
Sekarang Flo bisa masuk dengan tenang ke dalam kampus itu, tapi baru masuk beberapa langkah Flo berhenti dan berbalik melihat ke arah mereka dengan tatapan matanya, sehingga membuat mereka berempat semakin takut.
" Ku peringatkan pada kalian, jangan pernah mengusik ku, kalau tidak kalian akan mendapat yang lebih parah lagi dari ini, kalian mengerti... " kata Flo yang menatap tajam kearah mereka berempat.
Mereka berempat langsung mengangguk karena tidak berani berbicara dan menatap Flo lagi.
Setelah mengatakan itu Flo langsung berlalu begitu saja dari mereka dan langsung menuju parkiran memarkirkan sepedanya di tempatnya.
Tapi sebelum Flo meninggalkan sepeda kesayangannya di parkiran, Flo kembali menatap ke arah mereka berempat sambil memberi isyarat, dengan tangani yang seperti menggores ke leher.
Dengan artian jangan pernah menyentuh sepeda ku, kalau sedikit saja sepedanya di apakan mereka maka bersiaplah menerima akibatnya, kata isyarat Flo pada mereka berempat.
Mereka yang mengerti pun mengangguk bersamaan karena takut dengan ancaman Flo.
__ADS_1
Setelah itu Flo langsung masuk ke dalam kampus dengan santainya menuju ke ruangannya karena jam mata pelajarannya akan di mulai.
Tanpa Flo sadari ada seseorang yang mengikuti Flo dari ia masuk ke dalam sekolah tadi sampai sekarang sudah hampir sampai di depan ruangannya.
Dan ketika akan masuk baru Flo menyadarinya dan langsung berbalik ke belakang melihat siapa yang sudah berani mengikutinya.
" Astaga kak Sean... kok kakak ada di sini ?" tanya Flo setelah mengetahui siapa yang mengikutinya itu.
" Yah ketahuan deh, padahal aku hendak mengejutkan mu tadi Flo, ia aku berada di sini sekarang karena mulai hari ini aku juga kuliah di kampus ini " Sahut Sean dengan senangnya karena sudah bertemu dengan sangat pujaan hati.
" Lalu bagaimana dengan Nisa disana kak, Nisa sendiri sekarang, kenapa tidak sekalian di ajak pulang saja " kata Flo lagi yang masih terkejut dan sedikit kesal karena sahabatnya sendiri di negara orang.
" Sudah Flo, tapi Nisa tetap bersikeras untuk melanjutkan kuliahnya di sana, terus aku bisa apa " Sahu Sean dengan santainya dan langsung masuk ke dalam ruangan itu lebih dulu.
__ADS_1
mendengar itu Flo langsung ternganga, ia bahkan masih tidak terima rasanya Sean meninggalkan Nisa di sana sendirian dan langsung menghampiri Sean yang sudah duduk di kursinya di depan kursi Flo.
Flo memanyunkan bibirnya dan duduk di belakang Sean dengan membuang nafas beratnya karena masih sedikit kesal.
" Kamu ini sahabat datang bukannya dengan senang malah kesal seperti itu, keterlaluan... " gumam Sean pelan menghadap ke arah samping, dan masih bisa di dengar Flo sekarang jelasnya.
" Kakak yang keterlaluan, teganya meninggal Nisa sendirian di sana, sahabat macam apa " balas Flo yang juga dengan bergumam, dan masih terdengar oleh oleh Sean dan di cuekin Sean saja lagi karena malas berdebat dengan sahabatnya ini.
Setelah pelajaran selesai mereka langsung pergi ke kantin yang ada di kampus itu, begitu juga dengan Flo dan Sean.
" FLO... Flo... Udah dong cemberutnya, bukan salah ku kalau Nisa sendiri di sana, aku sudah mengajaknya ikut bersamaku pulang, tapi dia tidak mau dan bersikeras tetap melanjutkan sekolahnya di sana, aku bisa apa " kata Sean menjelaskan sambil mengikuti langkah Flo menuju kantin.
Karena Flo masih kesal dan tidak mau bicara pada Sean sehingga membuat Sean terpaksa berusaha membujuk agar sahabat sekaligus pujaan hatinya ini tidak merajuk.
__ADS_1
Sesampainya di kantin, dengan masih memanyunkan bibirnya karena masih malas bicara pada Sean, sedangkan Sean terus berusaha membujuk Flo, dan dari kejauhan ada seseorang yang memandang keduanya dengan perasaan yang sulit di tebak.