
Waktu jam istirahat tiba, semua siswa langsung keluar kelas dan menuju ke tempat yang mereka inginkan selama waktu istirahat.
Begitu juga dengan Flo, Nisa, dan Sean. Saat ini mereka bertiga sudah berada di kantin sekolah sambil menunggu pesanan mereka datang ketiganya saling berbagi cerita bersama.
" Oh ya Flo, Nisa, Sebenarnya apa yang ingin kalian katakan tadi, sepertinya sangat penting sampai menghampiri ku ke kelas ?" tanya Sean yang begitu penasaran.
" Mm... Begini kak, sebelumnya kami mau tahu sedekat apa sih kakak sama perempuan yang namanya Helena tadi ?" tanya Flo yang juga di anggukan Nisa.
" Kenapa kalian menanyakan itu, aku dan Helena berteman dari kecil sampai sekarang, tapi tidak sedekat yang kalian kira, karena kami hanya berteman biasa. " jawab Sean seadanya sampai pesanan mereka datang lalu mereka sambil menyantap makanan yang mereka pesan.
" Ooohh... Pantas saja dia seperti itu, mungkin ia menyimpan perasaan sama kakak sehingga kita yang jadi sasarannya karena berteman dengan kak Sean " kata Nisa yang juga di anggukan Flo.
" Maksud kalian apa, kenapa kamu berkata seperti itu Nis ?" tanya Sean yang masih bingung dengan ucapan Nisa.
__ADS_1
" Begini kak, itu yang kami mau tanyakan sama kakak siapa Helena dan apa hubungannya dengan kakak. Tapi setelah mendengar apa yang kakak katakan akhiri kami paham, dan mungkin Helena tidak suka kami terlalu dekat dengan kakak, sampai ia melakukan kekerasan dengan membayar para preman itu untuk mencelakai kami di jalan tadi pas berangkat sekolah. dan mungkin juga, dia juga yang sudah mengunci Flo di toilet kemarin. " jawab Nisa.
Sedangkan Flo hanya mengangguk mengiyakan apa yang di katakan Nisa, dan Sean yang mendengar itu begitu sangat terkejut.
" Apa... Apa kalian yakin kalau Helena yang sudah membayar para preman itu melukai kalian... KETERLALUAN... " kata Sean sambil mengepalkan tangannya karena begitu sangat kesal mengetahui semuanya.
" Iya kak, kami sendiri yang mengintrogasi para preman itu setelah babak belur tidak berdaya kami hadapi, dan preman itu mengatakan kalau ia hanya di suruh oleh Perempuan yang bernama Helena yang sekolah sama seperti kita. " kata Flo
Begitu juga dengan Sean, meskipun awalnya mendekati kedua gadis itu hanya untuk dekat dengan sangat pujaan hati, tapi karena Sean tidak mau terburu-buru jadi ia menjalani semuanya dengan bersahabat dengan kedua gadis itu apalagi salah satunya adalah sangat pujaan hati.
Dan bagi Sean, bersahabat dengan sang pujaan hati maka hubungannya dengan gadis itu akan semakin dekat, mereka bisa mengenal satu sama lain hingga bisa menerima kelebihan dan kekurangan masing - masing.
Dan terutama hubungan mereka tidak akan terputus sampai saatnya tiba untuk mereka mengutamakan hati, karena saat ini Sean masih ingin pokus dengan sekolahnya jadi bagi Sean biarlah bersahabat terlebih dahulu agar bisa selalu bersama sang pujaan hati, dan Sean hanya menyembunyikan perasaannya sampai saatnya tiba nanti, jadi biarlah ia pendam sendiri perasaan itu agar tidak ada seorang pun yang mengetahuinya.
__ADS_1
Setelah mengatakan itu mereka melanjutkan makannya dengan perasaan masing-masing, Sean dengan sangat kesalnya karena temannya itu berani hendak melukai sahabat sekaligus pujaan hatinya.
Sedangkan Flo dan Nisa sudah merasa lega karena sudah tahu tujuan orang yang mencari masalah dengan mereka. Dan untuk sementara Flo dan Nisa hanya diam saja dulu membiarkan, tapi setelah ini kalau perempuan itu masih berlanjut, maka mereka berdua tidak akan tinggal diam, tidak perduli meskipun perempuan itu adalah teman sedari kecil Sean sahabat mereka itu.
Tanpa mereka sadari orang yang mereka bicarakan mendengar semuanya karena Helena juga berada di kantin itu dan duduk tidak jauh dari mereka.
Helena memakai masker dan jaket sehingga tidak ada yang mengenalinya termasuk Sean Flo dan Nisa meskipun mereka duduk di depannya.
Helena mengepalkan tangannya karena begitu sangat marah mendengar pembicaraan mereka bertiga, apalagi Sean kelihatan begitu dekat dan perduli pada kedua gadis remaja itu, sehingga membuat darah Helena mendidih saking kesalnya, karena ia yang sudah berteman dari kecil saja tidak bisa sedekat itu dengan Sean.
Sedangkan mereka berdua yang hanya beberapa hari berteman saja sudah mampu merebut semua perhatian dan kepedulian Sean terhadap mereka, sehingga membuat Helena begitu sangat iri dan kesal pada kedua gadis itu, dan terbesit dalam pikiran Helena untuk memberi peringatan dan pelajaran agar Flo dan Nisa menjauh dari Sean.
" Kurang ajar kalian..., awas saja aku kan membuat perhitungan lagi karena kalian berani mengadu dengan kak Sean, dan setelah ini pasti kak Sean sangat marah padaku... Kurang ajar dasar perempuan tidak tahu diri awas saja kalian Hmm... " kata Helena dalam hati sambil mengepalkan tangannya di bawah meja saking marahnya pada Flo dan Nisa sekarang.
__ADS_1