Menikah Dengan Anak Majikan

Menikah Dengan Anak Majikan
Masih kesal


__ADS_3

JANGAN LUPA LIKE COMENT AND VOTE !!


Selamat membaca๐Ÿ˜‰


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


hari berganti hari Gio dan Vina semakin dekat hampir tiap hari keduanya selalu menghabiskan waktu bersama entah itu bermain maupun makan keduanya selalu kompak.


Hal itu mengubdang kecemburuan si kembar Vian dan Vino yang merasa adiknya semakin jauh dari mereka bahkan sekarang Vina lebih memilih untuk mempunyai kamar sendiri di bandingkan bersama seperti dulu dengan kakak2 nya.


" Bang Vian itu c Vina lengket banget ya bang kaya prelemen kalet aja, " Ucap Vino kesal sambil bersembunyi di balik sopa.


" Suttt.. jangan berisik Vino kita harus mantai mereka, Jangan sampe tuh anak peluk2 adik kita lagi , " Ucap Vian dingin dengan mata tajam nya yang terus menerus mengarah ke dua anak manusia yang sedang asyik bermain di depan Tv.


" kalian lagi ngapain ? , " Tanya Nanda yang mau mengambil minum ke dapur namun iya urungkan setelah melihat dua keponakan nya yang seperti sedang bersembunyi.


Vian dan Vino yang kaget langsung membalik badan lalu mendengkus kesal,


" Apa si Om ganggu, " Ucap Vino tanpa ekspresi karna Vian maupun Vino memang sangat pintar menyembunyikan ekspresi nya apalagi degan wajah nya yang datar dan dingin sorot mata tajam membuat siapapun pasti berpikir kalau kedua anak itu sanagat galak.


" Cek biasa aja mukanya jangan di galakin gitu, " Ucap Nanda sambil hendak mencubit pipi Vino namun dengan sigap Vino langsung menepis tangan Nanda.


" Jangan cubit2 Om aku bukan anak kecil, " Ucap Vino diangguki oleh Vian yang sama tak menyukai sikap adik daddy nya yang pecicilan itu.


Nanda menatap heran kedua keponakan nya itu. " Astaga sepertinya kedua keponakan ku memang mengikuti jejak Daddy nya dulu, " Batin Nanda ngeri apalagi mbayangkan kejadian masa lalu sikap kakak nya yang tak jauh beda dengan si kembar yang dingin.


" ya udah Om cuman mau ngajak kalian jalan2 doang ko, tapi karna kalian galakin Om jadi Om pikir akan batalin aja ajal kalian nya, " Ucap Nanda menggoda kedua keponakan nya karna iya tau Keponakan nya hanya akan luluh jika di ajak jalan ke Mall tentu saja bukan jalan2 biasa lebih tepatnya membuang2 uang untuk membeli koleksi mainan si kembar.


Vian dan Vino terlihat berpikir keras lalu mereka berdua menoleh ke arah Vina dan Gio keduanya tersenyum sambil saling melirik,


" Baik lah, tapi Vina dan Gio juga harus ikut, " Pinta Vino. yang langsung diangguki oleh Nanda.


" tentu saja, keponakan ku yang paling cantik dan manja itu harus ikut, karna hanya Vina yang tidak sensitif ketika di dekati, tidak seperti kakak2 nya yang dingin, " Batin Nanda sambil tersenyum.

__ADS_1


Di mobil.


Vian dan Vino duduk diantara Gio lebih tepat nya Gio duduk di tengah2 yang disisi kanan dan kirinya sudah di duduki oleh Vian dan Vino.


" kenapa liat, " Tanya Vino dingin pada Gio.


Gio menelan ludahnya kasar memang benar kakak2 Vina itu dingin seperti Es batu.


Vina yang sedang asyik bernyanyi bersama Nanda sang Om kecil tidak menghiraukan keadaan di belakang nya keduanya malah Asyik bernyanyi.


" Diamlah Vino jangan buat dia tidak nyaman, Nanti kau di marahi adik mu " Ucap Vian dingin dengan pandangan lurus.


" Tapi kak, Huhh.. " Dengus Vino kesal mengingat adiknya tadi marah dan tidak mau bermain dengan nya karna iya ketahuan sedang ingin mengerjai Gio.


Gio tersenyum kecut sangat susah sekali menurutnya bisa meluluhkan kedua kakak kembar nya Vina tapi iya akan terus berusaha untuk bisa meluluhkan hati dua anak laki2 berwajah datar itu, iya pun tak memungkiri bahwa sifat nya pun sama seperti Vian dan Vino yang tak suka banyak bicara.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


tiba2 sebuah mobil menghampirinya dan langsung membawanya kedalam mobil secara paksa.


" Berengsek, lepaskan aku, " teriak pria itu sambil hendak melayangkan tinjuan nya ke orang yang ada di sebelah kirinya namun belum sempat iya melayangkan tangan nya seseorang disamping bya lebih gesit langaung membekap mulutnya.


perlahan pandangan pria itu buyar dan iyapun memejamkan matanya.


" Hallo tuan , orang yang tuan cari sudah kami temukan " Ucap seorang pria berbadan kekar pada orang di sebrang telpon.


" kerja bagus, aku akan suruh asisten ku untuk menambah bonus kalian, " Ucap seseorang pria sambil tersenyum menyerigai.


" terimakasih tuan, " Ucap pria berbadan kekar yang tak lain adalah tangan kanan nya.


" Ya, dan untuk pria itu kau bisa bermain dengan nya dulu sebelum mengirim nya ke penjara bawah tanah, " Ucap Pria di sebrang telpon yang tak lain adalah Nando putra.


" Baiklah tuan, Saya mengerti.

__ADS_1


tut tut.. tut...


panggilan pun terputus lebih tepat nya di putuskan sepihak oleh Nando.


" itu balasan nya Alvin.. Kau ingin bermain2 dengan singa bukan? Dan aku menuruti keinginan mu, " Ucap Nando sambil tersenyum menyerigai lalu iyapun menelpon seseorang.


" Hallo Tuan muda ada apa, " Ucap seorang pria yang tak lain adalah Aldi.


"Berikan bonus untuk semua tangan kanan kita, Dan ya kau boleh mengambil cuti bersama keluarga mu untuk seminggu kedepan karna aku dan anak2 ku akan liburan keluar negri, " Ucap Nando lalu tanpa menunggu jawaban Asisten sekaligus Sekertarisnya dengan cepat Nando memutuskan Telpon nya sepihak membuat Aldi mendengus sebal.


" Dasar majikan laknut, " gerutu Aldi kesal.


" Kenapa Mas, ko kaya kesel gitu? " Tanya wanita menggendong anak laki2 berumur 2 tahun.


" Tuan Nando akan pergi ke luar negri untuk berlibur bersama keluarganya, " Ucap Aldi.


" terus mas yang gantiin Tuan mas kerja gituh? " Tanya wanita itu lagi.


" Engak, katanya mas cuti seminggu, " Ucap Aldi dengan malas.


hal itu membuat wanita yang sekarang duduk di samping Aldi menggelangkan kepalanya tak mengerti dengan suaminya yang sangat suka bekerja itu.


" Dadar laki pea di kasih enak malah sedih, " Batin wanita itu yang tak lain adalah istri Aldi.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


lanjut?


Aldi udah nikah ya gays nanti aku jelasin nya di cerita si Marni ya ๐Ÿ˜†


jangan lupa like coment and vote !!


Outhor imut manja๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2