Menikah Dengan Anak Majikan

Menikah Dengan Anak Majikan
Dari pelakor jadi Badut dadakan.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Senyuman terlihat dua patsuri yang baru keluar dari kamar itu, rambut yang basah seolah menjadi bukti tanda bahwa mereka habis melakukan percintaan.


Vino nampak sibuk dengan layar ponselnya, berbeda dengan Billa yang nampak sedang rebahan di sofa sambil menonton flm bucin ala drakor yang sedang ngetren di kalangan anak remaja akhir-akhir ini.


"Sayang aku ada meeting, kamu ngak apa kan kalo aku tinggal sendiri?." ucap Vino yang sedang mempersiapkan beberapa file dan berkas-berkas yang di perlukan nanti.


Billa mendongkak." engak papa, tapi aku boleh minta sekertaris kamu buat temenin aku ngak?." tanya Billa.


Vino terdiam sebentar lalu kemudian mengangguk." Iya boleh, kalo gitu aku keluar dulu kalo butuh sesuatu bilang ya." ucap Vino sambil beranjak berdiri, lalu berjalan menghampiri istrinya yang sedang rebahan di sofa.


Cupp..


"Aku pergi dulu ya, ngak lama cuman 1 jam lebih." ucap Vino yang sudah memberikan kecupan di kening istrinya.


Cupp..


"Semangat Ayah, adek janji bakalan jagain bunda." ucap Billa dengan suara yang di buat-buat seperti anak kecil membuat Vino tersenyum lalu melangkahkan kakinya berjalan ke arah pintu.


Setelah kepergian Vino Billa mendudukan tubuhnya, dia berjalan kesana kesini..dia benar-benar merasa mimpi, kini status nya bukan Billa si anak haram ataupun Billa si gadis miskin, dia sudah menjadi nona muda si pemilik hati tuan muda, menjadi menantu dari keluarga terpandang, istri dari tuan muda Alvino putra siapa yang bisa menolak? untuk saat ini keberuntungan benar-benar datang padanya.


Tok..tok..tok..

__ADS_1


"Siapa?." tanya Billa di dalam ruangan.


"Saya Amelia nona, Sekertaris tuan muda." ucap wanita di balik pintu.


"Masuk." ucap Billa.


Amelia masuk lalu pandangan nya menangkap seoarang wanita yang sedang duduk di sofa, "Apa dia nona muda Vina? pantas saja dia cantik..tapi kenapa dia tidak ada kemiripan nya sama tuan muda Vino ya." batin Amelia yang menduga kalau wanita yang sedang duduk di sofa itu adalah Alvina saudara kembar si tuan muda.


Dia cukup banyak tau tentang Alvina tapi Amelia tidak pernah melihat wajah Alvina karna keluarga Nando Putra sangat tertutup pada media, mereka memang menjadi pengusaha kaya nomer satu di kotanya tapi mereka tidak pernah memperlihatkan secara langsung siapa saja anggota keluarga mereka bahkan tak hanya itu untuk akun sosial medianya saja Amelia sangat kesusahan untuk mencari nama-nama dari keluarga terpandang itu, sulit baginya untuk bisa berhasil mencari tahu akun sosial media keluarga Nando di kolom pencarian, jika adapun pasti kebanyakan yang bajakan dan gadungan jauh dari asli dan fakta nya.


"Tuan muda menyuruh saya untuk menemani anda nyonya, ahk iya perkenalkan nama saya Amelia nona." tutur Amelia dengan selembut mungkin dia bersikap begitu agar wanita yang sedang duduk itu tidak menganggapnya sombong, apalagi ini adalah kesan pertama dia bertemu dengan bagian keluarga Nando Putra dan sebisa mungkin dia harus memiliki kesan baik di hari pertama mereka bertemu.


"Ahk iya, aku sudah tau." ucap Billa. jujur saja dia merasa risih dan tak suka saat wanita yang berpakaian seksi itu berbicar dengan nada lembut padanya seperti tadi.


"Dasar penjilat." batin Billa.


Lagi-lagi Billa di buat kehilangan kesalnya." Apa kamu punya baju lain? aku sakit mata melihat bajumu yang kekurangan bahan itu." tutur Billa.


"Apaa !! dia bilang sakit mata? ini adalah baju mahal dan yang terbaik yang aku punya." batin Amelia.


"Tidak ada nona, ini baju saya yang terbaik. " ucap Amelia cepat.


" Coba berdiri, kamu harus di renopasi." ucap Billa menyuruh Amelia berdiri.


"What renopasi? Saya bukan rumah nona, " batin Amelia mengurutu. tapi meski begitu dia tetap menurut dan langsung berdiri dengan wajah yang penasaran, ya penasaran apa yang akan di katakan saudara nya si tuan muda yang ucapan nya sama pedas nya dengan si tuan muda.

__ADS_1


"Baju kamu terlalu seksi dan kurang bahan, lain kali pakai baju yang lebih sopan, kau disini bekerja bukan untuk mrnjadi pelakor bukan?." tanya Billa yang membuat Amelia tercengang.


"Hah !! tentu tidak nona, saya tidak akan menjadi palakor lagi pula saya tahu jika tuan muda sudah putus dengan mba Chelsea yang model terkenal itu." ucap Amelia sambil tersenyum malu-malu.


Billa melotot " Kamu benar-benar ngak tau malu ya, terang-terangan mau sama Vino di depan aku, kamu tau siapa aku?." tanya Billa lagi.


Amelia mengangguk." Anda nona muda Alvina Putri, saya tahu banyak tentang anda hanya saja saya baru beruntung sekarang bertemu dengan anda nona." ucap Amelia jujur.


Billa lagi-lagi di buat melotot." kamu bilang beruntung? ayo ikut masuk ke kamar, kamu harus mendapatkan hukuman." ucap Billa mengusur tangan Amelia kedalam kamarnya.


Dengan wajah penuh murka karna harus melihat calon pelakor terang-terangan seperti Amelia Billa mengambil lifstik dan bedak nya, dia mendandani Amelia dengan dandanan yang seperti badut di hajatan ulang tahun anak kecil.


"Nona apa yang anda lakukan, hikss apa salah saya?." Amelia menangis saat melihat layar kaca yang memperlihat kan wajah nya yang sudah seperti badut dadakan.


Billa tak merespon dia malah tertawa dalam diam sampai akhirnya suara Vino terdengar dari ruangan luar, dan saat Vino bersuara Amelia dengan cepat berjalan ke arah pintu mamun Billa menghentikan langkahnya, "aku duluan yang keluarnya." ucap Billa sambil berjalan mendahului Amelia.


Saat sudah di ruangan Vino Amelia pura-pura menangis namun tak di hiraukan Vino. "Sayang dia kenapa? jangan bilang kamu ngidam?." ucap Vino sambil membelai wajah istrinya dan hal itu tak luput dari pandangan Amelia.


"Hahah iya sayang, aku ngidam buat bikin pelakor kapok." ucap Billa sambil melirik Amelia dengan tatapan garang nya.


"Maaf ya Amelia, tapi aku bukan Vina, aku Billa istrinya Vino." ucap Billa sambil memeluk Vino.


"Hahah tidak mungkin nona, tuan muda belum menikah." ucap Amelia tersenyum garing.


Billa yang kesal akhirnya mendapatkan ide cemerlang, denagan gerakan cepat Billa mengalungkan tangan nya di leher Vino lalu menci*m bibir Vino dengan lembut, dan hal itu berhasil membuat Amelia melotot bahkan dia hampir pingsan karna melihat Vino yang membalas cium*n dari Billa.

__ADS_1


"Mati aku." batin Amelia sambil menelan ludahnya kasar sepertinya selama ini dia terlalu banyak berharap dan sekarang akhirnya dia mendapatkan musibah dimana posisi nya sebagai sekertaris menjadi taruhan nya.


TAMAT~~~


__ADS_2