Menikah Dengan Anak Majikan

Menikah Dengan Anak Majikan
Mualnya Vino.


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G..


🌹🌹🌹🌹🌹


Billa menatap tak percaya melihat rumah megah yang iya pijak, bahkan Billa sampai melebarkan matanya saat melihat foto keluarga yang di pajang di ruang tamu, tak hanya itu Billa juga di buat kaget karena ternyata wanita baik yang menolong nya itu adalah Sakira wanita yang di sebut-sebut menghancurkan masa depan nya, sekaligus ibu dari Alvino? pria yang dengan tega menjadikan nya sebagai budak dan dengan tega menodai nya.


"Maaf nyonya, sepertinya saya tidak bisa tingal disini, saya harus pergi." Ucap Billa tak mau kembali bertemu Vino.


"Kenapa buru-buru sekali? jangan dulu, kamu harus memastikan kandungan mu sehat dulu, tinggalah disini tiga atau empat hari, setelah itu kamu bebas pergi kemanapun kamu mau asal kamu selalu menjaga kandungan mu, dia anakmu." Ucap Sakira bijak yang lagi-lagi membuat Billa semakin tidak bisa membenci wanita di depan nya.


"Apa dulu Ayah membohongi ibu dan aku? ." batin Billa. "tapi kenapa Ayah melakukan itu? kenapa ayah bisa-bisa nya bilang kalau keluarga ini jahat!! ." Billa masih tidak paham dengan amanah ibunya, dan juga kata-kata ibunya dulu.


"Mereka yang menghancurkan keluarga kita, berjanjilah pada ibu untuk membalaskan dendam ayahmu." Sebuah kata terakhir sebelum ibunya menjemput ajal terngiang-ngiang di pikiran nya.


"Billa? kamu kenapa melamun?." ucap Sakira yang seketika membuat Billa sadar dari pikiran nya.


"Ahk tidak nyonya, saya hanya merasa tidak pantas untuk mendapatkan kebaikan anda." Ucap Billa sambil menunduk.


Sakira tersenyum melihat Billa." Tidak perlu sungkan Billa, anggap saja rumah mu sendiri, Ahk iya ayo kita ke kamar mu, kebetulan kamar di belakang sangat penuh jadi sepertinya kamu harus tidur di kamar atas." mengajak Billa untuk berjalan menaiki tangga menuju lantai atas.


Keduanya berhenti tepat di sebuah kamar, "Ini kamar Putra saya kebetulan saya memiliki anak kembar, untuk sementara kamu bisa memakai kamar putra saya, kebetulan dia hanya pulang sesekali saja dan sekarang putra saya sedang ada di luar kota." Tutur Sakira sambil membukakan pintu kamar.


"istirahat dulu lah, kamu pasti cape kan." Ucap Sakira sambil tersenyum.


"Kenapa anda sangat baik nyonya?." tanya Billa yang membuat Sakira terdiam lalu menghembuskan nafasnya pelan.


"Saya pernah di posisi mu dulu, saat itu saya hanya seorang gadis kampung yang tak punya apa-apa, dengan sedikit keberanian saya pergi ke kota dan banyak yang saya lalui, saya pernah tidur di emperan toko kolong jembatan dan banyak lagi hal yang saya lalui sampai akhirnya ada seorang wanita yang baik hati yang mau menjadikan saya menantunya." Ucap Sakira.


Billa terdiam mendengar penuturan Sakira bahkan Billa sampai meneteskan air matanya. "Ayah dan Ibu telah membohongiku, kenapa mereka sangat kejam menjerumuskan aku kedalam kebencian yang membuat ku menderita !! aku kecewa." batin Billa, kini Billa tau bahwa apa yang di ucapkan ibunya itu tidak benar.


mendengar semua penuturan Sakira membuat Billa tau jika wanita di depan nya berkata jujur, bahkan Billa bisa melihat raut wajah yang masih terlihat cantik itu memperlihatkan mata kejujuran bukan kebohongan.

__ADS_1


"Andai waktu bisa terulang aku mau hidup tanpa menyimpan benci !!."


"Terimakasih nyonya, anda sangat baik..mm bolehkah saya memeluk anda nyonya." tutur Billa sambil menunduk.


Sakira tersenyum." tentu, kau tau saat aku pertama kali masuk ke rumah ini aku juga di peluk hangat seperti ini." Sakira benar-benar melakukan apa yang di minta Billa.


Untuk sementara Billa merasakan hangat nya pelukan seorang ibu. "Apa ini rasanya pelukan ibu? seenak ini? setenang ini?." Billa membatin.


Sedari kecil Billa memang kekurangan kasih sayang ibu nya karena dulu ibunya dulu sangat sibuk dengan pekerjaan nya yang sebagai wanita malam.


"Saya akan menyiapkan makan malam, kamu istirahat saja nanti akan ada pelayan yang menghantarkan baju untuk mu." Tutur Sakira lalu pergi meninggalkan Billa yang masih mematung di depan pintu.


Ragu-ragu Billa berjalan memasuki ruangan berwarna chat abu-abu itu, Billa mengadahkan pandangan nya ke setiap juru, sisi kanan sisi kiri dan yang terakhir Billa melihat nakas dan langsung terkejut karena melihat foto Alvino yang sedang berfoto seraya tersenyum.


"Ini kamar Vino?." ucap Billa sambil mendekati nakas. "Aku mencintaimu Vino, tapi kenapa kamu tega kamu jahat, hikss..Vino yang aku kenal itu kejam tapi dia ngak sejahat ini," Sambung Billa sambil mengeluarkan air matanya lalu tangan nya mengusap pelan perut nya yang masih rata.


"Maafkan ibu sayang, ya dia ayah mu, tapi dia tega pada ibu, ibu menyanginya tapi dia hanya menganggap ibu sebagai pemuas nafsunya, bantu ibu untuk melupakan ayahmu sayang meski itu mustahil." Billa berucap sambil mengusap pelan perutnya, berharap si jabang bayi akan mendengar keluhan nya.


tok..tok..


"Saya pelayan nona, saya disuruh nyonya besar untuk menghantarkan baju untuk nona."


Billa membuka pintu dan benar saja ada seorang pelayan wanita yang terlihat masih muda. "Ahk iya, terimakasih mba." Ucap Billa sopan lalu kembali menutup pintu.


Sedangkan si pelayan tadi terlihat tidak suka melihat Billa." Cih dasar gembel, aku saja yang sudah lama bekerja disini belum pernah bisa memasuki kamar tuan muda Alvino ehk dia yang gembel bisa masuk, mana tidur di tempat tidur tuan muda lagi, hiss aku kecolongan." ucap si pelayan yang di ketahui bernama Vinka anak dari pernikahan Toni dan Ikke.


.


.


.

__ADS_1


.


Disisi lain Vino yang sedang duduk bersantai di buat mual dan entah kenapa perutnya seperti sedang di aduk-aduk.


"Hoek..hoek.. hoek.. "


Kiky yang kebetulan menjadi patner Vino hanya mengeleng. " Kenapa lo Vin? jangan-jangan lo keracunan kopi tadi lagi." Ucap Kiky yang langsung mendapatkan jitakan di kepala.


"Sembarangan lo, kalo gue minum racun gue udah mati kali." Vino berucap sambil membekap mulutnya yang terasa mulai ingin muntah kembali.


Belum 5 menit Vino sudah kembali ke toilet dan kembali memuntahkan isi di perutnya.


"Lo kenapa sih Vin?." tanya Kiky heran karena tidak biasanya Vino seperti ini bahkan saat sakit pun Vino paling selalu sakit kepala tapi mual ini dan jika di lihat dari beberapa kali Vino muntah Kiky merasa ada hal yang ganjil.


"Gue udah lemes banget Ky," Vino sudah lemas dengan kepala yang sedikit pusing.


"Gue curiga Vin, lo itu muntahnya ngak wajar, jagan-jangan lo." Kiky menutup mulutnya.


"Jangan-jangan apaan Ky?." tanya Vino penasaran.


" Dilihat dari apa yang lo rasian sih antara lo hamil atau ada gadis yang pernah tidur sama lo yang hamil," Tutur Kiky yang langsung membuat Vino terdiam.


"Apa Billa hamil? ." Vino membatin.


_________


🌹🌹🌹🌹🌹


Sambil nunggu Upp terbaru yuk mampir dulu ke novel terbafu Author.


udah 18 epsd loh😍

__ADS_1



Jejak !!


__ADS_2