Menikah Dengan Anak Majikan

Menikah Dengan Anak Majikan
Season 2. Bebas?


__ADS_3

H A A P P Y R E A D I N G..


🌹🌹🌹🌹🌹


Satu tahun sudah berlalu Billa kembali memberanikan dirinya untuk bertanya sampai kapan dia akan menjadi budak tanpa di gajih seperti ini.


Hutang ibumu banyak, Renternir itu menjualmu demgan harga pantastis, dan banyak lagi lain nya yang selalu di lontarkan si tuan muda jutek itu.


"Billa kamu bisa, ayo semangat jangan takut." mencoba memberanikan dirinya untuk tidak takut lagi meskipun dia sudah membayangkan beberapa ucapan pedas yang akan dia terima dari mulut si tuan muda.


dengan sedikit keberanian yang tersisa Billa berjalan ke arah sopa yang di duduki majikan nya, ragu-ragu Billa membuka suaranya.


"Em..Tuan saya ingin bertanya."Ucap Billa tanpa melihat ke Vino.


"Kamu sedang berbicara pada siapa?." Tanya Vino cetus.


"Tentu saja dengan anda tuan." ucap Billa lagi.


Vino melirik gadis yang sedang menunduk dengan tatapan yang tak bisa di artikan. "Kau pikir aku ada di bawah kakimu !! lihat aku jika kamu ingin berbicara padaku."Ucap Vino sedikit meninggi.


Deg.. Billa menelan ludah nya kasar, "tenang Syabilla kamu pasti bisa, rileks oke." Mencoba sedikit tenang.


Billa memberanikan diri untuk melihat wajah pria di depan nya, tampan itulah yang dia lihat saat melihat wajah si tuan muda. "Begini tuan, saya tau hutang saya sangat banyak, dan emm.." Ucap Billa terhenti karena ragu.


"Bicara dengan jelas, aku tidak mengerti." Ucap Vino sangat cetus.

__ADS_1


Billa menghela nafasnya. "Aku ralat ucapan ku kalau dia tampan, untuk apa tampan kalau sikap nya seperti macan yang hanya bisa terlihat manis saat tertidur saja." oceh Billa dalam hati.


"kapan saya bisa pulang." Ucap Billa dengan wajah yang menahan takut karena Vino kini melotot tajam padanya.


"Kau masih ingat hutang mu bukan? dan kau masih ingat alasan aku menghukum mu menjadi budak ku bukan?." Memasang wajah galak.


Billa mengangguk iya tahu iya tahu semua itu tapi kenapa selama ini, bukan kah setiap orang salah pasti bisa di maafkan?.


iya tahu kesalahan nya yang dulu, tapi bukan kah itu hanya masa lalu? toh Vina juga tidak apa-apa bukan, itu semua juga suruhan dari ibunya kenapa dia yang harus di salahkan.


"Saya tahu hutang ibu saya, tapi ini sudah 4 tahun lebih Tuan, saya juga butuh kehidupan yang saya inginkan, saya juga mau hidup bebas seperti burung-burung di taman yang bisa terbang dan pergi kemana saja sesuai yang di inginkan." Ucap Billa kini bukan ketakutan yang iya lihatkan tapi kerapuhan nya selama 4 tahun menjadi budak dari Alvino.


"Anda sangat kejam tuan, saya tau saya salah tapi kenapa hiks.. saya sudah minta maaf, saya juga sudah merelakan masa remaja saya untuk menjadi budak anda selama ini." Air mata Billa tak tertahan hingga terus mengalir dengan deras.


Vino hanya terdiam melihat Billa yang menangis, 4 tahun lebih hidup berdua, satu atap beda kamar dengan Billa jelas iya tau sikap Billa, gadis itu sebelumnya tak pernah memperlihatkan sisi lemahny tapi sekarang Billa menangis sesegukan meminta di bebaskan di hadapan nya.


" Baiklah, aku akan membebaskan mu," Ucap Vino dengan helaan nafas berat entah kenapa rasanya iya tidak benar-benar ingin membebaskan Billa.


Billa tersenyum mendengar penuturan Vino barusan, "Akhirnya.. aku bebas." Batin Billa senang.


"Benarkah tuan? anda akan membebaskan saya? sungguh? anda tidak berbohong bukan?." Tanya Billa lagi dengan wajah yang sudah berganti mode menjadi mode bahagia dengan senyuman kecil yang ada di susut bibirnya.


"Kenapa dia terlihat cantik saat tersemyum." Batin Vino yang sudah mulai eror, segera di tepis pikiran nya yang memuji Billa tadi.


"Hem..tapi satu syarat nya," Ucap Vino lagi yang membuat Billa penasaran dengan syarat yang akan di lontarkan Vino.

__ADS_1


"Apa syarat nya?." Billa sangat antusias.


Vino menghela nafasnya, lalu tersenyum, "Cium aku." Ucap Vino degan wajah yang menggoda.


"*Apaa !! s*yarat macam apa ini, sangat menjijikan." Batin Billa ingin sekali menampar pria mesum di depan nya.


"Kenapa tidak mau? ya sudah kamu tidak bisa bebas dari sini." Ucap Vino lagi sambil mengangkat sebelah alisnya.


Billa terdiam sejenak, ragu-ragu iya mendekat dan mulai memejamkan matanya, bibir mungils nya mulai di moyong-monyongkan seolah ingin mengapai sesuatu.


"Apa yang kau lakukan !! siapa yang mau di cium oleh bibir mu, " Wajah galak di lihatkan Vino membuat Billa yang memejamkan matanya replek membuka matanya lalu menatap tajam pada pria di depan nya.


"Anda mempermainkan saya tuan, anda begitu tega." Billa nampak kesal karena ucapan Vino tadi hanya lelucon semata, harapan nya akan bebas ternyata hanya mimpi belaka, degan perlahan Billa membalikan tubunya berniat pergi ke kamarnya karena merasa kecewa.


"Siapa yang menyuruhmu pergi, baiklah aku akan membebaskan mu tapi tunggu satu minggu lagi." Ucap Vino sambil berjalan ke kamarnya.


Billa terdiam untuk sedetik tepat di detik ke sepuluh gadis 21 tahun itu langsung berjingkrak kesenangan. " Aku bebas !! aku bebas !! " Teriak Billa dengan penuh semangat.


Vino yang ternyata masih ada diambang pintu dan melihat Billa yang bertingkah seperti anak kecil langsung mengelengkan kepalanya, "kenapa dia bertingkah seakan senang akan meninggalkan ku, huhh dia pikir dia bisa lepas dariku? tidak akan." Ucap Vino sambil tersenyum lalu menutup pintu kamarnya.


___________


🌹🌹🌹🌹🌹


Jejak !!

__ADS_1


Jejak !!


__ADS_2