
Sedangkan Dito langsung mendekati gadis cupu itu setelah mereka pergi.
" Kamu tidak apa-apa ?" tanya Dito yang khawatir pada gadis cupu itu.
" Ini semua gara - gara kalian, hmm... " kata gadis cupu itu begitu kesalnya dan langsung pergi meninggalkan mereka berdua.
Dito dan Denis melongo mendengar jawaban dari perempuan itu, dan hanya melihat kepergian gadis cupu itu sampai tidak terlihat lagi.
" Apa dia waras... ?" tanya Denis yang tidak habis pikir dengan perkataan gadis cupu itu tadi.
" Entahlah... yang jelas dasar tidak tahu terimakasih... Ya sudah ayo kita kembali " kata Dito yang kembali kesal mendengar jawaban gadis cupu itu.
Tanpa menunggu lama lagi mereka berdua langsung pergi meninggalkan tempat itu dan kembali ke kelas mereka.
Setelah sampai di kelas, yang pertama kali Dito lihat adalah gadis cupu itu, dan gadis cupu itu langsung membuang muka setelah melihat kedatangan si kembar itu.
" Ck... menyebalkan " gumam Dito yang masih di dengar oleh Denis saat mereka berjalan menuju kursinya.
Sedangkan Denis hanya geleng-geleng kepala mendengarnya.
Setelah sampai di kursi, keduanya langsung duduk dan gadis cupu itu langsung menunduk tidak ingin melihat mereka berdua.
Si kembar pun tidak memperdulikannya, sedangkan gadis cupu itu diam - diam masih meringis menahan rasa sakit pada tubuhnya akibat di bully tadi dan sebelumnya.
__ADS_1
Tidak terasa pelajaran selesai dan semua murid langsung keluar dari sekolah itu dengan girangnya.
Si kembar juga langsung pergi meninggalkan kelas itu, dalam perjalanan pulang tak sengaja si kembar melihat orang yang seperti mereka kenali.
" Ck... Dia lagi, kali ini apalagi lagi haaah.. "gumam Denis yang kembali kesal karena harus bertemu dengan gadis cupu itu lagi.
Karena masih kesal Dito dan Denise hanya diam saja melihat gadis cupu itu dan sepertinya ia kembali di bully oleh mereka berempat tadi.
Meskipun si kembar hanya diam saja, tapi mereka berdua juga tidak tega meninggalkan dan sangat kasihan melihatnya.
Setelah beberapa saat, akhirnya gadis cupu itu langsung tersungkur tak sadarkan diri di tanah, sedangkan mereka yang membully nya langsung tertawa.
Melihat itu dengan cepat Denis dan Dito langsung keluar dari mobil mereka dan langsung menghampiri mereka.
Melihat mereka yang langsung pergi, Dito dan Denise langsung menghampiri gadis cupu yang sudah tak sadarkan diri itu.
" Ayo kita bawa dia ke rumah sakit " kata Dito yang langsung menggendong gadis Cupu itu membawa dalam mobilnya.
" Ck... merepotkan saja huuuh... " gumam Denis yang sebenarnya malas menolong dan terpaksa menolongnya.
Dengan gerak cepat Dito membawanya masuk dalam mobilnya, dan Denis juga langsung membuka pintu mobil mereka kemudian Dito langsung meletakkannya di dalam mobil mereka.
Tanpa menunggu lama lagi mereka berdua langsung tancap gas menuju rumah sakit, apalagi gadis itu terlihat sangat tidak berdaya membuat mereka berdua begitu sangat khawatir.
__ADS_1
Sesampainya di rumah sakit, tanpa menunggu lama lagi mereka langsung memanggil dokter dan perawat agar segera menangani gadis cupu itu.
Dan para tenaga medis pun langsung menolong pasien itu.
Sambil mondar mandir Dito menunggu di depan ruangan itu.
Begitu juga dengan Denis, tapi Denis tidak terlalu khawatir berbeda dengan Dito yang sangat khawatir dengan keadaan dan kondisi gadis cupu itu.
Setelah menunggu cukup lama akhirnya dokter yang menangani gadis cupu itu keluar dari ruangan itu, tanpa menunggu lama lagi mereka berdua langsung menghampiri dokter itu untuk mengetahui keadaan dan kondisi gadis cupu itu.
" Bagaimana keadaannya Dok ?" tanya si kembar
" Syukurlah kalian cepat membawanya ke sini, kalau terlambat sedikit saja, mungkin sudah tidak bisa di selamatkan lagi, meskipun tadi keadaannya sempat kritis, tapi sekarang sudah sudah baik - baik saja. " jawab dokter itu yang juga bernafas lega karena berhasil menyelamatkan pasiennya.
" Haaah syukurlah kalau begitu, terimakasih dokter, untung kita tidak terlambat " kata Dito yang juga bernafas lega mendengarnya.
Begitu juga dengan Denis yang juga merasa lega karena gadis itu sudah baik - baik saja.
" Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu, saya akan menyiapkan pasien untuk di pindahkan ke ruang rawat dulu " pamit dokter itu lagi.
" Iya silahkan dokter, sekali lagi terimakasih " sahut Dito yang juga di anggukan Denis.
" Sama - sama permisi " kata dokter itu dan langsung di anggukan keduanya, kemudian dokter itu langsung pergi untuk menyiapkan segalanya.
__ADS_1
Sedangkan Dito dan Denise masih sabar menunggu di depan ruangan itu.