
Sakira terus menangis sepanjang jalan yang membuat Semua orang yang melihat nya melongo karna biasa nya gadis mungil itu Ceria dan periang meskipun selalu usil tapi baru kali ini penghuni rumah di kaget kan oleh suara tangis Sakira yang mengema.
Mamah Reny Nia dan Nanda yang mendengar Suara tangisan Sakira langsung berjalan menghampiri kamar Sakira namun saat ingin membuka nya kamar nya terkunci.
Mamah Raeny yang khawatir langsung mengetuk2 pintu..
"Sakk.. kamu ga papa nak? Ini mamah nak.. Buka pintunya mamah mau masuk." Ucap mamah Reny namun Sakira tak kunjung membuka pintu.
Nia yang mengetahui latar belakang Sakira pun menjadi was2 pasal nya Nia tau Sakira itu memang gadis yang ceria dan pekerja keras namun siapa sangka Sakira yang baru berumur 17 Tahun harus merantau ke kota hanya untuk membayar hutang2 nya yang numpuk dan masa lalu yang menyedihkan.. Nia takut Sakira nekat mengakhiri hidup nya.
Nia pun menangis sambil mengetuk2 pintu.
"Hiksss....
"Hikssss...Sak....Buka dong jangan kaya gini sakkk.. kalo ada masalah cerita sama gue." Ucap Nia sambil menangis.
"Mah...Sakira mah... " Lirih Nia ke mamah Reny. Mamah Reny pun memeluk Nia penuh sayang.
Tenang sayang mamah yakin Sakira ga bakalan ngelakuin hal yang membuat nya rugi, Dia kan gadis yang kuat dan pintar sayang." Ucap mamah Reny sambil mengelus rambut Nia pelan.
Sedangkan Nanda hanya mematung melihat kedua wanita yang sangat berharga untuk nya menangis hanya untuk gadis menyebalkan seperti Sakira.
"Huh dasar si perut gentong bisa2 nya bikin mamah sama kak Nia nangis." Ucap nya dalam hati kesal.
"Kita harus beri waktu Sakira buat sendiri dulu, biar dia bisa nenangin pikiran nya." Ucap mamh Reny dan di angguki oleh Nia.
Sedangkan Sakira yang berada di dalam kamar sedang Tertidur lelap karna cape menangis Sakira menjadi lelah dan lapar.
Sebenarnya Sakira ingin keluar mengambil makan namun Sakira malu, Takut dan masih merasa cangung bila bertemu dengan Nando.
jam menunjukan jam 08:00 Waktunya makan malam.
Di meja makan Nia dan mamah Reny sedang menunggu Sakira yang dari tadi siang belum keluar kamar bahkan belum makan.
__ADS_1
Nanda yang baru sampai di meja makan pun merasa aneh Pasal nya biasanya semua makanan di meja biasanya sudah hampir habis dan siapa lagi kalo bukan si perut gentong alias Sakira.
Tapi malam ini di lihat nya makanan masih banyak dan mungkin belum tersentuh.
Ada rasa senang karna Makanan nya masih banyak Namun ada rasa kesepian juga pasal nya setiap hari Nanda selalu meributkan makanan dengan Sakira tapi hari ini hampir setiap satu hari tidak bertemu dengan Sakira.
"Kak Sakira kenapa ya, Apa dia sakit atau jangan2 hah.. Aku yakin ini pasti ulah kak Nando, huh.. Awas saja kalo Kak Sakira kenapa2. " Ucap Nanda dalam hati.
Mah ko Sakira ga turun2 ya dari siang" Tanya Nia. " Iya Nak mamah juga ga tau, Sakira dari siang ngunci dikamar." Ucap mamah Reny.
"Aku khawatir mah takut Sakira knapa2." Ucap Nia lagi. "Tenang Sayang mamah yakin sakira pasti baik2 aja."
Disisi lain Nando yang baru pulang dari luar pun melihat langsung ke meja makan.
Dilihat nya bangku kosong yang selalu di duduki oleh gadis nakal yang tak lain adalah Sakira.
Dia pun merasa aneh karna setaunya biasanya gadis mungil itu pasti sudah memakan hampir tiga piring bhkan bisa lebih.
Nando pun mencoba bertanya kepada mamah nya.
"Hus kamu ga boleh ngomong gitu bagai mana pun Sakira itu adalah bagian dari keluarga ini, tady mamah Nia dan Nanda liat Sakira nangis setelah itu mamah sama adek2 mu mengetuk pintunya namun ga ada sahutan." Ucap Mamah Reny lirih.
"Jadi dia belum makan?? " Tanya Nando lagi. " Jangan kan makan kak, Keluar kamar juga engak." Ucap Nia yang sudah terisak...
Hiks...
Hiksssss..... aku gamau Sakira ningalin aku.. aku gamau Sakira pergi.. Ucap Nia sambil menangis.
mamah Nia memeluk putry nya dengan lembut. "Sabar sayang, mungkin Sakira lagi pengen sendiri." Ucap mamah Reny.
Sedangkan Nanda langsung melirik tajam pada kakak nya. Nando yang melihat tatapan tajam dari adik nya pun merasa bingung.
"Kamu kenapa dek." Tanya Nando.
__ADS_1
"CK.. Ga usah basa-basi apa yang kaka lakuin ke ka Sakira Hah..? Tanya Nanda tegas.
"Apa maksud mu kakak ngak lakuin apa2 ko." Ucap Nando mengelak. "Kakak nga usah bhong aku tau kak aku sering mergokin kakak dan Kak Sakira berdebat dan kadang juga kakak membentak nya.. Ucap Nanda sambil melirik tajam.
"Apa dia juga melihat ku mencium Sakira." Ucap Nando dalam hati.
"iya kami memang sering berdebat." Ucap Nando. " Aku yakin kakak yang buat kak Sakira nangis ngaku kak." Ucap Nanda tegas.
"Baiklah sebenarnya..... Ucapan nya terhenti.
Nanda pun menghirup udara dengan kasar. dan mulai menceritakan bagaimana pertama iya bertemu hingga menggikuti Sakira yang tertidur di kolong jembatan dan ruko2.
memdemgar itu Mamah Reny dan Nia menangis tersedu2 merasa kasihan pada nasib Sakira yang terumbang ambing.
Nanda yang terlihat dingin pun meneteskan air matanya mendengar kisah pilu Sakira.
"Ternyata di balik sikap Ceria dan periang nya menyimpan sejuta kesedihan , kak Sakira aku janji mulai hari ini aku akan bersikap baik padamu. Ucap Nanda dalam hati sambil meneteskan Air mata.
Nando pun melanjutkan lagi ceritanya..
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
bantu outhor ya like coment and vote😉