Menikah Dengan Anak Majikan

Menikah Dengan Anak Majikan
Mengadopsi anak?.


__ADS_3

JANGAN LUPA LIKE COMENT AND VOTE !!


Selamat membaca😉


🌹🌹🌹🌹🌹


Hari ini Vina nampak senang sekali karna hari ini Vina dan Gio sudah memutuskan kepanti asuhan untuk mengadopsi seorang anak, wajah cantik Vina di penuhi dengan senyuman yang indah yang membuat Gio bahagia karna istrinya terlihat senang.


Sakira maupun Nando keduanya mendukung keinginan putri kesayangan nya, mereka juga tau jika putri nya sangat kesepian maka dari itu Sakira dan Nando mendukung penuh apapun yang Vina inginkan, apalagi keinginan sang putri adalah hal baik.


Di tengah perjalanan Vina tak sengaja melihat seoarang anak laki-laki yang sedang di pukuli oleh pria dewasa.


"Mas berhenti !!." Ucap Vina membuat Gio mengerem mendadak.


"kenapa sayang? apa kau lupa sesuatu?." Tanya Gio.


"Tidak, tapi lihat kesana," ucao Vina menunjuk ke arah trotoar sebrang jalan.


Gio mengadahkan pandangan nya ke tempat yang di tunjuk sang istri betapa terkejutnya iya melihat anak kecil yang sedang menangis karna di siksa oleh orang dewasa.


"Astaga, sayang kamu diem disini aku mau bantuin anak itu kasihan dia." Ucap Gio.


Vina menggeleng."ngak mau aku mau ikut Mas." Ucap Vina. "ya udah tapi kamu jangan jauh-jauh dari aku ya sayang." Ucap Gio langsung diangguki Vina.


"Dasar anak tidak tahu malu !! anak bodoh !! aku bilang kau harus kerja kenapa kau malah pergi sialan." Ucap pria dewasa yang di yakini adalah bapak si anak laki-laki dengan mendaratkan satu pukulan di bagian wajah.

__ADS_1


"Ampun pak, Excel janji bakalan cari duit buat bapak, ampun pak sakit." Ucap anak kecil itu.


Saat si pria itu ingin mendaratkan pukulan lagi ke bagian tubuh anaknya dengan cepat Gio menepis tangan pria itu. "Apakah seperti ini caranya seorang bapak mendidik seoarang anak?." Ucap Gio sambil membawa si anak laki-laki itu kedalam pelukan nya.


"Hey siapa kalian !! dia anak ku jadi terserah aku mau mengapakan anak sialan itu, kalian orang asing tidak perlu ikut campur ke dalam urusan ku." Ucap pria itu.


Vina yang awalnya bersembunyi menjadi kaget saat melihat wajah si anak kecil yang tak lain adalah Excel anak kecil yang menjual minuman kadaluarsa padanya minggu lalu.


"Exsel sayang kamu kenapa hem? sini peluk kakak jangan nangis." Ucap Vina lembut sambil merentangkan tangan nya, ragu-ragu Excel berjalan dan langsung memeluk Vina sambil menangis.


"Kakak !! tolong Excel hiks bawa Excel pergi, bapak jahat bapak mau jual aku." Ucap Excel dengan tangis yang terisak-isak.


"Tenang Excel, kakak akan melindungi kamu.. jangan memangis lagi ya, ayo kita pergi ke mobil kakak." Ucap Vina segera berjalan cepat membawa Excel ke mobilnya.


Pria yang tak lain adalah bapak nya Excel mengamuk dan berteriak meminta anaknya di kembalikan. "Kau ingin uang bukan? berapa tulis saja." Ucao Gio yang tak mau berbelit-belit.


Gio mengeraskan rahang nya, bagaimana bisa seorang bapak menjual anaknya dan memperhitungkan biaya yang sudah iya keluarkan untuk membiayai anak dan istrinya sendiri, sungguh Gio tidak habis pikir di jaman seperti ini masih ada seorang suami dan seorang bapak yang masih bisa tega melakukan hal itu.


"Kenapa kau menjualnya? apa dia merepotkan mu?." Tanya Gio yang masih membutuhkan mendengar penjelasan.


"Dia bukan anak ku, Dia anak tiri ku ibunya sudah mati seminggu yang lalu dan aku berniat menjual anak itu ke tempat penjualan organ." Ucap bapak Excel santai.


Brugkkkk..


satu pukulan Gio layangkan ke wajah bapak nya Excel yang menurutnya tidak memiliki hati dan rasa kemanusian, bagaimana mungkin dia tega menjual anak ke tempat biadab itu hanya untuk mendapatkan uang.

__ADS_1


"Hey pria sombong kenapa kau memukul ku hah !! cepat kembalikan anak sialan itu atau aku akan membuat perhitungan dengan mu." Ucap bapak nya Excel.


Gio melemparkan satu lembar Cek, "Terima itu, dan jangan pernah kau temui anak itu, sekali saja kau menemuinya lagi akan ku pastikan kau yang akan menjadi menggantikan Excel untuk menjadi santapan buaya." Ucap Gio sambil melangkah pergi membawa rasa kesal dan marah nya.


Sedangkan bapak nya Excel terlihat senang mendapatkan Cek 5 Miliar dari Gio. "Haha akhirnya aku kaya, uang ini akan aku jadikan modal untuk berjudi dan bersenang-senang dengan pacar ku haha." Ucap bapak Excel sambil berjalan dengan wajah berseri-seri meski wajahnya lebam karna hantaman yang Gio layangkan tapi pria itu nampak senang.


Sesampainya di di dalam mobilnya Gio langsung duduk di kursi pengemudi sedangkan Vina duduk di kursi belakang dengan Excel.


" Mas gimana? apa bapaknya Excel akan membawa Excel lagi?." Tanya Vina dengan tangan yang mengusap lembut rambut Excel yang tidur di pelukan nya dengan penuh kasih sayang.


"Bapak menjual Excel pada kita sayang, awalnya dia ingin menjual Excel ke tempat penjualan organ, tapi itu tidak akan pernah terjadi aku sudah membereskan semua masalah itu," Ucao Gio.


Vina yang mendengar itu kaget bukan main bagaimana bisa seorang bapak bisa setega itu." Mas beneran? kenapa bapaknya jahat banget." Ucap Vina merasa kasihan pada


Excel.


"dia bilang dia bapak tirinya, ibunya baru meninggal minggu lalu, bagaimana apakah kita jadi kepanti nya.? " Tanya Gio.


Vina terdiam, lalu melirik Excel yang masih tertidur dengan suara deruan nafas tak beraturan memperlihatkan bahwa anak kecil itu merasakan trauma yang berat, bahkan tidurnya pun Excel terlihat tidak nyaman.


"Emm bagaimana kalau kita menjadikan Excel anak kita saja? aku rasa aku menyukai Excel." Ucap Vina sambil menatap suaminya dengan penuh harap.


"Aku setuju, apapun yang kamu inginkan aku akan mendukung nya, tapi bagaimana dengan Excel?." Ucap Gio ragu jika Excel akan setuju di adopsi oleh mereka.


____________

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


^^Happy Reading^^


__ADS_2