
Setelah gadis cupu itu di pindahkan ke ruang rawat, Dito dan Denise langsung menghampiri dan melihat kondisi gadis itu.
" Ini bagaimana, apa sebaiknya kita hubungi keluarganya ?" kata Denis sambil melihat keadaan gadis cupu yang masih belum sadarkan diri itu.
" Apa kau tahu siapa dan dimana keluarganya?" tanya Dito balik
Denise menggeleng karena tidak tahu siapa keluarga gadis itu.
" Ya sudah mau bagaimana lagi " kata Dito mengangkat bahunya sambil duduk di di kursi yang ada di ruangan itu.
Sementara Dito hanya diam saja, Denis langsung memikirkan cara untuk mengatasi hal ini, dan tak perlu lama Denis menemukan jalan keluarnya, karena Denis cepat tanggap dalam hal apapun.
Dengan segera Denis mengeluarkan ponselnya mencari nomor kontak yang akan ia hubungi.
" Mau menghubungi siapa kamu ?" tanya Dito yang heran melihat kembarannya ini.
" Ck... apa kau mau terus menunggu gadis itu, lebih baik kita kabari keluarganya biar mereka yang urus, aku mah ogah... " sahut Denis masih pokus pada ponselnya.
__ADS_1
" Bagaimana cara mengabari keluarganya ?" tanya Dito yang bingung tidak tahu harus bagaimana.
Tanpa menjawab pertanyaan Dito, Denis langsung menghubungi seseorang.
" [ Halo pak, saya mau mengabarkan kalau gadis yang bernama Sheila masuk rumah sakit, dan kalau boleh minta tolong, tolong hubungi keluarganya ya pak, karena kami tidak tahu bagaimana menghubungi keluarganya " kata Denis menghubungi seseorang.
Mendengar itu Dito mengerutkan keningnya mendengar perkataan Denis.
" [ Kami berada di rumah sakit Husada pak, sekali lagi terimakasih atas bantuannya pak, kami tunggu di sini, baiklah pak... " kata Denis lagi yang langsung mematikan ponselnya setelah selesai menghubungi seseorang.
" Aku menghubungi kepala sekolah, karena kepala sekolah pasti tahu siapa keluarga gadis itu, dan beliau pun bersedia membantu menghubungi keluarganya untuk mengabarkan semua ini. Dan tentang nama gadis itu bukankah pak guru memanggilnya Sheila saat di sekolah tadi. " jawab Denis dengan tenangnya karena itu memang benar adanya.
Mendengar itu Dito langsung menepuk jidatnya karena tidak terpikirkan hal itu.
" Bagus, kamu memang selalu bisa di andalkan dalam situasi genting seperti ini, baiklah kita tunggu keluarganya datang, dan jelaskan semuanya " kata Dito dengan santainya sambil menepuk pundak Denis.
Denis mengangguk lalu mereka berdua duduk di kursi yang ada di ruangan itu sambil menunggu keluarga gadis Cupu itu datang.
__ADS_1
***
Di tempat lain tepatnya di restoran mewah, saat ini ke empat gadis yang masih menggunakan seragam sekolah itu tertawa terbahak-bahak sambil memakan makanan.
" Hahahaha... rasakan dia, paling tidak untuk beberapa hari dia bisa beristirahat dengan tenang hahahaha... " kata salah satu gadis remaja itu siapa lagi kalau bukan Rosa dan teman - temannya.
" Benar - benar hahahaha... " kata Eka juga sambil tertawa saking puasnya.
" Tapi bagaimana kalau kedua cowok itu melaporkan kita ?" kata Ina yang khawatir teringat kedua pria yang menghentikan mereka tadi.
" Jangan pikirkan itu santai saja, lagian mana bisa mereka melaporkan kita, mereka tidak ada bukti, dan tentang gadis Cupu itu, tinggal kita bungkam saja dia kalau berani mengatakannya " kata Eren yang santai.
" kamu benar Ren, lagian siapa gadis cupu itu, berani melawan kita, rasakan sendiri akibatnya hm... " kata Rosa sambil tersenyum sinis, begitu juga dengan yang lainnya.
Mereka berempat merasa sangat senang setelah membully gadis cupu yang menurut mereka sangat tidak pantas satu sekolah dengan mereka karena penampilannya yang sederhana dan Cupu.
Dan bagi ke empat gadis remaja itu, hanya orang - orang mampu dan kaya yang boleh sekolah di situ, makanya yang tidak mampu masuk sekolah dan bersekolah di situ akan langsung di bully oleh ke empat gadis remaja ini.
__ADS_1