
H A P P Y R E A D I N G..
🌹🌹🌹🌹🌹
Pesta pernikahan telah usai Vino dan Billa berpamitan pada keluarga nya yang masih sibuk berbincang-bincang itu, Vino mengajak istrinya ke kamar hotel dengan alasan takut Billa kelelahan.
"Ngomong aja mau buka praktek." goda Vina yang pastinya sudah paham dengan apa yang akan di lakukan sang abang di kamar.
"Sayang kamu lelah kan." Vino mengelus kepala Billa di depan keluarganya.
"I..iya." ucap Billa pelan dan terkesan gugup.
Vina yang melihat itu memutar bola matanya jengah."Udah sana bang bawa bidadari nya, jangan lupa jenguk keponakan aku." ucap Vina asal sambil tertawa.
"Semangat sayang, tapi jangan terlalu kasar main nya lembut aja jenguk cucu Mommy nya." Sakira ikut menimpali sambil di barengi gelagak tawa.
Semua anggota keluarga itu hanya mengeleng-gelengkan kepala termasuk Nando dan Gio yang tidak habis pikir dengan istri nya masing-masing yang sekarang betambah sifat kemesuman nya seiring bertambah umur ibu dan anak itu.
Billa yang mendengar godaan dari keluarga suaminya hanya bisa menunduk malu dengan pipi yang sudah merah bak tomat, kini Billa tau jika Vino hidup di lingkungan keluarga yang penuh kejutan, sungguh membuat Billa semakin bersyukur karna bisa menjadi anggota dari keluarga penuh canda tawa itu.
Setelah drama singkat tadi Vino dan Billa akhirnya sampai di kamar nya.
Vino langsung bergegas mandi karna merasa lengket meningalkan Billa yang sedang terduduk di tepi ranjang dengan wajah yang penuh kegugupan.
"Sekarang aku sudah menjadi istrinya, dan aku merasa gugup." batin Billa sambil mencoba membuka sleting bagian belakang gaun nya.
__ADS_1
Ceklekk.. pintu kamar mandi terbuka.
Vino berjalan dengan dada yang terbuka bebas, handuk kecil yang melilit sempurna menutupi bagian pingang nya, di tambah rambut nya yang basah membuat Vino semakin terlihat sangat-sangat tampan, membuat Billa terpukau dan hampir saja meneteskan air liur nya karena melihat mahluk ciftaan yang amat begitu sempurna itu.
" Kenapa begong? mau mandi? atau di mandiin?." tanya Vino yang ternaya sudah duduk di samping Billa dan hal itu membuat Billa semakin gugup.
"i..iya ahk tidak, emm maksud nya aku mau mandi tapi sendiri." ucap Billa gugup.
"Ohk.. jangan lama-lama ya sayang." ucap Vino dengan mengedipkan sebelah matanya tak lupa suara nya yang di buat menggoda, membuat Billa yang gugup semakin bertambah gugup dengan detak jantung yang tak beraturan.
Billa dengan cepat masuk kedalam kamar mandi meninggalkan Vino yang mematung karna melihat punggung Billa yang terbuka, tanpa sadar Billa sudah membangunkan macan yang sudah lama tertidur.
"Apa dia mau menggodaku lagi, jika benar maka bersiaplah karna malam ini aku akan membuat nya mengereng kenikmatan." batin Vino sambil tersenyum devil.
Vino menunggu sambil memainkan ponsel nya, merasa Billa sudah hampir 30 menit berada di kamar mandi membuat Vino heran dan bingung.
Sementara itu Billa yang sedang di kamar mandi sedang gugup tingkat dewi, sebenarnya sedari tadi lebih tepat nya 20 menit yang lalu acara mandinya sudah selesai tapi yang membuat Billa tetap tingal di kamar mandi adalah karna Billa lupa tidak membawa handuk.
"Aduh lupa ngak bawa handuk lagi..Vino masih ada di kamar ngak ya?." Billa membatin.
tok.. tok..
"Sayang kamu lagi ngapain sih? ko lama? kamu ngak kenapa-kenapa kan?." suara ketukan pintu pless suara Vino terdengar nyaring di telinga Billa.
"Mmm..aku ngak papa, emm boleh minta tolong ngak?." sahut Billa di dalam kamar mandi.
__ADS_1
"Minta tolong apa?." tanya balik Vino di balik pintu.
"Aku lupa bawa handuk, bisa tolong ambilin handuk sama baju ganti nya ngak?." pinta Billa.
Vino yang sedang menempelkan telinganya di depan pintu tersenyum devil." Ohhh kamu ngak bawa handuk? bentar ya aku ambilin." ucap Vino dengan senyuman misterius nya.
"Ini aku udah bawa handuk, buka dulu pintunya." ucap Vino.
Ragu-ragu Billa membuka pintunya lalu kepalanya sedikit di dongkak kan ke luar pintu." Mana handuk nya?." ucap Billa sambil merem.
Cupp..
sebuau kecupan mendarat dibibir mungils Billa yang membuat Billa langsung melotot dan ingin kembali memasukan kepalanya, tapi nihil Vino menahan tangan nya yang membuat Billa hilang keseimbangan dan hampir jatuh kelantai beruntung dengan sigap Vino langsung membawa Billa kedalam pelukannya.
Billa mengelus dadanya karna kaget, tapi sesaat dia merasakan nafas hangat yang menusuk ke leher nya.
"Aa.. kamu mau ngapain?." tanya Billa gugup karna Vino kini sedang menciumi leher jengjang nya, di tambah lagi yang membuat Billa gugup lagi adalah tubuh Vino yang tidak memakai baju dan hanya mengunakan boxer saja.
Bukan nya menjawab Vino malah tersenyum misterius yang mana membuat Billa semakin ketakutan, apalagi melihat tatapan penuh nafsu dari Vino yang mengingatkan nya akan kejadian beberapa bulan lalu.
"Lepa_____." belum Billa selesai berbicara Vino sudah mengunci bibir mungils Billa dengan sebuah ciuman ya ciuman yang semakin bertambah detik semakin panas dan hampir membuat Billa kehabisan nafas.
"Jan____ " Billa ingin berteriak trauma nya kembali menyerang hingga membuat tubuh nya bergetar hebat.
____________
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
Jejak !!