Menikah Dengan Anak Majikan

Menikah Dengan Anak Majikan
Hilang kendali.


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G..


🌹🌹🌹🌹🌹


Vino berjalan ke arah pintu rumah nya dengan sempoyongan, tubuhnya sangat kepanasan akibat obat perangsang yang di campurkan oleh Chelsea pada minuman nya tadi.


Tok..tok..tok.. (anggap aja suara ketukan pintu)


Ketukan pintu yang terdengar keras membuat si penghuni rumah langsung sigap membuka nya, Billa terkaget-kaget saat melihat Vino yang tidak memakai baju, wajah nya nampak memerah dan Vino terlihat tidak baik-baik saja.


"Anda kenapa tuan? apakah anda mabuk?." tanya Billa sambil menutup pintu kembali.


"tidak, " jawab Vino cepat dengan suara berat.


"ahk iya dia tidak mabuk, buktinya badan nya saja tidak bau ackohol ko." batin Billa.


Billa terus mengikuti Vino yang berjalan dengan sempoyongan, iya tidak tau apa yang terjadi dengan Vino sehingga membuat Vino seperti orang yang kepanasan seperti itu.


"Apa dia alergi makanan? atau dia makan sesuatu lalu keracunan makanan?." batin Billa.


Vino yang hampir terjatuh saat membuka pintu kamar nya di bantu oleh Billa yang ternyata masih mengamati langkah Vino, "Apa anda mau di buatkan sesuatu tuan? misalnya jus jeruk dingin? atau jus Alpukat dingin? anda menyukainya bukan." Billa menawarkan minuman kesukaan Vino.


"Tidak, aku tidak menginginkan itu..tolong !! tolong bantu aku." Ucap Vino dengan tubuh yang semakin memanas.

__ADS_1


Billa keheranan tapi langsung sigap menyangut." anda butuh bantuan apa tuan?." tanya Billa.


"Ak..aku di jebak oleh Chelsea mantan pacarku, dia memasukan sesuatu kedalam minuman ku." Ucap Vino dengan suara berat.


Billa mengangguk mengerti, " saya akan menelpon dokter pribadi anda, kalau begitu saya permisi." Ucap Billa yang menyangka jika Vino benar-benar keracunan makanan.


" Syabilla, aku tidak menyuruhmu untuk meminta dokter kemari, kau tau apa yang Chelsea masukan kedalam minuman ku?." tanya Vino.


Billa mengeleng, " Apa?." Tanya balik Billa dengan polosnya.


"Obat perangsang, dan aku tidak membutuhkan dokter yang aku butuhkan hanya kamu, kamu yang akan menyembuhkan ku dari obat sialan ini." Ucap Vino sambil berjalan mendekati Billa yang berdiri di hadapan nya.


Billa mundur satu langkah merasa jika Vino terlihat berbeda dari Vino yang biasnya, "Astaga kenapa aku harus masuk kandang macan yang kelaparan, tuhan tolong selamatkan aku." batin Billa ketakutan.


"Stop !! anda mau tuan, jangan mendekat !! atau saya akan berteriak." Ancam Billa sambil berjalan mundur perlahan.


Billa benar-benar tidak bisa berkutip saat tangan Vino merengkuh tubuhnya dan menyeretnya ke ranjang, "Tolong tuan jangan lakukan ini, saya mohon tuan." Pinta Billa sambil menangis ketakutan namun Vino yang sedang hilang kendali karna pengaruh obat yang berdosis tinggi itu nampak terlihat tidak perduli dengan suara isak tangis Billa.


Vino merobek paksa baju yang melekat di tubuh Billa membuat Billa menangis ketakutan, "Jangan !! saya mohon jangan tuan." Teriak Billa sambil menangis yang seketika membuat Vino tersadar dengan apa yang dia lakukan.


" Maaf Syabilla, tapi aku mohon diamlah.. aku sangat kepanasan aku sudah tidak kuat, tolong jangan biarkan aku mati karna menahan terlalu lama rasa panas ini." Ucap Vino kali ini berkata dengan lembut mengusap air mata Billa dengan ibu jari nya yang membuat Billa seketika terdiam dan menatap Vino.


Vino tidak menyiakan waktu dengan cepat Vino melakukan apa yang sedaritadi iya tahan, tangisan gadis yang di rengut kesucian nya pun terdengar jelas di telinga Alvino, seolah lupa segalanya Vino terus melakukan nya berulang kali tanpa memperdulikan sigadis yang berada di bawah kungkungan yang menangis kesakitan karna Vino melakukan nya dengan ganas.

__ADS_1


"Pria yang aku cintai sudah dengan tega membuat ku kehilangan harta yang paling berharga di dalam diriku, semula aku pikir dia adalah pria yang baik meski terkadang sikap nya selalu membuat ku kesal, tapi setelah kejadian ini aku benar-benar kecewa padamu Alvino Putra, aku membencimu." Batin Billa.


Kerna kelelahan setelah beberapa kali mengulangi nya Vino pun tumbang di samping tubuh Billa dengan mata yang terpejam dan deru nafas yang tersegal-segal.


Billa perlahan turun dari ranjang melihat bercak darah kesucian nya yang telah di rampas pria tampan yang membenci dirinya, Billa mengambil pakaian nya yang berserakan di lantai dengan hati nya terasa hancur, dengan langkah yang pelan Billa berjalan ke arah pintu menutup pintu dengan sepelan mungkin.


Berjalan ke kamarnya dengan tangis yang terus menerus jatuh mengenai pipinya, kini dia bukan gadis yang suci lagi melainkan gadis tapi bukan perawan, mengingat hal tadi membuatnya semakin ingin menangis karena sedari kecil kehidupan nya tak pernah bahagia, bahkan demi mencukupi kehidupan nya Almr ibunya dulu pernah menjadi wanita panggilan yang melayani pria hidung belang.


"kenapa nasib ku dan ibuku sama, hiks..kita sama-sama di renggut kesucian oleh pria yang tidak seharusnya menikmati tubuhku kita." batin Billa dengan isak tangis.


"Aku harus mengemasi semua barang-barangku, aku tidak mau melihatnya lagi..meski jujur aku mencintainya tapi hatiku sudah merasa kecewa dengan apa yang dilakukan nya tadi padaku." Ucap Billa sambil mengemasi barang-barang nya berniat untuk pergi dari rumah yang sudah 4 tahun iya tinggali.


Billa berjalan ke arah pintu luar dengan menahan sakit di bagain kaki dan area sensitif nya, membawa tas berisis pakaian nya, air matanya jatuh di setiap langkah kakinya.


Disisi lain Chelsea mengereng prustasi karna sudah 2 jam mencari Vino ke mana-mana tapi tidak menemukan Vino, tidak mungkin Chelsea ke rumah utama untuk mencari Vino apa kata Mommy Daddy nya Alvino jika melihat seorang wanita malam-malam pergi ke rumah pria.


"Hiss.. Vino kamu kemana sih, aku takut kamu melakukan hal itu pada orang lain, kumohon tuhan jangan biarkan Vino tidur dengan wanita lain." Ucap Chelsea takut jika Vino akan melampiaskan efek obat itu ke wanita lain, dan bisa di pastikan jika hal itu terjadi maka harapan Chelsea untuk bisa mengait hati Vino lagi akan sangat sulit.


______________


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Sambil nunggu Upp yu mampir ke karya Outhor yang baru 🙂

__ADS_1



tingalkan Jejak !! ok


__ADS_2