
JANGAN LUPA LIKE COMENT AND VOTE !!
Selamat membaca😉
🌹🌹🌹🌹🌹
Hari berganti hari bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun, Keseharian Vina sekarang sedang di sibukan dengan kegiatan nya menjadi seorang ibu dan menjadi seorang istri, manjanya Gio dan Excel membuat Vina semakin semangat untuk memberikan yang terbaik untuk kedua laki-laki yang sangat berharga dalam hidupnya itu.
Hari ini adalah Aniverserry ulang tahun pernikahan Vina dan Gio yang ke 5 tahun, meski tak di beri kepercayaan untuk mendapatkan seorang bayi di kehidupan mereka tapi mereka tetap bahagia dan bersyukur karena hadir nya Excel membawa kebahagian untuk mereka.
Banyak cerita yang mereka lalui seriap harinya, tapi meski begitu Vina dan Gio selalu kompak menghadapi masalah nya dengan saling percaya satu sama lain, banyak godaan dan cobaan yang Vina hadapi, contohnya pelakor yang mendekati suami tercintanya, wajah Gio yang tampan sering kali membuat wanita di luaran sana ingin berusaha menghancurkan rumah tangga Vina dan Gio tapi meski begitu cinta Vina da Gio sangat kuat dan tak mudah untuk di runtuh kan.
Sebanyak apapun pelakor yang menghampiri pernikahan mereka pasti akan bernasib sial seperti Maura teman sekelas Vina anak dari seorang pengusaha yang sering lalu lalang di Tv-tv yang menjadi setres gara-gara Vidio mes*m nya tesebar di mana-mana yang membuat namanya buruk dan usaha ayahnya bangkrut karena ketahuan korupsi.
Liburan di pantai menjadi tujuan keluarga harmonis itu untuk merayakan ulang tahun pernikahan nya, Vina nampak sedang mempersiapkan makan siang nya di atas tikar dengan senyuman yang tak pernah hilang dari sudut bibirnya.
"Sayang, ayo kita makan dulu." Teriak Vina pada dua laki-laki yang sangat iya sayangi.
Gio tersenyum lalu berjalan mendekati istri tercintanya, sama hal nya dengan sang ayah Excel pun ikut berjalan menghampiri sang bunda.
Ketiga nya duduk beralas tikar, meski nampak sederhana tapi Keluarga kecil itu nampak menikmati suasana yang sangat langka ini, Vina tersenyum melihat Excel yang nampak senang memakan makanan hasil olahan tangan nya sendiri itu.
Excel kini sudah memasuki usia 11 tahun, Vina sangat senang karena setahun lagi Excel akan memasuki Smp, sama hal nya dengan Gio yang sangat senang karena melihat istrinya tidak kesepian lagi, kebahagian bagi Gio hanya sederhana melihat orang yang di sayanginya bisa tersenyum itulah arti bahagia menurut nya.
Saat sedang makan Vina yang merasa mual pun langsung berlari ke tempat yang tidak jauh dari tempat makan suaminya, Gio dan Excel yang melihat Vina berlari menjauh membuat mereka berdua khawatir dan langsung menyusul.
"Kamu kenapa sayang? ko bisa muntah." Tanya Gio sambil memijat leher sang istri.
bukan nya menjawab Vina malah terus memuntahkan semua isi yang ada di dalam perutnya.
Excel yang sedih melihat bundanya muntah terus menerus langsung menangis sesegukan membuat Vina berhenti lalu memeluk Excel.
__ADS_1
" Kenapa Excel menangis?. tanya Vina sambil mengelap air mata sang putra yang membasahi pipi milus Excel.
"Bunda sakit ya? Excel minta maaf ya pasti ini gara-gara Excel nakal ya."Ucap Excel sambil sesegukan karena merasa jika bundanya sakit itu adalah ulahnya karena terlalu manja pada sang bunda sehingga menyebabkan Vina sakit seperti ini.
Vine menggeleng."Engak Excel sayang, bujda ngak sakit cuman mual dikit aja, nanti juga hilang mualnya." Ucap Vina meyakinkan bahwa mualnya bukan salah Excel sambil mengelus kepala sang putra.
"Sayang aku ngak mau kamu kenapa-kenapa kita harus kedokter sekarang." Ucap Gio tak mau di bantah.
"Tapi acara Aniverserry nya_____" Ucap Vina terpotong karena Gio terus menyela.
"kesehatan kamu lebih penting dari pada liburan ini, Aku ngak mau kamu kenapa-kenapa." Ucap Gio.
Vina hanya menurut ucapan suaminya, Gio menyuruh Vina dan Excel untuk masuk kedalam mobil sedangkan dirinya membersihkan sisa-sisa makanan yang mereka bawa, Setelah selesai membereskan bekas makan nya tadi Gio langsung masuk kedalam mobil dan langsung menyalakan mobilnya dengan kecepatan sedang karena keselamatan adalah yang utama.
20 menit mobil Gio sampai di salah satu rumah sakit di kotanya, Gio membawa Vina untuk periksa ke dokter namun saat keluarga kecil itu akan memasuki ruangan pemeriksaan Vina dan Gio di kejutkan dengan kedatangan Arkhan dan Keysa yang sama-sama akan masuk ke dalam ruangan itu.
"Loh ko kalian ada disini." Vina heran.
"Ko samaan ya, Vina juga tadi muntah-muntah." Ucap Gio sedikit heran.
Keempat orang dewasa itu saling melirik lalu keempatnya tersenyum.
"Jangan-jangan____ " Ucap keempatnya terhenti karena dokter yang akan mengecek keadaan dua wanita yang mual-mual itu sudah memanggil Vina dan Keysa.
Di ruangan pemeriksaan terlihat Vina dan Keysa yang sedang di periksa oleh dokter di ruangan yang di batasi dengan kain hijau penutup ruangan saja, sementara Gio dan Arkhan sejak tadi tak henti-hentinya saling membanggakan diri masing-masing dan saling mengolok satu sama lain.
Excel yang duduk di tengah-tengah dua pria dewasa itu hanya mendengkus kesal disaat dirinya sedang mengkhawatirkan kesehatan sang bunda ayah dan Om nya malah beradu mulut dan berdebat terus menerus.
"Lihat lah bang, anak ku pasti lebih tua dari anak mu." Ucap Gio yakin karena dia dan Vina sangat rajin melakukan aktivitas di ranjang.
"Hey tuan muda lihat saja anak saya yang akan lebih cepat ada di kandungan istri saya." Ucap Arkhan tak mau kalah karena iya merasa jika setiap iya melakukan aktivitas di ranjang iya selalu membiarkan lahar panasnya masuk ke rahim istrinya.
__ADS_1
Perdebatan dua pria dewasa itu terhenti saat Keysa dan Vina tiba-tiba keluar dengan senyuman yang tersimpul di wajahnya.
"Sayang gimana?." Tanya Gio penasaran.
"Sayang apa kata dokter?."Tanya Arkhan sudah tidak sabar.
Vina dan Keysa sibuk berpelukan tak memperdulikan wajah penasaran suaminya, " Alhamdulilah.." Ucap Keduanya sangat bersyukur.
Gio dan Arkhan tambah penasaran tapi Vina dan Keysa tak memperdulikan mereka berdua.
"Sayang sini." Ucap Vina pada Excel tapi yang datang menghampiri malah Gio.
"Aku nyuruh Excel bukan kamu sayang." Ucap Vina ketus membuat Gio manyun dan mendapatkan ejekan dari Asisten nya.
"Sebentar lagi kamu bakalan punya adek, di dalam perut bunda ada adek kamu yang udah ngak sabar pengen main sama kakaknya." Ucap Vina sambil mencium pipi putra nya.
Excel terdiam, iya tahu ini adalah impian sang bunda dari dulu, tapi bagaimana dengan dirinya? apakah Vina akan tetap menyayanginya setelah si jabang bayi lahir?.
"Ko Excel diem sih? ngak suka ya?." Ucap Vina sedikit sedih. Excel mengerjapkan matanya berkali-kali pikiran buruk tentang kehidupan kedepan nya cepat iya tepis sejauh-jauhnya. " Excel bahagia bunda, Akhirnya Excel punya adek." Ucap Excel sambil memeluk Vina.
Gio dan Arkhan yang masih penasaran dengan usia kandungan istrinya masing-masing langsung bertanya karena 4 tahun yang lalu mereka berempat pernah taruhan jika diantara istri mereka ada yang hamil lebih cepat akan menkadi pemenang sedangkan yang istrinya telat hamil akan mendapatkan hukuman.
memgingat hukuman yang harus memanjangkan jangut Gio dan Arkhan sama-sama bergedik ngeri untuk membayangkan nya saja mereka berdua sudah ngeri apalagi mengalaminya.
Vina dan Keysa saling melirik lalu tersenyum membuat Gio dan Arkhan semakin bertambah rasa penasaran nya.
______________
🌹🌹🌹🌹🌹
^^Happy Reading^^
__ADS_1