Menikah Dengan Anak Majikan

Menikah Dengan Anak Majikan
Season 2. Jaga Batasan mu


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G..


🌹🌹🌹🌹🌹


Setelah selesai pemotretan di dekat air terjun Vino dan rombongan tim lain nya langsung pulang dengan mobil mereka masing-masing Vino yang sudah duduk di kursi pengemudi harus menahan kesal karena mobilnya harus ketumpangan Chelsea.


Sepanjang perjalanan Chelsea terus menerus membicarakan hal-hal yang menurut Vino sangat mustahil.


"Vino, aku serius."Ucap Chelsea dengan wajah serius.


"Aku masih muda, dan aku belum menginginkan sesuatu yang lebih serius." Ucap Vino sinis.


"Kenapa?" Chelsea masih ngotot meminta hubungan nya di perjelas.


Sebelumnya Chelsea sempat di marahi papahnya karna Nando alis Daddy nya Vino tidak menyapa nya saat menghadiri acara salah satu dewan, salah satu tamu undangan nya adalah Nando yang di undang sebagai pengusaha sukses di kotanya dan hal yang membuat papahnya Chelsea keaal karna Nando seolah tak mengakui nya sebagai calon besan nya.


Bukan tanpa sebab Pak Ferdi alias papahnya Chelsea merestui bahkan menyuruh Chelsea untuk segera meminta pengakuan dengan hubungan nya di perjelas atau hanya sebatas tuanangan, siapa yang tidak kenal dengan keluarga terpandang seperti Nando Putra, Gio Rahardja, dua pemilik perusahaan besar yang ada di kotanya.


Vino melirik Chelsea sekilas. "Jaga batasan mu Chelsea !! kau tak memiliki hak untuk meminta ku meresmikan status hubungan kita." Ucap Vino dengan ketus di tambah sorot mata tajam.


Chelsea terdiam, benar apa yang di ucapkan Vino hubungan nya memang tidak akan pernah masuk kedalam status yang lebih jelas mengingat Chelsea hanya pacar bayaran Vino.


"Kenapa tidak bisa Vino? kau tahu bukan aku sangat mencintaimu, dan apa kekurangan ku? kenapa kamu tidak tertarik padaku." Tanya Chelsea dengan suara keras menahan kesal

__ADS_1


Vino menghela nafasnya." Menurut mu? selain aku tidak mencintai mu ada satu hal lagi yang harus kamu tahu dan ingat." Ucap Vino tajam.


"Apa?."


"Kamu tidak lebih dari wanita yang murahan, Maaf aku mengatakan hal ini, tapi kau harus tau siapa kamu dan siapa aku, tubuh mu memang sempurna tapi kau tidak memiliki sesuatu yang bisa di banggakan untuk suamimu kelak." Ucap Vino lagi.


Perlahan Chelsea mengerti, Keperawanan nya memang sudah hilang jauh dari sebelum iya mengenal Vino, menjadi model terkenal jelas banyak rintangan yang harus iya hadapi bahkan demi keinginan nya Chelsea merelakan kesuciannya untuk di nikmati orang yang bersedia menjadikan nya sebagai model terkenal seperti sekarang.


selama 8 bulan lebih iya mendambakan akan menjadi nyonya Alvino Putra dan akan menjadi wanita yang paling beruntung harus iya hapus dalam ingatan nya, sangat sulit untuk nya dapat memiliki hati pria tampan itu apalagi dengan status nya yang sudah tidak memiliki keperawanan yang berhasil di ketahui oleh Vino.


Hubungan nya dan Vino dari awal sampai sekarang memang hanya karna sebatas pacar bayaran dan tak lebih dari itu, bahkan Vino seperti tidak tertarik untuk hanya menyentuh tangan nya saja sekalipun.


"Kamu jahat Vino."Ucap Chelsea dengan wajah yang menahan tangis.


"Aku hanya mengatakan sesuatu kebenaran nya Chelsea, sudahlah aku akan mengantarkan mu pulang, "Ucap Vino lagi sambil mengendarai mpbilnya dengan kecepatan penuh.


Dijalanan yang masih melewati pepohonan itu Chelsea hanya terdiam hatinya sakit mendengar ucapan yang di lontarkan pria yang sangat iya cintai itu.


perkataan Vino tadi masuk ke ujung hatinya membuat bekas sakit tak berdarah dan menimbulkan kemarahan terpendam.


"Aku bersumpah Alvino Putra jika aku Chelsea tidak bisa mendapatkan mu maka orang lain pun juga tidak bisa." batin Chelsea yang sudah marah karena sakit hati dengan penolakan secara tidak langsung yang di katakan Vino tadi.


Disisi lain Billa yang sedang duduk termenung di depan jendela hanya bisa menatap awan hitam yang ada di langit, pertanda akan datang nya hujan dan benar saja baru 5 menit iya menatap langit air hujan sudah turun membasahi genteng dan tumbuhan yang ada di bumi.

__ADS_1


Vino yang baru sampai di rumah berniat akan langsung tidur karena lelah, tapi jalan nya terhenti saat merasa tenggorokan nya kering.


Vino memutar jalan nya dan berjalan ke dapur mengambil air dingin di dalam kulkas untuk menyegarkan rasa dahaga yang membuat tengorokan nya kering.


saat berjalan melewati kamar Billa Vino sedikit mengintip karena penasaran apa yang sedang di lakukan Billa di dalam kamarnya.


Matanya menelaah ke kamar berukuran sedang yang hanya berisi Almari, meja yang berisi tumpukan buku yang entah buku apa, serta ranjang minimalis yang di balut dengan sprai berwarna hitam.


Vino melihat gadis yang sedang duduk memeluk lututnya dengan kepala yang di tundukan, " Aku sebenarnya kasihan pada nya, tapi apa yang di perbuat ayah nya dulu pada keluargaku sangat kejam, ini tidak seberapa dengan apa yang di lakukan Alvin pada Daddy dan Mommy termasuk Vina." batin Vino lalu pergi menuju kamarnya.


Sedangkan Billa yang sedang tertunduk merasa sanagat sedih dengan nasib nya yang terus menerus menjadi budak yang seperti tahanan tanpa tau kapan akan di bebaskan.


"Aku ingin pergi dari sini, kapan pria kejam itu akan melepaskan ku." Batin Billa nampak sedih dengan nasib yang menimpanya.


Ayah ibunya pergi tanpa meninggalkan apapun bahkan ibunya pergi meninggalkan hitang yang banyak untuk nya tanpa tau uang itu di gunakan untuk apa, apa iya harus mengingat kata-kata terahir ibunya yang harus membalaskan dendam ayahnya atau dia harus membenci kedua orang tuanya yang telah membuat nya hidup di dalam ruang kebencian seperti ini.


Pertanyaan demi pertanyaan hadir di hatinya? kenapa dia harus memenuhi keinginan terakhir ibunya yang harus membalaskan dendam ayahnya? sedangkan dirinya sendiri tidak tau apa yang terjadi di masa lalu, apa benar keluarga Nando Putra dan Sakira yang menghancurkan keluarganya? atau Ayah dan ibunya lah yang melakukan kejahatan? pertanyaan itu sering muncul di otaknya dan membuat Billa sedikit kesal untuk memikirkan nya.


"Aku hanya mau bebas."


____________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


JEJAK !!


__ADS_2