Menikah Dengan Anak Majikan

Menikah Dengan Anak Majikan
harus bersyukur.


__ADS_3

JANGAN LUPA LIKE COMENT AND VOTE !!


Selamat membaca😉


🌹🌹🌹🌹🌹


Tidak ada pekerjaan di rumah yang Vina lakukan hanya rebahan menonton Tv sambil mengemil, bosan itu lah yang selalu di rasakan gadis itu, kini sudah hampir dua tahun usia pernikahan nya tapi harapan nya untuk bisa hamil cepat ternyata tidak mudah untuknya.


Vina tak pernah menyesal karna iya tidak mengkuti jejak teman nya Keysa yang masih kuliah meski sudah menikah, tapi sejatinya dirinya sungguh merindukan masa-masa bermain bersama teman-teman nya, apalagi sekarang Keysa sedang sibuk membuat tugas kuliah yang membuat nya sangat susah bertemu dengan istri da si beruang kutub Arkhan.


Sama hal nya dengan Keysa Vian dan Vino pun sama sibuk nya dan sekarang hampir jarang mengabarinya, kedua kakak nya itu sangat cuek akhir-akhir ini yang membuat Vina sedih karna iya merasa tidak punya teman meski tak jarang iya main ke rumah Daddy Mommy nya tapi tetap saja rasanya lain.


Yang Vina harapkan adalah teman sebayanya yang bisa diajak curhat dan main di waktu luang nya seperti sekarang, apalagi Gio yang akhir-akhir ini sibuk di kantor karna sedang membuat Event yang diadakan di perusahaan Rahardja yang ada di kotanya.


"Mba saya mau pergi keluar dulu sebentar, titip rumah ya." Ucap Vina pada salah satu pelayan nya.


"Baik Nona." jawab si pelayan sopan sambil menunduk.


Vina berjalan menghampiri supirnya, iya sebenarnya bisa mengendarai mobil tapi mengingat suaminya yang selalu melarang nya membuat Vina mau tak mau mengubur keahlian nya dalam hal berkendara, Vina memilih menurut perkataan suaminya karna sejatinya surga nya seorang istri ada di ridho suami dan Vina tidak mau menjadi istri durhaka karna tak mengikuti keinginan suaminya.


Mobil yang di tumpangi Vina melewati jalanan yang penuh dengan kendaraan beroda dua maupun empat yang kesana kemari lewat lalang dan beberapa pejalan kaki yang nampak menikmati hari-harinya terlihat dari wajah nya saja Vina sudah tau jika para pejalan kaki itu sedang bahagia.


"Pak berhenti sebentar." Ucap Vina menyuruh si supir berhenti.

__ADS_1


Mobil berhenti Vina langsung mengambil tasnya, "Pak Saya mau duduk di taman itu dulu ya, nanti saya balik lagi." Ucap Vina diangguki sang supir.


Vina berjalan dengan cepat untuk menuju tempat duduk yang berada tepat di bawah pohon, dan sesampainya disana Vina hanya menatap kedepan dengan pandangan yang penuh arti, entah apa yang di pikirkan gadis berusia 21 tahun itu, tapi jelas yang Vina rasakan saat ini adalah kesedihan yang teramat karna tak kunjung di berikan keturunan.


"Kakak mau beli ini ngak? ini murah loh cuman 10 rebu dapet tiga lagi." Ucap seseorang yang berada di belakang Vina.


Vina melirik melihat siapa yang menawarinya minuman kemasan kotak, Vina kaget bukan main melihat seorang anak laki-laki yang wajahnya penuh dengan kotoran asap jalanan dan baju yang dekil dan kotor.


Si anak laki-laki yang merasa Vina akan jijik melihatnya pun langsung hendak berjalan ke arah lain karna takut jika akan di caci kembali seperti ibu-ibu yang mencaci makinya tadi karna barang jualan nya sudah habis waktu pemasaran nya atau dalam arti kadaluarsa.


"Mau kemana? sini duduk kakak mau borong." Ucap Vina sambil tersenyum membuat anak laki-laki itu menunduk.


"Sini.. nama kamu siapa dek?." Tanya Vina dengan senyuman manisnya.


Vina tersenyum." nama yang bagus setampan yang punya, umur kamu berapa Excel?." Vina masih penasaran dengan anak kecil yang duduk di samping nya.


"8 tahun kak, kakak mau beli atau ngak? Excel harus jualan lagi kak."Ucap Excel


" Oke kakak borong ya Excel, nih." Vina memberikan uang 500 rbu pada Excel yang membuat Excel melongo tak percaya pasalnya iya tidak pernah mendapatkan uang sebanyak itu, dan lagi minuman yang iya bawa hanya seharga 120 ribu saja.


"Ini kelebihan kak, Excel ngak ada kembalian." Ucap Excel sambil memberikan uang 400 rbu ke Vina.


" Ngak papa ini buat kamu aja Excel, jangan lupa nabung ya." Ucap Vina sambil mengelus rambut lepek Excel yang membuat Excel kembali menatap Vina tak percaya.

__ADS_1


" Maaf kak Excel bau dan kotor, kenapa kakak mau memegang rambut Excel dan membeli dagangan Excel." Tanya si kecil Excel heran ini pertama kalinya ada yang sudi menyentuh rambutnya bahkan Vina membelai ramhutnya dengan wajah yang tersenyum.


"kata siapa bau? kamu tampan Excel, dan lagi pula kakak suka ko." Ucap Vina yang membuat si kecil Excel tersenyum.


"Terimakasih kak terimakasih nanti Excel kesini lagi ya.. Excel mau beli obat buat ibu dulu." Ucap Excel sambil tersenyum lalu pergi berlari dengan senyuman yang membuat hati Vina tersentuh.


" Kasihan, dia masih kecil tapi sudah bekerja. betapa beruntungnya aku hidup bergelimang harta sejak dini, menghamburkan uang hanya untuk berbelanja sesuka hati sedangkan Excel anak kecil yang masih berusia 8 tahun saja sudah bekerja keras untuk hidup nya." lirih Vina merasa malu karna iya hidup tanpa melihat sekitar nya yang ternyata banyak orang yang lebih menderita dibandingkan dengan nya.


lalu Vina melirik jam di tangan nya, di lihat sudah pukul 2 sore dan jangka waktu perjalanan pulang membutuhkan waktu 1 jam yang membuatnya cepat-cepat berdiri karna Gio mungkin akan pulang cepat, sebelum berjalan Vina menyempatkan untuk membuang minuman kemasan kotak itu kedalam tong sampah sebenarnya Vina tahu jika anak kecil bernama Excel tadi menjual minuman yang sudah kadaluarsa.


Sebelumnya Vina tak sengaja mendengar dan melihat ketika Excel sedang di maki oleh ibu-ibu yang Vina lewati karna menjual minuman yang sudah kadaluarsa.


entah kenapa melihat sorot mata redup Excel membuat Vina tersentuh dan malah melihat anak kecil yang tubunya tak terurus itu seperti anak biasanya yang butuh perhatian dan kasih sayang.


Vina berjalan ke mobilnya kembali masuk kedalam mobil dengan membawa perasaan yang senang dan bahagia karna entah kenapa mepihat Excel membuatnya sadar jika yang harus iya lakukan saat ini harusnya bersyukur dengan apa yang di berikan tuhan padanya, cinta yang berlimpah dari suami nya, kasih sayang orang tua yang penuh, kehidupan nya sempurna tapi iya mengeluh hanya karna merasa kesepian dengan tidak ada kehadiran anak di hidupnya.


___________


🌹🌹🌹🌹🌹


Part ini mengajarkan kita untuk bersyukur atas apa yang kita miliki dan peroleh, mengeluh dengan keadaan boleh tapi kita harus ingat dan bisa melihat kesekeliling bahwa bukan hanya kita yang bisa merasakan sedih tapi semua manusia di bumi pun bisa merasakan kesedihan hanya saja masalah yang di alami setiap manusia itu berbeda-beda.


^^Happy Reading^^

__ADS_1


__ADS_2