Menikah Dengan Anak Majikan

Menikah Dengan Anak Majikan
Perkara sate.


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G..


🌹🌹🌹🌹🌹


Pagi berganti sore Vino yang seharian disibukan dengan banyak nya tumpukan berkas-berkas file yang harus di pelajari dulu sebelum di tanda tangani nampak terlihat kelelahan, Vino merengakan otot-otot nya lalu dia melihat jam di meja kerjanya yang memperlihatkan pukul 5 sore.


Dirasa sudah waktunya pulang dengan gerakan cepat Vino membereskan file-file yang sempat berantakan itu, setelah selesai Vino berjalan ke arah pintu dan saat Vino membuka pintu dia di kagetkan dengan senyuman so manis dari sekertarisnya.


"Sore tuan muda." sapa Amelia sambil tersneyum seimut mungkin.


Vino tak menjawab pria itu berjalan lurus ke arah lift, Amelia yang melihat itu berdecak kesal, lalu dia pun berjalan mengikuti Vino dari belakang saat Vino masuk kedalam Lift dengan cepat Amelia juga ikut masuk kedalam Litf tentunya dengan senyuman misteriusnya.


"Aduh.." Amelia memulai drmanya dengan pura-pura menabrak tubuh Vino tak lupa dengan tangan yang memegang kepalanya agar sandiwara nya lebih meyakinkan.


"Apa acting ku tidak bagus? kenapa tuan muda masih saja pokus pada layar ponselnya." batin Amelia yang melihat Vino sibuk dengan ponsel nya.


"Iya sayang, akan aku belikan..sekalian sama tukang-tukang nya." balasan Vino pada chat istrinya.


Vino yang sedang membalas chat dari istrinya tersenyum kecil karna Billa memintanya untuk pulang membawa seratus tusuk sate dan 5 eskrim.


Melihat sang tuan muda tersenyum hal itu di salah artikan oleh Amelia yang menyangka jika Vino menyukainya diam-diam.


untuk sekali lagi Amelia mencoba menjatuhkan dirinya ke bawah lantai lift, "Tuan muda tolong bantu saya kepala saya pusing." ucap Amelia memulai drama nya lagi.

__ADS_1


Vino yang sudah tahu jika itu hanya akal-akal dan sandiwara Amelia saja hanya melirik sekilas dengan wajah datar nya.


"Jaga batasan mu, lain kali jangan pernah satu Lift dengan ku, tidak tahu malu." ucap Vino sambil keluar daro Lift karna pintu Lift sudah terbuka.


Amelia yang masih terduduk di lantai Lift langsung dengan cepat berdiri sebelum karyawan lain melihatnya yang nampak menyedihkan karna sudah dua kali di tolak oleh si tuan muda.


"Tuan semakin anda menolak ku, semakin besar juga rasa penasaran ku akan dirimu." batin Amelia sambil berjalan keluar dari perusahaan tempatnya bekerja, sebenarnya ini juga adalah pengalaman pertamanya menjadi seorang sekertaris, tapi sayang nya eksfetasinya tidak sesuai harapan, di bayangan nya dia akan mudah dan gampang mengambil hati seorang CEO tapi ternyata tidak semudah yang Amelia bayangkan.


🌹


Disisi lain Vino yang sudah membeli pesanan istri tercintanya nampak tersenyum senang, sepanjang perjalanan nya pria itu terus bersiul yang menandakan jika dia sedang bahagia, beberapa bulan lagi dia akan menjadi seorang ayah dan Vino sudah tidak sabar menantikan moment itu, hari dimana dia akan menghabiskan hari-harinya bersama anak dan istrinya.


Vino sudah membayangkan akan seperti siapa wajah anaknya, apakah seperti Billa? atau malah seperti dirinya? atau mirip Mommy nya? tapi itu tidak mungkin karna Mommy nya jelas-jelas tidak ikut saat acara peleburan itu.


Drettt.. Drett.. (Anggap aja suara panggilan telpon) ehe.


"Kamu masih dimana? aku udah laper banget." ucap Billa disana yang terdengar seperti merengek.


Vino terkekeh." sabar sayang, ini masih di jalan..15 menit lagi nyampe, sabar ya." ucap Vino lagi.


"Tapi itu yang di beli Eskrim sama satekan? bukan tukang nya?." tanya Billa memastikan yang mana membuat Vino tertawa.


"Haha..kamu ada-ada saja sayang, sabar ya aku akan ngebut biar kamu bisa cepat mendpatkan makanan yang kamu mau. " ucap Vino lagi.

__ADS_1


"Ya deh, tapi jangan ngebut ya." Billa mengingatkan.


"Ashiap sayang." jawab Vino sambil tertawa.


"Hati-hati." ucap Billa sambil memutuskan panggilan nya sepihak.


Sesampainya di rumah Vino benar-benar di baut menganga betapa cepat nya Billa makan, uppss bukan cuman istrinya tapi melainkan dua wanita yang menolak di panggil tua itu.


Siapa lagi kalau bukan Mommy dan Mamihnya Tasya.


"Makasih ya Vino sayang, Mommy udah kenyang." ucap Sakira sambil tersenyum yang hanya di jawab dengan angukan kecil dari Vino.


"Billa makan nya banyak ya Sak, kaya kamu waktu hamil si kembar." ucap Marni yang sudah kenyang sambil mengusap perutnya.


Vino hanya tersenyum kecut, mana ada Billa makan banyak orang Vino yang melihat Billa menjadi kasihan karna istrinya malah kebagian 20 tusuk sedangkan 80 tusuk lainnya malah habis dimakan dua wanita yang masih awet muda itu.


"Enak aja, kamu kali ya makan nya banyak, aku tuh sering nya diet tau." Sakira menolak di panggil rakus meski pada kenyataan nya dia memang selalu tidak bisa menahan rasa lapar, dan sekalinya makan perutnya selalu menolak jika di beri makanan sedikit.


"Aku mah udah pasti engak, lihat aja si Tasya badan nya udah cungkring kaya sapu injuk, itu karna aku jarang makan pas hamilnya." Alasan Marni pada kenyataan nya Tasya kurus karna dia adalah seorang model yang harus mempertahankan bentuk tubuhnya seideal mungkin.


Vino yang jengah karna perdebatan dua wanita seumuran itu langsung mengajak istrinya ke kamar sebelum terjadi drama susulan yang akan membuat telinga nya sakit.


____________

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


Jejak !!


__ADS_2