
JANGAN LUPA LIKE COMENT AND VOTE YA !!
Selamat membaca๐
๐น๐น๐น๐น
" Jangan melihat kami seperti itu kami tidak suka hal konyol, " Ucap Vian dingin sedangkan Vino hanya tersenyum kecut melihat Gio yang sedari tadi mendapatkan kata2 menusuk dari kembaran nya.
Vian dan Vino yang mengetahui bahwa Gio laki2 yang tadi memeluk adik kesayangan nya itu hanya pura2 tidur langsung memberikan Kata2 yang tajam penuh penekanan pada Gio meski usia Gio lebih tua dari mereka entah mengapa baik Vian maupun Vino keduanya tidak merasa takut atau pun ragu.
" sekali lagi aku tanya sama kamu kenapa kamu memeluk adiku, " Tanya Vian sekali lagi entah sudah berapa kali iya bertanya kata yang sama namun jawaban sama yaitu
" Aku sudah bilang.. aku hanya ingin melindungi gadis kecil itu, " Ucap Gio takalah dingin. sambil menunjuk Vina yang sedang tertidur.
" Haha.. siapa memang nya kau.. kamu hanya orang asing.. dan enyahlah dari rumah kami, " Ucap Vino lantang dan dingin.
" Silahkan saja suruh gadis mungilku untuk mengusirku, " Ucap Gio sambil hendak berjalan kembali ke ranjang milik Vino.
Hal itu membuat kedua twins kesal melihat Gio yang seperti tak takut dengan ancaman yang di berikan mereka.
" Heyy.. kamu aku bilang tadi apa.. jangan dekati adik ku, " Ucap Vian yang kini sudah memegang tangan Gio dengan raut wajah nya kesal.
" Apakau tuli aku menyuruh mu enyah dari kamar kami, " Ucap Vino sambil ikut memegang sebelah tangan Gio.
merasa kesal dan jengah Gio pun menghirup napas nya dengan kasar melihat kedua kakak Vina yang menurutnya sangat menyebalkan.
" Berisik.. Vina sedang tidur kalian saja yang pergi aku mengantuk.. pagi pula ini sudah hampur gelap sebentar lagi juga aku akan pulang tanpa kalian suruh " Ucap Gio sambil menyelimuti dirinya dan langsung memejamkan matanya.
" Gimana kak, sepertinya rencana kita gagal deh kak.. lagian kita udah ngeluarin jurus dingin kita tapi ngak mempan kayak nya kak, " Ucap Vino sambil berjalan keluar kamar karna bagaimana pun baik Vian maupun Vino keduanya tidak mau menganggu tidur adik kesayangan nya.
" Entah lah.. aku harap dia akan segera pergi dari rumah kita.. aku tak suka melihat nya mendekati Vina, Kita tidak boleh lengah kita harus selalu mendampingi adik kita apalagi jika ada laki2 itu aku takut laki2 itu akan mengambil perhatian Vina untuk Kita, " Ucap Vian dianguki Vino.
" Kakak benar.. kita harus waspada.. tapi untuk sekarang kita biarkan saja.. tapi lain waktu kita tidak boleh diam saja, " Ucap Vino sambil duduk di kursi di samping saudara kembar nya.
๐น๐น๐น๐น
__ADS_1
Gio yang melihat pintu tertutup langsung kembali membuka matanya lalu iya berjalan ke ranjang yang di tempati Vina iya tersenyum melihat Vina yang mengeliat saat tangan nya membenarkan anak rambut Vina yang sedikit acak2 an.
" Mengemaskan.. mulai sekarang kau adalah alasan aku hidup, maka dari utu berjanjilah gadis kecil untuk menunggu ku dewasa.. dan aku pun sama akan menunggu mu dewasa, " Ucap Gio sambil tersenyum.
" kenapa kau sangat mengemaskan, " Ucap Gio yang gemas melihat Vina yang terus mengeliat itu. matanya terbalak saat merasakan dahi Vina yang panas.
" Astaga.. dia demam.. aku harus memberi tahu tante dan Om, " Ucap Gio lalu tanpa menunggu lama Gio pun langsung memangil pelayan untuk memberitahukan keadaan Vina kepada orang tua Vina tapi sebelum itu Gio meminta pelayan untuk membawakan air hangat dan kompresan tak lupa alat pengecek suhu untuk penangan pertama sebelum dokter datang.
20 menit kemudian.
Sakira yang baru saja bangun tidur setelah melakukan Aksi panas dengan suaminya begitupun dengan Nando yang sama2 baru bangun tidur keduanya langsung berlari keruang ganti baju tanpa mandi terlebih dahulu tak lupa iya juga menyuruh Aldi untuk menelpon Dokter Martin.
sesampainya di kamar twins Sakira dan Nando langsung membuka pintu tanpa permisi dan mata mereka menganga melihat Gio yang sedang mengompres Vina dengan telaten Gio terus mengonfres Vina.
Hal itu membuat Nando meluluh melihat Gio yang sepertinya tulus megurus putri kesayangan nya itu.
" abang Gio.. sini biar Mommy aja yang kompresin Vina.. abang istirahat aja pasti masih cape kan, " Ucap Sakira lembut sambil berjalan hendak mengambil alih untuk mengantikan Gio mengurus putrinya yang sedang demam itu.
" Gak papa tanteu.. aku ngak cape ko, " Ucap Gio engan meningalkan Vina.
membuat Gio mengaruk tengkuk nya tak mengerti.
" Ngak tua ko tan malahan masih muda dan cantik kaya Vina , " Ucap Gio yang langsung mendapat tatapan tajam dari Nando yang tak terima Istrinya di puji laki2 lain meski itu hanya bocah berumur 12 tahun.
" Kalo masih muda, harus nya abang Gio pangil nya Mommy aja ya.. biar samaan sama Twins Al manggilnya mommy and daddy iya kan Mas, " Ucap Sakira lembut sambil melirik suaminya.
Nando yang sedari tadi melotot ke arah Gio langsung menganti mode raut wajahnya menjadi biasa lagi karna takut terkena omelan istri tercinta.
" Iya panggil saya daddy dan pangil istri saya Mommy sama seperti Twins Al " Ucap Nando akhirnya mengalah meski dalam hatinya iya masih merasa kesal karna bagai mana pun Gio terlibat dalam penculikan putrinya meski iya tahu Gio hanya di jadikan alat oleh ayah tirinya yang tak lain adalah Alvin.
Vian dan Vino yang melihat dan mendengarkan ucapan kedua orang tuanya pada Gio menjadi kesal lalu keduanya pun berjalan ke ruangan bermain mereka sambil melampiaskan kekesalan mereka pada Gio yang telah mencuri hati kedua orang tuanya.
๐น๐น๐น๐น
Disisi lain pak Joko yang baru turun dari pohon sedang mengaruk2 badan nya yang tersa gatal wajahnya membengkak dan merah membuatnya terlihat menyeramkan.
__ADS_1
" Maksih nak .. untung ada kamu, kalau tidak bapak tidak tau sampai kapan bapak duduk di atas pohon itu, " Ucap Pak joko sambil hendak menyalami orang yang berbaik hati menolong nya itu, iya merasa aneh dan heran karna wajah orang yang membantunya turun itu terlihat sedikit pucat apalagi pada saat iya menyalami anak muda itu tangan anak muda itu sangat dingin.
" pak lagi ngapain di sana pak, " Tanya pak polisi yang kebetulan sedang melakukan olah tkp di tampat itu.
Sontak pak Joko pun melirik pak polisi yang memanggilnya itu.
" Ini pak tadi saya manjat pohon tapi saya ngak bisa turun nya untung ada anak muda , ini yang membantu saya turun, " Ucap Pak joko sambil menujuk kesamping nya.
membuat pak polisi bingung karna di belakang pak joko tidak ada siapapun.
" Mana pak ngak ada orang nya, " tanya Pak polisi.
pak joko pun langsung melirik kesampingan di lihatnya tidak ada siapaun terkecuali dedaunan kering dan tali yang mengantung di pohon.
" Lah kemana ya pak.. perasaan tadi saya liat dia disini.. ko cepet banget ya ngilang nya, " Ucap pak joko merasa heran.
" apa yang bapak temui itu pria ini, " Ucap polisi sambil menunjukan sebuah foto anak muda.
" Lah ko bapak tau.. iya betul pak dia orang nya baik banget dia mau nolong saya padahal tadi saya loncat loh pak dari atas untung dia bisa angkat badan saya, " Ucap pak joko memuji kebaikan anak muda yang menolongnya tadi.
" Lah pak.. anak muda ini sudah meninggal setahun yang lalu pak.. dan hari ini saya sedang olah tkp disini.. dia meninggal karna bunuh diri katanya dia ngak rela melihat pacarnya menikah dengan orang lain , " Ucap Pak polisi yang membuat Pak joko tercengang dan langsung merinding setelah mendengar ucapan pak polisi yang mengatakan bahwa anak muda yang menolongnya itu sudah meningal satu tahun lalu.
" Ya udah pak saya duluan, " Ucap pak joko sambil berlari terbirit2 karna ketakutan sedangkan Pak polisi yang melihat hal itu hanya mengeleng2 kan kepala.
๐น๐น๐น๐น
lanjut? coment
jangan lupa like coment and Vote ya !!
mapir juga ke cerita si Marni ya gays๐di jamin bakalan bikin mood kalian naik ngak percaya? baca aja๐
* Cinta Gadis Kampung *
Outhor imut manja๐
__ADS_1