
H A P P Y R E A D I N G..
🌹🌹🌹🌹🌹
Billa terbangun karna merasa rasa haus yang menyerang tengorokan nya, iya menjauhkan tangan Vino dengan pelan agar pergerakan nya tidak di ketahui oleh Vino, setelah beranjak berdiri Billa menatap wajah Vino yang terlihat damai dalam tidurnya.
" Aku memang mencintai mu Vino, tapi aku masih belum bisa menerima mu." batin Billa sambil menatap Vino.
karna rasa haus yang melanda Billa pun keluar dari kamar Vino dan segera betjalan menuruni tangga dengan hati-hati mengingat iya sedang mengandung.
🌹
Pagi harinya Vino bangun tapi saat iya meraba tempat di sampingnya Vino tak menemukan sosok yang semalam tidur bersamanya.
" Astaga Billa !!." Ucap Vino segera bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi untuk mencari-cari keberadaan Billa namun naas nya Vino tak menemukan keberadaan Billa.
"Apa mungkin di bawah?, sebaiknya aku turun dan mencarinya di bawah." Ucap Vino sambil berjalan menuruni tangga.
dan sesampainya di bawah Vino langsung berteriak-teriak memanggil nama Billa namun nihil tidak ada sahutan dari satu orang pun yang membuat Vino merasa khawatir.
"Pelayan !!." teriak Vino menggema dan tak lama berselangpun beberapa pelayan muncul dari arah yang berbeda-beda.
semua pelayan itu menunduk ketakutan saat melihat wajah sang tuan muda yang memperlihatkaan kekesalan.
" Kalian kemana saja !! apa Daddy Mommy mengajih kalian hanya untuk bersembunyi di rumah belakang hah !!." bentak Vino yang akhir-akhir ini mudah marah.
__ADS_1
"Maaf tuan muda, apa salah kami." ingin sekali pelayan itu menjawab begitu tapi kata-kata itu hanya bisa terucap di dalam hati mereka, karena jika benar terucap sudah di pastikan si tuan muda yang terkenal dingin itu pasti akan mengusir mereka, pikir para pelayan mengingat sewaktu kecil Vino memang sering memecat pelayan yang membuat kesalahan.
" Cepat cari Syabilla !! aku tidak mau tahu cepat cari gadis itu." Ucap Vino kembali mengema yang membuat para pelayan mengangguk cepat karena takut meski nyatanya mereka tidak tahu siapa Syabilla? kenapa tuan muda mencari gadis bernama Syabilla?.
dengan gerak cepat para pelayan mencari-cari keberadaan gadis yang jelas-jelas tidak mereka kenal bahkan mendengar namanya saja baru sekarang, aneh dan bingung itulah ekspresi yang di perlihatkan para pelayan mereka semua mencari gadis bernama Syabilla itu kesetiap juru ruangan atas dan bawah, area taman, area dapur, area kolom berenang, area taman belakang dan yang terakhir di area perumahan.
Vino terus bulak balik sana sini dengan pikiran yang berkecamuk kemana-mana, kahwatir dan ketakutan jika Billa nekad melakukan hal yang tidak-tidak masuk kedalam pikiran nya.
" Pelayan !! kenapa kalian bersembunyi lagi !! cepat bawa gadis itu." teriak Vino lagi.
Hening tak ada jawaban yang membuat Vino semakin kesal. "Billa kamu kemana? aku harus mencari mu kemana?." Vino duduk di sofa sambil memijat kepalanya yang terasa pening.
"Pagi-pagi sudah berteriak !! kau sudah gila hah." ucap seorang pria yang tak lain adalah Alvian.
Vino melirik ke sumber suara. " Sejak kapan kau disana bang?." Tanya Vino heran.
"Kau melihatnya?." tanya Vino.
"melihat apa?." tanya balik Vian heran.
"Ahk tidak," ucap Vino sambil beranjak berdiri lalu berjalan menaiki tangga.
Vian yang melihat itu menggelengkan kepala lalu berjalan mengikuti langkah Vino dari belakang.
" jangan memarahi pelayan Vino, mereka tidak salah." ucap Vian sambil berjalan.
__ADS_1
"aku tahu." Sahut Vino. "aku hanya sedang kesal." Ucap Vino engan untuk memberitahu masalahnya, apalagi masalahnya yang Vino hadapi sekarang cukup besar karena iya telah membuat seorang gadis hamil, Vino juga malu dan takut jika orang tuanya akan kecewa mendengar aib nya.
"Semarah apapun kamu menghadapi masalah mu jangan melampiaskan kekesalan mu pada orang lain Vino, " Vian menasehati saudara kembarnya.
"Iya aku paham. maaf."sahut Vino.
"Aku tidur, ahk iya jika calon istriku kemari bangunkan aku." ucap Vian sambil tersenyum.
"What calon istri? sejak kapan si kuntilanak jadi calon istrimu bang?." tanya Vino heran pasalnya setaunya hubungan Vian dan Tasya memang sudah sangat lama tapi keduanya masih santai karna Tasya masih berusia 20 tahun belum lagi meminta restu dari orang tua Tasya sudah di pastikan akan sulit mengingat masa lalu kembaran nya dan Tasya sangat aneh pikir Vino.
"Aku sudah melamar nya, ahk iya dan kau kapan?." Vian melirik adiknya.
"Jangan sampai nanti aku yang mendapatkan perusahaan Daddy." ucap Vian. " tapi jika itu terjadi mungkin kelak anak-anak ku akan menjadi anak sultan." sambung Vian lagi sambil tersenyum lalu masuk kedalam kamarnya yang kebetulan kamar Vian dan Vino bersebelahan.
Vino masih terdiam dan mencerna ucapan abang nya tadi." Cih bahkan aku sudah memiliki anak, sudah di pastikan aku yang akan mendapatkan perusahaan." ucap Vino sambil berjalan memasuki kamar nya.
tak lama kemudian Vino keluar dari kamar lagi dengan pakaian yang sudah berbeda dengan tangan nya yang memegang kunci mobil.
" Aku memang tidak mau perusahaan tapi anak-anak ku tidak boleh kehilangan masa depan." ucap Vino sambil berjalan menuruni tangga.
ucapan Vian tadi berhasil membuat Vino sadar jika dia seharusnya memikirkan masa depan anaknya nanti bukan kehidupan nya saja, sekarang Vino berniat untuk mencari Syabilla sendiri Vino yakin Billa tidak mungkin jauh meningalkan nya.
___________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Jejak !!