Menikah Dengan Anak Majikan

Menikah Dengan Anak Majikan
Season 2. Gadis penebus hutang


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G


🌹🌹


Dirumah berlantai satu yang cukup besar jika di tempati dua orang terlihat seorang pria yang sedang duduk dengan melipat tangan di dada.


"Anggela Syabilla !! ." Teriak seorang pria dengan suara yang mengema.


"Mau apa lagi si." batin Billa Berjalan dengan malas.


sesampainya di ruangan Tv yang terbilang minimalis tidak luas tidak sempit, Billa berjalan kehadapan sang tuan muda.


"Anda memanggil saya tuan?."Bertanya meski pada nyata nya iya akan di omeli.


"Menurut mu siapa lagi bodoh !!." suara ketus dan tajam.


"Anggela Syabilla itu namaku !!." Batin Billa kesal.


Sikap ini sudah berulang kali bahkan ratusan kali iya terima."Nyalakan Tv aku mau menonton."Titah si tuan muda.


"Apa !! dia menyuruhku kesini hanya untuk hal kecil ini? Arghhh." Batin Billa menahan kesal.


Billa mengambil remote yang letaknya ada di kaki si tuan muda, ingin mengerutu tapi tak bisa, dengan helaan nafas kesal Billa menyalakan Tv menyetelkan salah satu Chanel yang menjadi Favorite si tuan muda, menjadi budak selama 3 tahun lebih jelas membuat Billa tahu apa yang di sukai si tuan muda dan apa yang tidak di sukai si tuan muda.

__ADS_1


Setelah selesai dengan acara memencet remote, Billa berjalan hendak ke kamarnya lagi meneruskan acara rebahan nya karena sedari malam dia tidak tidur, jangan di tanya apa yang membuatnya tidak tidur, ya siapa lagi kalau bukan karena si tuan muda yang menyuruhnya ini itu dan ini itu tanpa melihat waktu.


Si tuan muda yang tak lain adalah Alvino Putra hanya tertawa melihat Billa yang berjalan dengan gontai dan sesekali menguap itu. "Itu masih belum seberapa, dasar lemah baru begitu saja sudah kalah." Batin Vino sambil tertawa melihat pungung Billa yang semakin jauh dan tidak terlihat lagi.


#Flashblack On.


Kuliah di kota yang mengharuskan nya untuk hidup sederhana hampir bisa di lakukan oleh pria tampan 20 tahun itu, Alvino Putra memilih mencari ilmu di kota B hanya untuk sebuah misi rahasia nya dengan sang abang yang tak lain Alvian Putra.


2 tahun sudah iya menjalani hari-harinya menjadi seorang mahasiswa di Universitas Xxxxxx di kota B.


lelah dan cape itu yang iya rasakan apalagi dia harus kesana kesini dengan kendaraan beroda dua terkadang juga dia menaiki angkutan umum karena Vino tidak suka memperlihakan kekayaan nya meski pakaian yang di pakai Vino bernilai pantastis.


"Hallo bagaimana? apa kamu sudah menekan nya?." Tanya Vino pada seseorang di sebrang telpon.


"Bagus, bawa dia kekediaman ku.. dan satu hal lagi pastikan dia dalam keadaan sehat."Ucap Vino lalu memutuskan telpon dengan sepihak.


"beginilah akibatnya jika bermain-main dengan keluargaku."Ucap Vino dengan senyuman menyerigai.


Selama 2 tahun iya tinggal di kota ini akhirnya iya bisa menemukan letak keberadaan gadis yang telah berani melukai adik tersayang nya dulu.


malam pun tiba, dua orang pria berbadan kekar datang ke rumah Vino dengan membawa seorang gadis 17 tahun yang terlihat habis menangis.


"Jadi gadis ini yang berhutang pada kalian,"Ucap Vino dengan suara yang cetus dan posisi yang membelakangi si gadis.

__ADS_1


"Iya tuan, kami pamit."Ucap dua orang berbadan kekar itu sambil berjalan ke luar meninggalkan si gadis yang masih menangis dengan kepala tertunduk.


Setelah rumah kosong dan hanya meninggalkan Vino dan si gadis penebus hutang itu, Billa yang tak lain gadis yang mempunyai setumpuk hutang pada renternir langsung bangun dari duduknya saat tangan kekar tiba-tiba mengangkat dagunya.


"Lepaskan saya tuan, saya mohon jangan melakukan hal seperti ini, saya akan bekerja untuk membayar hutang-hutang ibu saya."pinta Billa dengan isakan tangis nya tanpa engan melihat seperti apa rupa pria yang berani membayar hutang nya itu.


Vino mengangkat sebelah alisnya. "Heh gadis bodoh jangan berharap banyak, siapa juga yang tertarik dengan tubuh kurus mu Cih..sama sekali tidak menarik."Berucap dengan ketus.


"Aku hanya mau melihat wajah gadis jahat yang telah membuat adik ku keracunan makanan, haha ternyata wajah nya sangat jelek tidak secantik adiku."Sambung Vino lagi dengan suara yang sedikit keras.


Deg.. Billa terdiam untuk sesaat.


ragu-ragu iya mendongkakakan kepalanya dan dia langsung melotot saat melihat siapa pria yang ada di hadapan nya itu.


"Alvino Putra, kakak dari Alvina Putri alias gadis yang beberapa tahun lalu aku racuni dengan makanan." batin Billa sambil mematung.


"Kenapa kaget?." Menghampaskan tubuh Billa ke sopa.


#Flashblack Of.


Jejak !!


jejak !!

__ADS_1


__ADS_2