Mengejar Cinta Gadis Cupu

Mengejar Cinta Gadis Cupu
Episode 11


__ADS_3

Tidak butuh waktu lama mereka hanya dalam waktu lima belas menit, pintu ruangan kepala sekolah dimana mereka semua masih berada di dalam pun di ketuk.


Tok tok tok...


" Masuk... " sahut mereka semua yang ada di dalam ruangan itu.


Pintu pun terbuka secara perlahan, dan masuklah pasangan suami istri yang begitu sangat mereka semua kenali.


" Pak Dirga, Bu Kanaya... " kata Alan, kepala sekolah serta orang tua para siswa itu, termasuk anak - anak mereka yang memang mengetahui siapa orang yang baru masuk itu.


" Tuan, nyonya, kenapa Anda berdua berada di sini " tanya Alan yang langsung menghampiri bosnya itu.


" Pak Dirga, Bu Kanaya, suatu kehormatan kedatangan anda ke sekolah kami hari ini, maaf kami tidak menyambut kedatangan anda berdua karena sibuk mengurus masalah kecil sekarang " kata kepala sekolah itu sambil menyalami pemilik sekolah itu.


" Pak Dirga, Bu Kanaya... " Kata orang tua para siswa itu karena mereka juga bekerja di bawah naungan perusahaan Dirga sehingga mereka begitu segan dan hormat melihat kedatangan bos mereka di sekolah itu.


Sedangkan para siswa yang berada di situ langsung di suruh orang tua mereka untuk bersalaman pada Dirga dan Naya sekarang.

__ADS_1


Naya dan Dirga pun menyambut sambutan mereka dengan biasa sambil tersenyum ramah pada mereka semua.


" Kalian bertiga cepat salaman pada pak Dirga dan Bu Kanaya, mereka berdua adalah pemilik sekolah ini, cepat... " kata kepala sekolah itu menyuruh Sean, Flo dan Nisa.


Mereka bertiga mengangguk, dan Sean yang pertama bersalaman pada Naya dan Dirga yang langsung di sambut hangat oleh Dirga dan Naya karena memang sudah tahu siapa Sean.


Kemudian Nisa yang bersalaman setelah Sean, dan sama di sambut hangat juga oleh Naya dan Dirga.


Terakhir Flo yang mendekat pada Naya dan Dirga.


" Pah Bun... " ucap Flo yang langsung menyalami kedua orang tuanya.


Alan dan Sean tak kalah terkejutnya, apalagi kepala sekolah dan anaknya itu, mereka mulai sesak nafas mendengar sebutan Flo pada tamu kehormatan mereka itu.


Sehingga Mereka semua terdiam tidak ada yang berkutik sama sekali melihat Flo berdiri di antara Naya dan Dirga.


" Baiklah tanpa basa basi lagi, untuk kalian semua, saya dan istri saya datang kesini karena di hubungi putri saya kalau kami di minta ke sekolah ini karena masalah pembullyan yang terjadi di sekolah ini. Dan sekarang kami sudah hadir di sini untuk menghadiri panggilan itu. " kata Dirga yang juga di anggukan Naya.

__ADS_1


Mendengar itu kepala sekolah dan putranya, serta para orang tua murid dan anak - anaknya sudah panas dingin mendengar penuturan Dirga sekarang.


Begitu juga dengan Alan, tapi tidak dengan Sean, ia malah tersenyum senang, melihat mereka semua yang tadinya sangat angkuh sekarang tidak bisa berkutik sama sekali.


" Dan sebagai pemilik sekolah ini, saya serta istri saya sangat menyayangkan semua ini terjadi di sekolah milik saya, apalagi yang menjadi korbannya adalah putri saya sendiri, ck ck ck... Saya sungguh kecewa dengan keadaan seperti ini, sudah sangat merusak citra sekolah ini, dan... " perkataan Dirga terhenti untuk melihat ekspresi mereka semua, yang saat ini sudah gemetar dan panas dingin mendengar perkataan Dirga yang terdengar sangat kesal dan marah.


" Dan yang paling saya tidak terima adalah, kepemimpinan kamu dan perlakuan kalian terhadap orang yang di anggap tidak mampu sungguh sangat tidak pantas untuk jadi teladan para siswa di sekolah ini, ck ck ck... saya sungguh kecewa sekali. " BRAAKH... kata Dirga lagi yang langsung menggebrak meja dan langsung duduk di kursi kepala sekolah itu saking marahnya setelah menunjuk mereka semua satu persatu.


Sedangkan Naya memeluk putri sambungnya itu dan membenarkan apa yang di katakan suaminya pada mereka semua.


Tanpa menunggu lama lagi mereka semua langsung bertunduk di hadapan Dirga Naya dan Flo sekarang.


" Maafkan kami pak, kami sungguh tidak tahu kalau gadis itu putri Anda, maafkan kami pak Dirga... " ucap orang tua para siswa itu beserta anak - anaknya.


" Maafkan saya tuan, nona muda, maaf kalau saya tidak mengenali nona muda dan berbicara serta membentak nona muda tadi, maafkan saya " kata Alan juga yang begitu merasa sangat bersalah karena semua ini terjadi.


Sedangkan kepala sekolah dan putranya itu tidak bisa berkata apa-apa lagi karena sudah merasa sesak nafas, panas dingin serta jantung mereka berdetak kencang setelah mendengar penuturan Dirga dan akhirnya.

__ADS_1


Buukkhh...


__ADS_2