
Berbeda dengan Flo yang mendapat dukungan dari keluarganya, Nisa teman baru Flo itu saat ini sedang menahan perih di sekujur tubuhnya karena habis di siksa ibu tirinya.
"Dasar anak tidak tahu diri, memangnya apa yang sudah kamu lakukan sampai orang tua harus di panggil ke sekolah HAH... Ingat ya anak tidak tahu diri, saya menyekolahkan kamu itu sungguh - sungguh, setidaknya belajarlah dengan sungguh-sungguh, jangan malah bikin malu orang tua seperti ini, dasar anak tidak tahu diri rasakan ini... " brasshh... brasshh... suara cambukan terdengar kencang di rumah itu.
" Hiks hiks hiks hiks... ampun Bu hiks hiks hiks... Maafkan Nisa yang sudah bikin malu ibu, ampun jangan pukul Nisa Bu hiks hiks hiks... " jerit Nisa yang sudah sangat merasakan kesakitan.
" Rasakan itu, saya tidak Sudi menghadiri panggilan dari sekolah itu, memalukan... Kamu hadapi saja sendiri, kalaupun kamu masuk penjara saya tidak akan perduli Hmm... " kata ibu tiri Nisa yang setelah puas menyiksa anak tirinya itu, ia langsung meninggalkan Nisa yang sendiri menahan rasa sakit.
" Hiks hiks hiks... Bunda hiks hiks hiks... sakit Bunda badan Nisa sakit semua bunda, hiks hiks hiks... Apa yang harus Nisa lakukan sekarang, Bunda Nisa rindu Bunda hiks hiks hiks... " jerit Nisa pelan sambil berusaha bangkit dan berangkat ke sekolah setelah merapikan penampilannya yang berantakan karena siksaan ibu tirinya barusan.
Ya begitulah kehidupan Nisa yang tidak seberuntung Flo, Nisa tinggal bersama ayah dan ibu tirinya, tapi sayangnya nasib Nisa kurang beruntung sehingga ia mendapat ibu sambung yang sangat kejam terhadapnya, bahkan tidak punya hati sama sekali.
__ADS_1
Berbeda dengan Flo mendapatkan ibu sambung yang begitu sangat menyayanginya, sedangkan Nisa yang setia hari bukannya kasih sayang yang ia dapat, tapi siksaan dan caci maki yang Nisa terima dari keluarganya, bahkan ayah kandungnya sendiri tidak perduli dengan keadaannya sekarang.
Dengan langkah tertatih Nisa berangkat ke sekolah, beruntung Flo yang masih menggunakan sepeda untuk pergi ke sekolah, sedangkan Nisa hanya jalan kaki, dan perjalanan Nisa menuju sekolah membutuhkan waktu tiga puluh menit baru sampai ke sekolahnya karena hanya dengan berjalan Kaki.
" Ya Tuhan kenapa nasibku jadi seperti ini, adakah kau sisakan sedikit kebahagiaan untuk ku, akankah aku bisa merasakan lagi kasih sayang dari orang tua hiks hiks hiks... " kata Flo dalam hati sambil berjalan menuju sekolahnya dan tanpa terasa air matanya terus menetes sepanjang perjalanan karena menahan rasa perih akibat cambukan dari ibu tirinya tadi, dan rasa sakit itu tidak sebanding dengan rasa sakit hatinya yang sekarang Nisa rasakan.
Tanpa Nisa ketahuan sedari tadi ada seseorang di belakangnya dan terus memanggilnya, tapi Nisa tidak mendengar karena sibuk dengan pikiran dan perasaannya sekarang.
" Hai Nis, kamu kenapa di panggil dari tadi tidak menyahut ?" tanya orang itu
" Kamu Flo, mengagetkan saja, aku hanya menikmati suasana pagi saja " jawab Nisa sambil menunduk karena tidak ingin temannya itu melihat matanya yang sembab.
__ADS_1
" Oh dikira kenapa, kamu hanya jalan kaki Nis?" tanya Flo sambil menunggangi sepedanya di samping Nisa berjalan.
" Iya Flo aku tidak punya sepeda sama seperti kamu, dan aku juga tidak punya uang untuk naik taksi makanya aku jalan kaki saja sekarang " sahut Nisa.
" Ya ampun kasihan sekali kamu, ya sudah yu naik sepeda dengan ku, biar kita cepat sampai, nanti kita telat lagi " kata Flo yang sudah berada di depan Nisa
Mendengar tawaran temannya itu, sejenak Nisa diam, tapi rasanya ia sudah tidak sanggup lagi untuk melanjutkan langkahnya karena perihnya bekas pukulan ibunya tadi.
" Baiklah kalau begitu, aku juga sangat capek sekali, aku ikut nebeng ya Flo " kata Nisa dai langsung di anggukan Flo.
Lalu mereka berdua pergi ke sekolah menggunakan sepeda Flo, Flo yang mengayuh sepedanya dan Nisa hanya duduk di belakang.
__ADS_1
Tidak terasa mereka berdua sudah sampai di depan sekolah, dan ketika mereka berdua hendak masuk tiba-tiba...?