
JANGAN LUPA LIKE COMENT AND VOTE !!
Selamat membaca😉
🌹🌹🌹🌹🌹
Pagi hari Matahari menyinari seluruh bumu, cahaya nya menerpa wajah putih Vina yang masih terlelap, iya mengerjap-ngerjap kan kelopak matanya, rasa lelah di sekujur tubuhnya bekas bercinta semalam dengan suami halalnya membuat Vina malas beranjak dari ranjang nya.
di samping nya terlihat Gio yang masih terlelap dalam mimpinya. iya tersenyum melihat wajah tampan suaminya yang selalu memabukan di setiap harinya, rasanya hampa nan sunyi jika hidup tanpa suami tercintanya.
Vina merasa ada sesuatu yang kurang mengenakan di bagian pahanya dan benar saja setelah iya berdiri iya melihat banyak darah di atas tempat tidurnya.
" Ya ampun, aku datang bulan." Ucap Vina sambil berjalan dengan malas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari darah menstruasi yang ada di celana piyama tidurnya.
butuh waktu lama untuk Vina membersihkan diri mengingat banyak nya darah yang keluar dari bagian sensitif nya membuat mau tak mau harus membersihkan dirinya secara detail karna Vina tidak menyukai sesuatu hal berbau jorok.
Sementara itu Gio yang baru mengerjapkan matanya setelah ada sinar Matahari yang menyelonong masuk membuat nya silau dan mau tak mau Gio pun membuka matanya.
Hal yang pertama di lakukan Gio saat bangun tidur adalah melirik kesamping ya sama seperti Vina yang setiap bangun tidurnya pasti melirik tempat di mana pasangan hidupnya tertidur.
Gio berdiri lalu melihat jam yang ada di nakas yang sudah melihatkan pukul 07 pagi, iya berjalan sedikit hendak kekamar mandi namun suara germicik air membuatnya berbalik karna tak mau menganggu acara mandi istrinya.
Gio duduk di tepi ranjang tepat di mana Vina tertidur tadi, lalu matanya membulat saat melihat bekas darah yang ada di sprey dan itu bukan hany satu titik tapi ada 3 atau 4 titik.
__ADS_1
dengan segera Gio memesankan sup ayam untuk sang istri lewat telpon yang tersedia, iya harus memberikan makanan yang penuh gizi mengingat Vina selalu mengeluh sakit ************ jika sedang datang bulan.
Gio selalu tau apa yang di butuhkan istrinya saat hal-hal seperti ini yang tentunya sudah menjadi hal biasa mengingat usia pernikahanya hampir 6 bulan lebih, suami siap siga mungkin itulah gelar yang pantas di berikan pada nya.
manerik seprey dan langsung menaruh seprey itu ke keranjang tempat pakaian kotor, tak lupa Gio juga menyiapkan pakaian untuk di kenakan sang istri dan beberapa perlengkapan lainya termasuk pembalut.
Ngomong-ngomong tentang pembalut entah kenapa Gio menjadi teringat saat iya masih kuliah dulu saat itu iya yang masih semester genap sedang pulang ke negaranya, dan saat berkunjung ke tempat dimana teman keclilnya yang tak lain Vina yang waktu itu masih berusia 14 tahun membuat Gio membulatkan mata saat melihat Vina yang di penuhi dengan darah di area rok bagian belakang nya.
Saat itu Vina memintanya untuk membelikan nya Pembalut karna stok pembalut Vina ternyata habis, mau tak mau Gio membelikan nya, bahkan Gio yang waktu itu berusia 20 tahun sampai tidak mempunyai malu mengantri di sebuah tempat perbelanjaan yang di penuhi dengan ibu-ibu yang sudah berbelanja bulanan hanya untuk membeli pembalut.
Saat sedang sibuk mengingat masa lalunya Gio di kagetkan dengan suara Vina yang ada di dalam kamar mandi yang meminta di antarkan pembalut dan pakaian nya.
" Iya sayang, ini buka dulu pintunya." Ucap Gio sambil membawa pakaian ganti sang istri.
Disisi lain tepatnya di kamar hotel yang di tempati pasangan pengantin baru, nampak Keysa yang masih betah tertidur memeluk guling sedangkan Arkhan sendiri pria itu sudah berpenampilan rapih dengan pakaian rapihnya karna hari ini mereka akan pulang kenegara asalnya.
sebenarnya Arkhan dan Gio sama-sama memiliki rumah di London mengingat mereka berdua pernah tingal beberapa waktu di London tepat nya pada saat mereka berkuliah dulu, bahkan perusahaan Gio pun yang di London kini di pegang salah satu orang kepercayaan keluarganya Gio yang sudah hampir 30 tahun lebih mengabdi pada keluarga Rahardja.
Arkhan menatap tak percaya bagaimana bisa seorang gadis yang sudah bersuami masih bisa tidur nyenyak di jam 07 lewat, sungguh sifat kekanakan Keysa membuat nya kesal pada gadis yang baru 2 minggu menjadi istrinya itu.
Belum sampai disitu tadi malam tepatnya saat iya sedang tidur nyenyak tiba-tiba saja kaki mungils Keysa menendang dadanya yang membuat Arkhan kehilangan keseimbangan karna tempatnya tidur berada di tepi ranjang lebih tepatnya karna Keysa yang tidurnya tidak bisa diam maka dari itu Arkhan memilih tidur di pinggir ranjang dengan guling di tengah yang menjadi penghalang agar istrinya tidak berbuat macam-macam padanya.
Bukan Keysa yang takut di apa-apain tapi Arkhan yang takut akan sikap Ksysa yang selalu bertingkah sesukanya dan iya takut aka kelepasan jika iya dan Keysa tidur tanpa penghalang terlebih lagi Keysa selalu menggodanya terus yang mana membuat iman yang awal nya penuh sedikit demi sedikit menjadi rapuh.
__ADS_1
kakinya yang terkilir bekas tragedi tadi malam masih terasa nyeri, tapi meski begitu Arkhan mencoba berjalan biasa saja mendekati gadis yang masih betah tertidur dalam mimpinya.
Di pegangnya hidung Keysa dengan sengaja menutup kedua lubang hidung Keysa, yang mana wajah membuat Keysa seketika memerah bukan karna kehabisan oksigen tapi karna malu dengan perlakuan Arkhan padanya.
" Om mau ngapain? mau bikin dedek bayi ya? ayo Om kuyy !! ajarin aku cara bikin dedek." Ucap Keysa santai tanpa rasa malu sedikitpun yang membuat Arkhan menyentil kepala Keysa sedikit keras.
Pletak..
" Aw.. sakit tau Om, kenapa? mau aku buka baju? atau Om mau aku yang bukain baju Om? " goda Keysa dengan wajah so imutnya yang membuat Arkhan kesal dan langsung memilih pergi ke luar kamar hotel.
" Huh dasar Om-om kaku, orang aku cuman bercanda juga malah langsung pergi gitu aja ngak seru, perasaan di flm-flm drakor yang aku tonton kebanyakan nya pria nya selalu terbawa nafsu kalau Cwe nya Agresif tapi ini si Om ko ngak nafsu ya? atau jangan-jangan aku nya ngak menarik ya?. " Keysa nampak berpikir.
Lalu matanya membulat. " Atau jangan-jangan bener kalau si Om ngak suka sama Cwe kaya yang di katain Vina waktu itu? hiss kalau gini berarti aku nikah sama Cwo yang ngak normal dong." Ucap Keysa yang pikiran nya sudah kemana-mana.
Disisi lain Arkhan yang sedang meminum kopi panas di restoran yang ada di lantai bawah hotel di buat kesal dengan sikap Keysa yang semakin menjadi-jadi, Arkhan melampiaskan kekesalan nya ke kopi panas dan roti pangang yang tersaji dimeja.
" Gadis kecil itu sungguh mengerikan di bandingkan Nona muda, aku harus berhati-hati dengan nya, sebelum dia melakukan hal-hal yang lebih menakutkan." Ucap Arkhan sambil meleguk kopi panasnya.
____________
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
^^Happy Reading^^
__ADS_1