Menikah Dengan Anak Majikan

Menikah Dengan Anak Majikan
Rumah baru pasangan baru.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Vino kita mau kemana? ini bukan jalan kantor." ucap Billa heran setaunya jalan ini bukan jalan ke kantor melainkan jalan ke perumahan elite.


Vino melirik sambil tersenyum." Lihat saja nanti, bentar lagi sampai." sahut Vino sambil menyupir.


Billa menganggukan kepalanya sambil melihat beberapa rumah-rumah besar yang dia lewati, sampai akhirnya mobil yang di tumpanginya tiba-tiba berhenti.


"Ko berhenti disini? ini rumah siapa Vino?." tanya Billa kembali di buat bingung karna Vino menghentikan mobilnya tepat di halaman rumah mewah yang luasnya hampir sama dengan rumah utama, hanya saja rumah di depan nya tidak memiliki taman seluas rumah utama.


Vino membuka pintu mobilnya lalu berjalan keluar, dengan senyuman yang tampan rupawan nya Vino melangkahkan kakinya untuk menghampiri istrinya, Vino membukakan pintu mobilnya, lalu mengandeng tangan Billa dengan romantis.


"Ini rumah kita sayang, rumah ini adalah hadiah dari Daddy untuk pernikahan kita." ucap Vino sambil tersenyum.


Billa melongo tak percaya. "Apa ini rasanya menjadi orang kaya?." batin Billa sambil melihat rumah di depan nya yang menurutnya terlalu besar untuk di tingali mereka berdua.


"Sayang." Vino mengelus pipi istrinya, " kamu ko ngelamun? rumah nya jelak ya? atau kurang besar?." sambung Vino bertanya.


Billa mengeleng." tidak, ini bagus ko." ucap Billa. "Tapi rumah ini terlalu besar untuk kita berdua Vino." sambung Billa lagi.


"Kata siapa hanya kita berdua? disini ramai sayang." Vino menepukan kedua tangan nya dan tak lama kemudian datanglah 8 wanita berpakaian sama yang bisa di tebak jika mereka adalah pelayan di rumah ini, 4 pria berbadan tegap dengan pakaian satpam.

__ADS_1


"Selamat datang tuan dan nona." ucap kepala pelayan yang bernama Ina.


Rafa hanya mengangguk lalu memberi kode untuk semua pelayan dan satpam cepat bubar, Ririn masih kaget karna suaminya memperkerjakan banyak orang di rumahnya.


"Sayang.. itu pemborosan." ucap Billa menolak memiliki banyak pelayan, dia tidak mau jika nantinya dia di rumah hanya tidur makan lalu tidur lagi bisa bengkak nanti tubuhnya pikirnya.


"Aku kaya sayang.. aku akan meberikan kebahagian untuk mu, dan anak kita." ucap Vino


Billa menghela nafasnya dia tahu sifat Vino yang kekeh dan susah di beri asumsi oleh orang lain." Ya udah aku mau telpon Mommy buat ngucapin terimakasih." ucap Billa tidak mau berdebat lebih baik mengalah toh yang paling penting Vino perhatian padanya.


Vino menghentikan aksi istrinya yang akan menelpon Mommy nya." Nanti saja, " ucap Vino. " kamu tau Mommy meminta balasan atas hadiah nya." sambung Vino lagi.


"Apa?." tanya Billa penasaran.


Blushh..


Seketika pipi Billa merah merona karna malu mendengar ucapan suaminya.


"Mesum." ucap Billa sambil mengerutkan bibirnya.


"Tapi suka kan di mesumin." ucap Vino yang malah ketagihan menggoda istrinya.


"Iya..iya suka, lagian gimana mau nolak orang tiap malam pasti ngerengek kaya anak kecil." ucap Billa yang di balas kekehan kecil dari Vino.

__ADS_1


" Ahk iya sayang, gimana kalau kamu ikut kekantor? aku butuh semangat istriku nih." ucap Vino dengan kata yang seperti merengek.


Billa terdiam sampai akhirnya dia mengangguk." iya deh, aku juga penasaran sama kantor kamu." ucap Billa yang menyetujui permintaan suami tampan nya.


"Sekalian mau liat sekertaris nya, pokonya harus bertindak sebelum ada pelakor dadakan muncul." batin Billa bertekad.


"Asikkkk." ucap Vino sambil tersenyum bahagia


"Kaya anak kecil aja, ayo berangkat sekarang takut telat." ucap Billa sambil masuk kedalam mobil di susul oleh Vino yang juga langsung masuk dan duduk di jok pengemudi.


"Tenang aja kalaupun telat beneran aku kan boss nya, jadi ngak akan ada yang berani marahin aku." sombong Vino.


Melihat Vino yang mulai keluar sikap buruk nya Billa tersenyum kecut." Bos apaan yang ngak bisa tepat waktu? dimana-mana tuh kalau boss harusnya ngebimbing pekerja nya untuk semangat dalam berkerja bukan malas-malasan kaya gini." ceramah Billa mulai terdengar di telinga Vino.


"Iya bawel." sahut Vino sambil pokus melihat jalan.


"Awas saja nanti sampai sana aku buat kenang-kenangan di kantor." batin Vino dengan senyuman misteriusnya.


___________


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa like coment and vote !!

__ADS_1


Jejak.!!!!


__ADS_2