
JANGAN LUPA LIKE COMENT AND VOTE !!
Selamat membaca😉
🌹🌹🌹🌹
Rumah mewah keluarga Nando Putra terlihat sangat megah ditambah dengan berbagai dekorasi di sudut ruangan itu.
Nando dan Sakira tak henti2 nya saling menguatkan mencoba untuk mengiklaskan sang putri yang akan segera melepas masa remajanya.
"Sayang.. Jangan sedih terus hari ini adalah kebehagian untuk gadis kecil kita jadi kita juga harus bahagia, " Ucap Nando sambil memeluk sang istri.
" Iya sayang.. aku ngak sedih cuman ngerasa waktu terlalu cepet aja, kemarin Vina masih suka di gendong kesana kesini dan sekarang Vina mau menikah dengan pria yang iya cintai, " Ucap Sakira sambil melepaskan pelukannya.
Lalu keduanya bersiap2 untuk acara ijab kabul karna pengantin pria nya sudah datang.
Gio berjalan dengan gagah wajah tampan nan menawan seketika membuat orang2 yang akan menjadi saksi pernikahan nya menjadi meleleh kala melihat senyuman yang tersunging di bibir tipisnya.
Arkhan dan pak Denis takalah menawan meski Usia Arkhan sudah kepala tiga tapi pria berwajah datar itu bisa membuat siapapun terpesona dengan wajah tampan nya, " Astaga.. bukan nya itu gadis yang kemarin ponselnya tertingal di taxi? mau apa dia kenapa dia ada di acara pernikahan Tuan muda. " Batin Arkhan yang tak sengaja melihat Keysa di kerumunan para tamu undangan.
" hah.. itukan Om2 yang kemarin naek taxi sama aku.. huh aku yakin pasti dia copet yang ngambil ponsel ku, " Ucap Keysa yakin seyakin2 nya. sedangkan Adinda yang melihat Keysa bersungut2 terus hanya menghela nafasnya kesal. " Berisik.. suara lo bisa di kecilin volumenya ngak? liat orang2 pada liatin kita tau, "bisik Adinda di telinga Keysa wajah nya nampak kesal karna Keysa berbicara terlalu keras dan mengundang tatapan horor orang2 di sekitarnya.
Acara yang di tunggu2 semua irang pu tiba khususnya untuk calon pengantin yang sudah duduk dengan tegang di depan penghulu.
Gio mencoba untuk rileks meskipun sejujurnya iya sedang merasakan tegang yang amat tegang karna ini adalah pernikahan pertama dan terakhirnya.
Berbeda dengan Vina yang nampak biasa saja sehingga membuat Sakira mengerutkan dahinya melihat wajah sang putri yang nampak biasa saja, " dulu perasaan aku pas nikah tengag banget kenapa Vina engak ya, " Sakira nampak bingung.
__ADS_1
" ya jelas Vina biasa aja orang Vina mah enak nikahnya sama pria yang dia cintai ngak kaya kita dulu, " Ucap Marni yang duduk tepat di belakang Sakira membuat Sakira mengelus dadanya pelan karna kaget dengan jawaban dari orang yang tidak sama sekali iya tanya.
" Diem lo Mar.. ini itu acara penting tau, jangan bikin ulah. "Sakira nampak sebal melirik teman abstrak nya dari kecil itu.
" Woles aja besan nanti juga nikahan anak kita bakalan kaya gitu, " Ucap Marni sambil terkekeh sedangkan Sakira sudah tidak bisa membayangkan jika mempunyai besan dan Mantu seperti Marni dan Tasya yang kelakuan nya tak jauh beda.
" Semoga aja mata kedua putra ku bisa terbuka lebar, jangan sampe punya mertua absrak kaya si Marni."Batin Sakira bersungut2.
" Baik.. apakah semuanya bisa di mulai? " Tanya Pak penghilu memastikan.
dan lansgung diangguki kedua mempelai.
..." Saya terima nikah dan kawin nya Alvina putry bin Nando putra dengan mas kawin tersebut di bayar tunai !!...
Dalam satu tarikan nafas Gio pasih mengucapkan kata2 itu dan tak lama kemudian semua para saksi tersenyum.
..." SAH "...
" Hehe maaf replek, " Bisik Vina sambil mencium pungunug tangan sang suami. begituoun Gio yang mengecup kening sang istri.
Sakira dan Nando saling berelukan haru melihat anak gadisnya telah sah menjadi istri dari pria yang di cintainya.
" lebay. Ayo pih kita makan dulu aja, sambil cari udara segar disini malah sumpek liat orang tua pada lebay." Ucap Marni sambil mengaleng tangan suami tercintanya.
Sakira yang tadinya ingin menangis mengurungkan niatnya lalu berjalan ke arah repsesi dimana sudah terpampang dua kursi di samping kursi pengantin.
Kini saat nya para kedua penagntin meminta restu dan doa pada kedua orang tuanya. karna Gio sudah tidak mempunyai siapa2 jadi iya hanya meminta restu pada orang tua istrinya.
__ADS_1
"Momm.. maafin Vina ya kalo Vina suka manja dan suka repotin Mom.. Vina janji bakalan sering2 main ke rumah.. restui pernikahan Vina ya, " Ucap Vina yang sedang berjongkok tepat di depan kaki sang Mommy.
Sakira mengelus kepala sang putri tak terasa air matanya yang tadi sempat tertahan akhirnya tumpah juga karna merasa tersentuh dengan ucapan sang putri. "Vina sayang doa mommy selalu merestui mu nak, jangan manja ya sayang.. hormati suamimu dan jadilah istri yang baik. " Ucap Sakira sambil mencium dahi sang putri lalu membawa tubuh mungils Vina kedalam pelukanya.
" Mommy nitip Vina ya, kalo dia nakal ingatkan dia dengan cara yang baik jangan kasari dia karna dia tidak pernah mendapatkan perlakuan kasar.. Semoga kalian bahagia selamanya. " Pepatah Sakira pada menantunya dianguki oleh Gio lalu mencium pungung tangan mertuanya.
" Dad.. Are you ok? Maafin Vina ya Dad.. kalo Vina suka ngambek dan bikin Daddy kesel.. Restui pernikahan Vina dan abang ya Dad, "
Ucap Vina sendu karna Vina memang lebih dekat dengan sang Daddy dibandingkan dengan sang Mommy karna Nando memang sangat menginginkan anak perempuan jadi iya selalu memanjakan Vina.
" Gadis kecil nya Daddy udah besar.. sekarang udah nikah dan mau ningalin Daddy, Jangan manja terus ya sayang.. jadi istri yang nurut apa kata suami dan jika suami mu menyakitimu jangan sungkan mengadu pada Daddy karna Daddy akan selalu ada buat kamu, "Ucap Nando penuh haru lalu memeluk tubuh mungils sang putri meyakinkan bahwa meskipun gadis kecilnya sudah menikah tapi Vina akan selalu menjadi gadis kecilnya sampai kapan pun.
Kini tiba giliran Gio yang meminta restu kepada mertuanya. "Saya titip Vina sama kamu Gio. jangan sesekali berani menyakitinya karna kamu tau jika kamu melakukan hal itu kamu pasti akan berurusan dengan saya, dan ya jujur saja saya salut karna kamu mau menunggu Alvina dan sekarang saya merestui kalian berbahagialah.. dan cepat berikan kami cucu, " Ucap Nando yang membuat Gio yang asalnya gugup dan tegang menjadi tersenyum berbeda dengan Vina yang mendengarnya pipinya langsung merah seperti udang rebus.
" saya berjanji akan selalu menyangi dan mencintai Alvina segenap jiwa raga saya, " Ucap Gio yang langsung di rangkul oleh Nando. "Saya pegang janji kamu," Ucap Nando disela2 pelukannya.
Tak jauh dari tempat itu terlihat Alvian dan Alvino yang sedang tersenyum melihat adik kesayangan nya yang sedang bahagia karna menikah dengan pria yang disukainya.
" 12 tahun kita menganggu mereka tapi ternuyata memang Gio adalah jodoh yang pas untuk adik kita, dan mereka saling mencintai. "Ucap Vino.
" Kamu benar Vino, semoga saja Vina bahagia dengan pilihannya, " Ucap Vian lalu menagajak Vino untuk bergabung dengan kedua orang tuanya yang sedang berfoto keluarga.
______
🌹🌹🌹🌹
Maaf ya ngak bisa ngundang para Readers soalnya lagi Colorna😭
__ADS_1
Part nikahan Vina bakalan panjang banget ya gays😉 nanti juga akan ada sambungan lainya di cerita si Marni ♡ Cinta Gadis Kampung ♡
TBC😚