
JANGAN LUPA LIKE COMENT AND VOTE !!
Selamat membaca😉
🌹🌹🌹🌹
Malam harinya semua anggota keluarga berkumpul di meja makan semuanya nampak khitmat menikmati makanan nya masing-masing, Apalagi sepasang pengantin baru yang tak henti-hentinya membuat keromantisan di meja makan itu.
Vino dan Vian yang melihat Vina dan Gio yang saling menyuapi hanya bisa mengeleng-gelengkan kepala begitupun dengan Nando yang ikut mengeleng melihat kelakuan pengantin baru istri itu berbeda dengan Sakira yang nampak tersenyum senang melihat anak bungsunya yang pandai mengurus suami.
Setelah acara makan itu Vina membantu sang mommy membereskan piring-piring kotor ke dapur sedangkan Gio dan si kembar Vian Vino duduk di ruang tamu bersama Nando.
" Mom.. ko tante Marni ngak bilang-bilang sih pas pindahnya? " Tanya Vina penasaran.
Sakira yang sedang mencuci piring langsung melirik ke arah sang putri yang sedang duduk di belakang nya.
" Katanya sih mertuanya lagi sakit, dan sekalian pindah soalnya si Tasya minta sekolah di sana, " Ucap Sakira sambil mematikan air keran lalu mengelap tangan nya dengan lap kering.
Vina hanya manggut-manggut, " Berarti bakalan lama ya mom? " Taby Vina lagi.
" Ngak tau juga sih, tapi kayanya selamanya mungkin pulangnya kali-kali aja itupun kalau ke kampung halaman nya katanya. "Ucap Sakira.
" Emangnya kenapa gitu tumben kamu penasaran sama tante Mar," Tanya Sakira heran pasal nya setahu nya Vina sangat kesal pada Marni teman kecilnya satu ini begitupun dengan anaknya alias si Tasya yang selalu tiap hari mampir ke rumahnya dan selalu menganggu Vina.
__ADS_1
" ngak papa, cuman nanya aja. " Ucap Vina lalu berjalan ke arah ruang tamu. Sakira yang melihat itu mengangkat bahunya ke atas karna tak mengerti, lalu berjalan menyusul Vina yang jauh di depan nya.
" Ko aku kesini langsung pada diem sih," Ucap Vina heran pasalnya suasana yang tadinya terdengar riuh sekarang menjadi sunyi.
" Ngak papa Vin, sini sayang duduk deket Daddy, "suruh Nando sambil menepuk tempat duduk yang kosong di sampingnya.
" pliss Dad, aku bukan anak kecil lagi tau, aku udah punya suami." Ucap Vina sambil duduk di pangkuan Gio yang membuat Nando mengerucutkan bibirnya karna putri bungsunya kini tidak mau di majakan lagi oleh nya.
" Makanya Vin cepet-cepet kasih cucu biar Daddy kamu ngak nganggap kamu gadis kecil nya lagi." Ucap Sakira sambil duduk di samping suaminya.
" Asiap mom, mau berapa satu dua tiga atau empat? " Ucap Vina santai seolah tak ada beban yang membuat Gio tercengang mendengar celoteh istrinya yang siap mengandung anaknya sebanyak itu.
" Ngak sekalian aja 11 Vin biar jadi kesebelasan sepak bola. " Ujar Vino ikut menimpali.
Suasana itu kembali mencekam ketika celoteh Vina yang mengundang tawa tadi selesai, Nando melirik kedua putra nya yang wajah nya sama tampan seperti dirinya 20 tahun lalu itu. Meski usianya sudah kepala empat tapi pria paruh baya itu masih terlihat segar dan berkarisma apalagi istrinya Sakira yang usianya baru 36 tahun yang mana penampilan nya di usianya yang hampir matang itu masih terlihat segar bugar dan cantik.
" Vian kamu mau kuliah dimana? " Tanya Nando pada si sulung Alvian.
" Vian mau kuliah di Swiss Dadd," Ucap Vian mengutarakan keinginan nya.
sedangkan Sakira yang mendengarnya langsung melongo karna mungkin iya hanya bisa bertemu dengan anak nya srtahun sekali atau pun tidak sama sekali dalam satu tahun mengingat Universitas yang akan menjadi tempat menimba ilmu putranya cukup ketat.
" Sayang. " Sakira nampak sedih karna akan di tingal jauh putra sulungnya. Nando memberikan pelukan pada istrinya agar Sakira tenang dan mengerti dengan keinginan putranya.
__ADS_1
" kapan berangkatnya? Tanya Nando sambil mengelus kepala istrinya. " mungkin besok karna seminggu lagi pendaftaran nya di buka. " Ucap Vian.
" Ya sudah Daddy hanya bisa mendoakan mu dan mendukungmu Vian, belajarlah yang rajin dan pulanglah membawa gelar yang akan membuat Mommy daj Daddy bangga. " Ucap Nando sambil menatap sang putra penuh arti.
Vian yang mengerti dengan tatapan sang daddy langsung berdiri dan berjalan memeluk Mommy nya penuh kehangatan begitupun dengan Vino dan Vina yang ikut memeluk Sang Mommy keluarga itu saling berpelukan menyisakan Gio yang terharu melihat betapa harmonisnya keluarga istrinya.
meski begitu Gio bahagia karna memiliki keluarga yang wellcome padanya bahkan Sakira sejak dulu selalu menganggapnya seperti anaknya dan sampai sekarang dia menjadi menantu di keluarga ini, " Ayah Ibu.. apa kau tau aku sangat merindukan kalian. " Batin Gio tanpa terasa meneteskan air matanya.
Vina yang melihat itu langsung membawa Gio jedalam pelukan nya mencium wajah suami tercintanya dengan perasaan yang luar biasa.
" Jangan sedih, ada Vina yang akan selalu menemani abang.. nanti malam Vina mau abang, " Ucap Vina di akhiri dengan kata-kata yang sangat menggoda membuat Gio seketika tercengang lalu berjalan membawa Vina yang masih di dalam pelukannya, Gio memeluk Vina seakan tidak mau di pisahkan sampainya di dalam kamar iya langsung mengunci pintu kamar serba pink itu lalu membaringkan tubuh Vina di tempat tidur.
" Siapa suruh menggodaku. " Ucap Gio sambil membuka satu persatu pakaian yang di kenakan nya sedangkan Vina hanya terkekeh melihat betapa semangatnya suami tercintanya itu.
" Aku milikmu sayang." Ucap Vina dengan nada yang menggoda membuat Gio liar dan tanpa sadar merobek piyama bergambar Hallo Kitty yang di kenakan Vina yang membuat Vina kesal namun cium*n lembut yang di berikan Gio seketika membuatnya lupa akan baju kesayangan nya.
Dan setelah itu kalian tau apa yang terjadi kan😅
__________
🌹🌹🌹🌹🌹
TbC😚
__ADS_1