebentar " kata Luna yang menghampiri Dito dan Denis di kelasnya
__ADS_1
" Oh kamu Luna, boleh ada apa " kata Denis yang menyahut, sedangkan Dito hanya mengangguk saja.
Luna sangat senang di perbolehkan, dengan hati - hati Luna mengutarakan maksud kedatangannya.
" Mm... begini kak, kalau boleh tahu, apa kakak yang sudah melaporkan Rosa dan gengnya ke polisi, karena tidak mungkin hanya pihak sekolah, soalnya kalau pihak sekolah kenapa tidak dari dulu melakukan semua ini kenapa baru sekarang " kata Luna di hadapan mereka berdua.
Mendengar yang di katakan Luna membuat Dito dan Denis menyunggingkan senyum sedikit.
" Kamu benar, kalau mereka bisa seenaknya saja di sekolah ini, kami juga bisa, makanya dari pada meresahkan dengan keberadaan mereka di sekolah, lebih baik di atasi saja langsung " kata Denis.
Sedangkan Dito hanya diam saja membiarkan Denis yang menyatakannya.
Luna mengangguk setuju, karena Luna tahu siapa si kembar dan keluarganya, tidak ada yang tidak mengenal keluarga si kembar karena keluarga mereka orang paling kaya di kota itu.
" Baiklah saya mengerti kak, terimakasih atas waktunya, kalau begitu saya permisi dulu. " kata Luna yang sudah tidak heran lagi.
Dito hanya mengangguk, sedangkan Denis langsung berdiri menghampiri Luna.
" Sama - sama, oh ya kami mau ke rumah sakit menjenguk Sheila, apa kamu mau ikut " ajak Denis yang keluar mengikuti Luna.
__ADS_1
Sedangkan Dito hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan saudara kembarnya itu.