Menikah Dengan Anak Majikan

Menikah Dengan Anak Majikan
Season 2. Bukan anak kecil lagi.


__ADS_3

Alvino Putra pria tampan yang memiliki Hobby potret memotret, anak kedua dari 3 bersaudara, di usianya yang sudah masuk 24 tahun pria tampan itu masih senang dengan hobby nya dalam memotret gambar-gambar indah pemandangan maupun gambar wanita-wanita seksi.


Kuliah 5 tahun di kota yang bisa di bilang terpencil membuat pria yang sering di panggil dengan nama Vino itu menjadi lebih suka dengan kesederhanaan, berbanding dengan saudara kembar nya Alvian Putra dan Alvina Putri yang lebih identik dengan hidup mewah.


Fasilitas yang di berikan sang Daddy membuat Vino banyak di gemari para wanita-wanita cantik, bukan hanya di luaran saja di dunia pemotretan pun Vino terkenal dengan fhotografi profesional yang selalu membuat karya-karya yang mengagumkan setiap hasil jepretan nya.


"Aku pulang." Suara khas orang cape.


"Ya ampun sayang nya Mommy, abang kenapa ngak nyuruh supir buat jemput, uuh pasti cape ya."Sakira memeluk erat anak keduanya dengan penuh kerinduan pasalnya Vino sangat jarang pulang dan hari ini Vino pulang dengan menggunakan kendaraan beroda dua.


Vino menghela nafasnya, "Mom aku bukan bang Vian, aku sudah besar."Vino memang lebih suka dengan dunia luar dari pada harus bermanja seperti sang abang yang tak lain Vian yang lebih sensitif, takut kotor lah, panas lah,bau lah dan lainya.


Sakira tersenyum dari sekian banyak nya anaknya hanya Vino lah yang mengikuti jejak kesederhanaan nya."Kamu memang putra Mommy."Mencium gemas pipi sang putra.

__ADS_1


Lagi-lagi Vino hanya bisa pasrah dengan perlakuan sang Mommy yang selalu menganggapnya seperti anak kecil.


_____________


Anggela Syabilla gadis yang memendam sejuta kebencian, Hidupnya penuh dengan tekananan dan tekanan, tidak dianggap anak oleh ayahnya, di bully habis-habisan oleh teman-teman nya karna tidak memiliki ayah.


Ayah ibu nya yang tidak menikah membuatnya harus mendapatkan celaan dari para tetangganya karena ibunya ternyata seorang mantan simpanan orang kaya, pundah pindah tempat tinggal sering iya lakukan karna ibunya selalu terjerat hutang ke renternir.


"Ingat janjimu, balaskan dendam ayah mu !! " Kata-kata terahir ibunya sebelum menghembuskan nafas terahir nya masih terngiang-ngiang di kepalanya.


"Hey gadis bodoh bawa makanan ke kamarku." Teriak seorang pria mengelegar di kamar yang berada tak jauh dari tempatnya.


Dengan wajah masam dan sedikit mengerutu Sayabilla atau sering di panggil Billa langsung berjalan ke arah sumber suara dengan makanan yang ada di atas tangan nya.

__ADS_1


Tok..tok..tok..


"Buka saja bodoh !! tidak di kunci."Teriak suara khas pria yang baru bangun tidur.


Dengan wajah menahan kesal Billa masuk kedalam kamar yang di penuhi dengan gambar-gambar yang sangat iya benci itu.


"Ini pesanan anda tuan." Ucap Billa sambil menaruh makanan untuk pria yang iya benci.


Si pria melirik sekilas lalu beranjak dari tidurnya, "Mau kemana kau? Duduk dan suapi aku."Perintah yang tak pernah mau di bantah.


Dengan hati yang kesal Billa pun menyuapi si pria, suapan demi suapan masuk kedalam mulut si pria.


"MAJIKAN gila !! kau punya tangan bodoh, kenapa masih saja menyuruhku."Jeritan hati Billa yang selalu iya ungkapkan saat sedang menyuapi pria yang menjadi majikan nya.

__ADS_1


"Sesekali kau harus tersenyum jika menyuapiku, jangan tampangkan wajah jelek mu itu."Ucap si pria yang sering iya panggil Tuan degan cetus.


"*Dasar p*ria gila, seminggu dia bisa berkata baik tapi seminggu kemudian pria gila ini berprilaku kejam." Dengkusan penuh kekesalan yang selalu di ucapkan Billa di dalam hati.


__ADS_2