
H A P P Y R E A D I N G..
🌹🌹🌹🌹🌹
Sudah tiga hari Billa tinggal di rumah mewah ini dengan perasaan yang tidak bisa di artikan, bagimana pun dulu iya sempat menaruh dendam pada keluarga ini tapi ternyata dendam nya hanya membuat hidup nya semakin hancur dan berantakan.
Bahkan sekarang Billa tidak yakin jika anak si jabang bayi ini mau bertanggung jawab atau tidak mengingat perlakuan Vino padanya selalu berubah-ubah dan itu membuat nya sadar jika tinggal berlama-lama disini bukan lah hal yang baik mengingat ini adalah rumah orang tua Alvino dan bukan tidak mungkin pria itu akan ke rumah ini dan pasti pertemuan pun tak bisa di hindari.
"Sepertinya bukan hal baik jika aku berlama-lama disini, lagi pula nyonya Sakira juga tidak ada..sebaiknya aku pergi saja sebelum aku bertemu dengan Alvino." Ucap Billa sambil berjalan ke arah pintu.
Saat ingin membuka pintu Billa terheran-heran karna mendengar suara dan tak lama setelah itu pintunya terbuka memperlihatkan wajah pria tampan yang tak lain ayah dari si jabang bayi yang ada di perut nya.
"Ka..mu !! " Pekik Vino kaget.
"Tu..an." Cicit Billa takalah kaget.
Billa memejamkan matanya berharap apa yang di lihat nya hanyalah ilusi atau halusinasi nya saja. namun sebuah sebuah tangan kekar yang mengelus pungung nya membuat Billa tersadar dan segera membuka matanya.
"Apa yang anda lakukan tuan, lepaskan !!." Billa mencoba melepaskan tubuhnya dekapan Vino tapi sayang nya pelukan Vino terlalu erat yang membuat Billa tidak bisa berbuat apa-apa.
samar-samar Billa mendengar isakan tangis yang membuat Billa heran sekaligus bingung.
__ADS_1
"Vino menangis? kenapa?." batin Billa bertanya-tanya.
"Tuan..lepaskan saya dan kenapa anda menangis." Billa berbicara formal dan sedikit mendorong tubuh Vino untuk menjauh dari tubuhnya.
Vino melepaskan pelukan nya lalu mengusap air matanya, menatap Billa dari ujung rambut sampai ujung Kaki. " Maaf." Hanya kata itu yang bisa di ucapkan si tuan muda, rasa bersalah nya membuat nya semakin tidak bisa berkata-kata apalagi melihat Billa yang memasang raut wajah ketakutan membuat Vino menyimpulkan jika wanita itu trauma dengan apa yang terjadi dengan mereka berdua.
Billa menarik nafasnya lalu tersenyum kecut. " Anda tidak perlu memint maaf tuan, saya tau diri saya hanya seorang Budak dan gadis yang anda benci." ucap Billa menekan kata Budak yang membuat Vino kaget.
"Tidak..____ " Ucap Vino terhenti karena Billa kembali bersuara.
"Tingalkan saya di sini sendiri tuan, atau saya yang pergi dari sini."Jujur saja Billa masih tidak ingin melihat Vino apalagi melihat wajah Vino membuatnya teringat akan kejadian 3 bulan lalu.
"Billa maafkan saya, saya____ " Vino kembali bersuara namun lagi-lagi Billa menyelah kembali.
Bugk.. pintu tertutup keras.
"Janin? apa Billa benar-benar hamil? itu tandanya aku?."gumam Vino mencerna semua ucapan Billa.
"Astaga apa yang aku lakukan, Billa buka pintunya !! dengarkan aku dulu !! Billa buka, aku mencintaimu, sungguh aku mencintaimu." teriak Vino sambil mengetuk-ngetuk pintu kamarnya.
"Billa aku mohon buka pintunya !! aku minta maaf aku tau aku salah. tolong buka dulu pintunya." Vino berteriak sambil mengetuk-ngetuk pintu sepertinya Vino tidak sadar dan tidak ingat jika kamarnya dipasang alat penyedap suara yang artinya sekencang apapun teriakan nya Billa tidak akan mendengar nya dan artinya teriakan nya tadi hanya sia-sia saja.
__ADS_1
Saat sedang mengetuk pintu Vino di buat kembali mual dan akhirnya Vino pun berlari ke kamar Alvian untuk meminjam toliet, iya memuntahkan semua isi di perutnya kepalanya sangat pusing, Vino ingat dia belum makan dari kemarin sore karena akhir-akhir ini Vino tidak selera makan karena sering muntah dan mual.
Vino keluar dari kamar Vian dengan wajah lemas nya, wajahnya basah karna Vino membasuh wajah dan rambut nya agar menghilangkan sedikit pusing di kepalanya.
Disisi lain Billa yang sedang duduk sambil menangis sesegukan di dalam kamar nampak memegangi perut nya yang keram, mungkin ini efek dari iya terlalu sering menangis akhir-akhir ini.
"Kamu harus kuat nak, Bunda tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu lagi." Billa mengusap kembali perutnya yang keram lalu berdiri saat Billa ingin berjalan ke tempat tidur entah kenapa naluri hati nya menuntun nya ke arah pintu kamar.
Billa terdiam lalu membuka pintu betapa terkejutnya iya melihat Vino yang sedang tidak sadarkan diri di lantai.
" Tuan, apa yang terjadi? apa anda sakit." Billa cemas melihat Vino yang tidak bergerak sedikitpun, iya mencoba mengecek dada Vino dan Billa sedikit tenang karena Vino masih hidup meski keadaan Vino sekarang sedang pingsan.
"Apa yang terjadi padanya, kenapa wajahnya basah? apa dia kembali mabuk?." Billa membopong tubuh Vino sambil berjalan sedikit demi sedikit dengan tangan nya yang mencoba membopong tubuh Vino dan berjalan ke arah tempat tidur.
" jangan pergi !! jangan tinggalkan aku, hikss aku mencintaimu. jangan pergi." gumam Vino dengan mata terpejam yang membuat Billa terdiam lalu menatap wajah pria tampan yang sedang terpejam matanya itu.
" Apa kau mencintaiku ? tapi kenapa kau jahat padaku?."
__________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Jejak !!