
" Kena, kamu tidak kuliah keluar negeri juga Flo, bukannya kamu juga mendapatkan beasiswa yang sama seperti Nisa ?" tanya Dirga yang sedikit heran dengan putrinya itu.
" FLO rasanya tidak sanggup pergi jauh dari kalian Pah, Makanya Flo mau melanjutkan kuliah di sini saja biar selalu bersama kalian " kata Flo sambil tertunduk.
" Sayang hey... kami tidak masalah kamu mau melanjutkan sekolah dimana pun, dan kami akan selalu mendukungmu, meskipun kamu melanjutkan ke luar negeri, tetap saja kami akan selalu bersama mu, jadi dimana pun Flo melanjutkannya kami akan selalu mendukung " kata Naya yang langsung memeluk sang putri karena Naya paling tidak bisa melihat putri sambungnya itu murung dan sedih.
" Makasih bunda, bunda selalu mengerti dengan perasaan Flo " gumam Flo dalam pelukan Naya, dan langsung mendapat usapan dari Naya di punggungnya.
Melihat itu Dirga langsung terdiam, dan langsung menyadari kalau putrinya begitu sangat perasa karena rasa trauma nya dulu makanya tidak bisa salah bicara sedikit maka akan langsung berimbas pada bekas traumanya dulu.
Melihat itu timbul rasa iri di hati Nisa saat melihat perhatian Naya terhadap Flo.
__ADS_1
" Beruntung sekali kamu Flo, kamu mendapatkan seseorang yang bisa menggantikan ibumu yang sudah tiada, berbeda dengan ku. " kata Nisa dalam hati yang timbul rasa nyeri menyaksikan kasih sayang yang di dapatkan Flo dari ibu sambungnya itu.
Setelah itu Nisa langsung mengalihkan pandangannya kearah lain, karena tidak kuat menahan rasa nyeri yang ada dalam hatinya saat ini akibat kedekatan Flo dan Naya.
Tidak bisa di pungkiri kalau Nisa juga ingin merasakan seperti apa yang Flo rasakan, bahkan sempat terbersit untuk merebut posisi Flo dalam keluarga itu.
Tapi segera di tepis Nisa karena ingat Flo lah yang sudah menyelamatkannya dulu dan membawanya masuk dalam keluarga ini, sehingga dengan sekuat tenaga Nisa menahan rasa nyeri dalam hatinya saat melihat kehangatan antara Flo dan ibu sambungnya itu.
Padahal sikap Naya yang sangat keibuan dan paling mengerti dengan perasaan orang lain itu, Naya tunjukkan bukan hanya pada Flo tapi juga pada setiap orang yang ada dalam keluarga itu termasuk Nisa karena sudah menjadi bagian dari keluarga mereka.
Nisa pun bangkit dari duduknya karena tidak kuat melihat pemandangan yang menyakitkan hatinya itu.
__ADS_1
" Mau kemana kamu sayang ?" tanya Naya yang juga di anggukan yang lainnya.
" Mau ke toilet sebentar bunda, kalian lanjutkan saja Nisa hanya sebentar. " Sahut Nisa sambil memaksakan senyuman di hadapan yang lainnya.
Mereka pun mengangguk mengiyakan, setelah itu Nisa langsung pergi menjauh dari keluarga yang selalu membuatnya kiri itu.
" Huuh... sakit sekali rasanya, ya tuhan kenapa engkau tidak memberikan ku juga seperti bunda Naya, aku sangat iri sekali pada Flo tuhan, tolong jaga hati dan perasaan ini, agar aku tidak berbuat yang tidak baik. huuh... " kata Nisa saat di kamar mandi sambil membasuh mukanya agar hatinya juga segar seperti muka yang ia rasakan dengan segar sekarang.
Setelah dirasa hatinya sudah membaik, Nisa langsung keluar dari kamar mandi itu lalu langsung keluar dari restoran itu tidak ikut bergabung lagi dengan keluarga sahabatnya itu.
" [ FLO, bilang sama yang lain aku pergi terlebih dahulu, karena ada urusan yang sangat penting, katakan pada mereka aku terburu-buru sampai tidak sempat untuk berpamitan pada kalian ya ] " Isi pesan wa yang Nisa kirim setelah berhasil keluar dari restoran itu.
__ADS_1
Setelah mengirim pesan itu, Nisa langsung menuju ke suatu tempat yang menenangkan hati dan pikirannya saat ini.
Biasanya orang akan sakit hati karena putus cinta, tapi tidak dengan Nisa, ia sakit hati karena merasa sangat iri dengan keberuntungan sahabatnya itu sendiri.