
H A P P Y R E A D I N G..
🌹🌹🌹🌹🌹
Mentari pagi sudah mulai menampakan dirinya di atas langit, perlahan Billa membuka matanya dan hal yang pertama iya lihat saat membuka mata adalah wajah suaminya yang sedang terlelap disamping nya, sungguh mahluk ciftaan yang sempurna, bahkan saat tertidur pun ketampanan Vino masih terlihat jelas.
"Aku tidak menyangka akan seberuntung ini, terimakasih karena telah menerima semua kekurangan ku." batin Billa sambil melihat wajah tampan Vino yang sedang tertidur.
Mata Billa kini beralih pada tubuhnya yang tak mengenakan sehelai benang pun, Bluss pipi nya tiba-tiba memerah saat mengingat betapa mesra dan lembutnya percintaan Vino tadi malam.
"Astaga otaku kenapa bertambah mesum." batin Billa sambil terkekeh karna telah memikirkan sesuatu yang bersifat intim tadi malam.
"Morning sayang.." sapa Vino yang baru bangun dari tidur nya.
Billa melirik kesumber suara di lihat nya Vino yang sedang bersandar di tempat tidur.
" kapan dia bangun?." batin Billa masih dengan mata yang tidak pokus karena melihat sesuatu.
"sayang." Vino menusuk-nusuk jarinya kepipi istrinya yang sedang bengong yang membuat Billa seketika sadar dari khayalan nya yang sudah kemana-kemana.
"Ahk iya.. morning too." jawab Billa gugup.
"Hey sayang apa yang kau lihat?." tanya Vino menatap dengan selidik.
"A.. tidak ada." jawab Billa lagi salting.
Vino menatap Billa dari dekat semakin dekat dan sekarang jarak wajah mereka sangat dekat hanya 5cm saja.
"Kau melihatnya bukan?." ucap Vino.
"Hah?." Billa terperangah tak mengerti dengan ucapan Vino.
Vino tersenyum." tuhkan, kau menyukainya bukan." ucap Vino lagi.
__ADS_1
Billa yang tak mengerti dengan ucapan Vino hanya mengerutkan kening nya tidak paham." Apa? suka apa?." tany Billa dengan wajah polosnya.
"Astaga jangan bilang kau mau menyentuhnya dulu baru kau mengatakan kejujuran nya jika kau menyukainya." ucap Vino lagi.
"Apa maksud nya? menyukai apa?." batin Billa betanya-tanya.
Dan saat Vino berdiri Billa langsung menutup matanya dengan kedua tangan nya." Aa..kenapa kau tidak memakai celana mu?." tanya Billa sambil menutup matanya.
Vino melihat Billa dengan alis yang di angkat keatas sebelah." kau harus terbiasa dengan nya, kau tahu dia yang semalam membuat kamu merasakan rasa nikmat itu."ucap Vino berjata dengan wajah yang sangat santai.
Beda hal nya dengan Billa yang pipi sudah kembali memerah bak kepiting rebus." bisakah kau tidak mengatakan nya aku kan malu." tutur Billa dengan pelan.
Vino rerkekeh."malu? bahkan semalam kau meremas miliku." ucap Vino lagi tak lupa dengan wajah yang polos tak berdosa.
Billa kembali di buat malu dengan Vino yang mengatakan hal yang tidak seharusnya menkadi topik pembicaraan itu, " Stopp !! aku mau mandi, jangan bahas itu lagi, aku malu." ucap Billa sambil berdiri.
Dan reaksi Vino kembali menegang saat melihat tubuh istrinya yang tidak memakai penutup apapun, "sayang jangan bilang kau mau menggodaku lagi." ucap Vino dengan wajah yang tersenyum misterius.
Billa terdiam dia baru sadar dengan tubuhnya yang tak mengenakan sehelai benang pun, " Astaga aku telah membangunkan singa yang kelaparan." batin Billa mengutuk kecerobohan nya.
"Hemmphh..
Vino menyerang kembali istrinya dan di pagi hari itu keduanya melakukan aktivitas panasnya lagi, Vino seakan tidak bisa puas dan malah meminta mengulang nya kembali membuat Billa mengerutu kesal meski di balik kesal nya dia juga tak munafik sama menginginkan petempuran itu.
.
.
.
.
Siang harinya Vino chek out dari hotel dia berniat untuk mengecek kandungan istrinya, hebat bukan baru menikah satu malam tapi Billa sudah hamil?, entahlah yang jelas itu karna cinta menurut Vino dan Billa, kadang manusia tidak tau seperti apa cara tuhan manakdirkan sepasang anak manusia untuk berpasang-pasangan.
__ADS_1
Billa dan Vino percaya bahwa tidak ada kata musibah di kamus kehidupan nya semuanya itu sudah jalan dari sang maha pencifta, mungkin jalan cinta mereka memang harus dengan cara seperti ini, ya cara hamil lalu menilah.
Tidak ada manusia yang sempurna begitupun dengan Vino sempurna fisik tapi semua nya tidak hanya di ukur dari fisik saja, Vino juga memiliki banyak kekurangan di sisi lain hidupnya, sama hal nya dengan Billa keduanya hanyalah dua anak manusia yang saling mencintai dengan takdir yang berbeda.
" Oke, kita mulai ya bu." ucap dokter kandungan yang sedang mengoleskan Zel ke perut Billa.
Vino tersenyum melihat layar monitor yang ada di samping istrinya yang memperlihatkan buah hatinya yang masih sangat kecil itu, beberapakali Vino mendaratkan kecupan di bagian wajah istrinya sebagai rasa sayang nya pada sang istri yang sudah menjaga kandungan nya sejauh ini.
"Kondisi janin nya sehat ya tuan, dan kehamilan nona sudah memasuki bulan ke 2 jadi kondisi nona mudah rentan mengingat nona masih hamil muda, dan emm sebaiknya tuan dan nona tidak terlalu sering melakukan emm..hubungan suami istri." tutur sang dokter panjang kali lebar, dengan kata-kata terakhir yang di ucapkan penuh kecangungan.
" Wah sayang, 7 bulan lagi dia akan lahir." satu kecupan mendarat di pipi.
Gleh..dengan susah payah si dokter kandungan yang bernama Aura itu menelan ludahnya kasar.
"Tapi kenapa saya tidak boleh menjenguk anak saya?." tanya Vino dengan tatapan tajam nya yang membuat si dokter kembali di buat cangung.
"bukan tidak boleh tuan, hanya harus dibatasi, emm.. misal satu minggu sekali atau dua minggu sekali." tutur si dokter dengan amat hati-hati.
"Tuh sayang dengerkan, aku boleh main setiap hari, uuhh makin sayang." Vino kembali mengecup setiap inci wajah Billa sedangkan Billa hanya diam saja menahan malunya atas sikap suaminya yang terlalu berlebihan.
"Asataga apa anda tidak punya telinga tuan? saya bilang satu minggu sekali bukan tiap hari." batin si dokter kandungan.
"Emm." si dokter mulai risih melihat kelakuan calon ayah dan ibu yang terus menerus memperlihatkan kemesraan nya di depan matanya itu, ingin berteriak sekencang-kencang nya, sungguh di usianya yang baru menginjak 27 tahun dia masih polos dan masih berstatus jomlo demi apapun.
Billa mencubit pingang suaminya yang menciumnya tidak mengenal tempat, dan ucapan Vino membuat Billa tak bisa berkata-kata.
" Awww.. sayang kamu nakal !! awas ya nanti di rumah siap-siap tiga ronde." ucap Vino gemas sambil mengecup bibir istrinya.
"Whatt !!! tuhan tolong jangan biarkan aku mati sekarang, aku masih jomlo." batin dokter Aura ingin betteriak.
"Dia bukan Alvino Putra dia raja mesum dadakan." batin Billa ingin sekali membungkam mulut suaminya dengan lakban.
__________
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
Jejak !!