Mengejar Cinta Gadis Cupu

Mengejar Cinta Gadis Cupu
Episode 67


__ADS_3

Keesokan paginya, seperti biasa setelah selesai sarapan si kembar langsung pamit pergi ke sekolah, begitu juga dengan Naya dan Dirga yang juga pamit ke kantor masing-masing.


Hanya Nadiya saja lagi yang sendiri berada di rumah, karena semua anggota keluarganya pergi dengan aktivitas masing-masing.


Karena merasa bosan sendiri Nadiya langsung meluncur ke rumah cucunya yaitu Flo, yang saat ini sudah memiliki seorang putra yang baru berusia satu tahun.


Sedangkan si kembar, seperti biasa setelah sampai di sekolah, semua siswi langsung histeris menyambut kedatangan mereka berdua.


Si kembar pun tidak memperdulikannya, dan langsung berjalan menuju masuk ke dalam kelasnya.


Sesampainya di dalam Dito dan Denise kembali di kejutkan dengan pemandangan yang sangat mengejutkan mereka, sehingga menghentikan langkah mereka untuk menyaksikan dulu semua itu.


" Ampun... ampun kak, saya tidak sengaja kak, jangan rusak buku saya kak, saya mohon... kembalikan tas dan buku saya kak... " jerit seorang gadis yang di kelilingi ke empat wanita yang membully gadis cupu itu kemarin.


" Hahahaha... makanya kalau di suruh itu nurut, sudah ku bilang kerjakan semua PR kami, kamu malah membantah jadi rasakan ini hahahaha... " kata Rosa sambil mengangkat ke atas tas dan semua buku milik siswi itu.

__ADS_1


" Dasar kamu ya, orang miskin itu harus nurut sama kita, kalau tidak kami tidak akan segan - segan memberi pelajaran pada kamu, jadi rasakan ini... siapa suruh tidak mengerjakan semua PR kami hahahaha... rasakan... rasakan... " kata Eka yang langsung menjambak rambut gadis itu hingga terjengkal.


" Ampun kak, hiks hiks hiks... maaf kak aku lupa mengerjakannya, pekerjaan ku sangat banyak sehingga tidak sempat membuka buku pelajaran, makanya lupa mengerjakannya, bahkan PR ku saja tidak ku kerjakan, hiks hiks hiks... lepaskan kak... " kata siswi itu terus menjerit berharap ada yang menolongnya.


" Kami tidak perduli, yang jelas kamu sudah bersalah tidak mengerjakan semua PR yang kami suruh rasakan ini HMm..." kata Rosa yang juga kembali membullly siswi itu hingga Gadis itu terus menjerit kesakitan karena di bully empat orang yang terkenal dengan ratu bully itu.


" Hiks hiks hiks... ampun kak, hiks hiks hiks sakiiit kak...aw shiiiith... " jerit siswi itu lagi yang begitu sangat kesakitan.


Sedangkan siswa dan siswi yang lain hanya diam sja menyaksikan, karena mereka juga takut akan ikut di bully juga bila membantu gadis itu.


" Apa - apaan ini, dasar keterlaluan...." kata Denise yang langsung merebut tas serta buku yang di pakai mereka untuk mengerjai gadis itu.


" Kelakuan kalian seperti ini tak ubahnya seperti preman pasar, apa tujuan kalian sekolah hanya untuk menjadi preman HAH... " kata Dito juga yang tak kalah kesalnya menghadapi mereka.


Mereka berempat sangat terkejut, tapi hanya sebentar, mereka langsung menatap tajam ke arah Dito dan Denis bersamaan.

__ADS_1


" Jangan mengganggu kami, kalau tidak kakak akan tahu sendiri akibatnya. " kata Rosa yang kagum dengan kedua pemuda itu, tapi juga kesal karena ikut campur urusannya.


" Hmm... benar - benar seperti preman pasar kalian, minggir aku tidak takut dengan ancamanmu, dan asal kalian tahu, kalian lah yang akan menerima hukuman atas perbuatan kalian ini, tunggu saja..." kata Denis yang langsung memegang tangan gadis yang di bully itu lalu membawanya pergi dari tempat itu menjauh dari mereka semua.


Begitu juga dengan Dito yang melangkah lebih dulu meninggalkan mereka menuju kelasnya.


Sedangkan gadis yang di bully itu hanya menurut ketika di bawa pergi dari situ, ia sangat bersyukur ada orang yang membantu dan menolongnya dari kekejaman empat gadis itu .


Mereka berempat melihat itu langsung mengepalkan tangannya dengan wajah merah padam menahan amarahnya melihat ke arah si kembar yang membawa gadis itu.


" Kalian rasakan sendiri akibatnya nanti, awas kalian... " kata Rosa yang langsung di anggukan oleh ke tiga temannya itu sambil melihat kepergian si kembar dan gadis itu dari hadapannya.


Tanpa mereka sadari, si kembar mendengar itu langsung tersenyum sinis mendengar kekesalan mereka berempat terhadap mereka.


" Kalian yang akan merasakan akibatnya sebentar lagi hmm..." kata si kembar dalam hati sambil berlalu begitu saja melewati mereka semua.

__ADS_1


.


__ADS_2