Menikah Dengan Anak Majikan

Menikah Dengan Anak Majikan
Curhatan Calon Ayah dan Papah


__ADS_3

JANGAN LUPA LIKE COMENT AND VOTE !!


Selamat membaca😉


🌹🌹🌹🌹🌹


Berita kehamilan Alvina Putri istri dari Gio Rahardja pengusaha muda yang sedang nakk daun itu tersebar di beberapa media, Sakira, Nando dan semua keluarga besar Putra sangat senang mendengar kabar kehamilan Vina, mereka semua mengadakan acara amal untuk mengucapkan rasa syukur mereka tas karunia yang di titipkan tuhan di rahim Vina.


Hari-hari kehamilan pertama Vina sangat membuat semua orang kewalahan apalagi Gio yang setiap hari harus senantiasa menuruti keinginan yang beralasan ngidam istrinya.


Sakira dan Nando hanya datang sebulan sekali karena mereka sekarang tengah di sibukan dengan perusahan keluarga begitupun dengan Sakira yang kini mulai membuka usaha Fashion, Sakira memiliki butik di beberapa cabang kota dan beruntung nya butik nya sangat banyak peminatnya.


Adapun Vian dan Vino yang baru menyelesaikan study nya kedua pria tampan itu di sibukan dengan pekerjaan masing-masing, Vian pria itu lebih tertarik di perusahaan media yang di wariskan sang Daddy padanya, sedangkan Vino pria tampan itu belum mau ikut campur tentang perusahaan sang Daddy pria tampan yang baru berusia 24 tahun itu memilih menjadi seorang Fhotografer yang biasa memotret-motret model-model seksi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


"Kenapa wajahmu bang? terlihat tidak bersemangat." tanya Gio pada Asisten nya.


Arkhan menghembuskan nafasnya sambil menguap padahal hari masih pagi, di bagian matanya terlihat kantuk mata yang menandakan kalau si pemilik mata tidak tidur semalaman.


" Seperti biasa, meladeni kemauan ibu hamil yang aneh-aneh sangat melelahkan." Ucap Arkhan sambil membaringkan tubuhnya di sofa disusul dengan Gio yang sama ikut merebahkan tubuhnya di sofa.


"Apa yang istrimu mau memangnya?." Tanya gio penasaran sambil menguap.


"Keysa meminta sate jam 12 malam." Ucap Arkhan.


"Itu mudah, kenapa kau seperti tidak tidur semalaman?."tanya Gio lagi.


"Keysa meminta sate yang di beli di madura langsung, semalaman dia tidak tidur karena merajuk, beruntung ada tukang sate madura yang berada di dekat kantor polres, tapi naasnya saya tertangkap polisi karena tidak membawa SIM dan KTP karna saya lupa bawa dompet."Ucap Arkhan dengan wajah yang nampak mengantuk karena semalaman nerurusan di kantor polisi.


Gio ingin tertawa mendengar cerita Asisten yang sudah iya anggap seperti kakaknya sensiri itu, tapi tak iya lakukan karena ngidam Vina lebih parah di bandingkan istri Asisten nya pikirnya.


"Bagaimana dengan anda Tuan?." Tanya Arkhan balik.


Gio menarik nafas dalam lalu menghembuskan nya secara teratur, "Sama seperti Keysa, Vina meminta makan di jam 10 malam." Ucap Gio.


"iya masuk akal tapi Vina meminta makan dengan ayam geprek Bensu yang harus di buatkan sendiri oleh sipemilik nya." Ucap Gio sambil menghembuskan nafasnya kasar mengingat keinginan Vina yang meminta makan dengan ayam geprek buatan pemilik resto nya sendiri yang tak lain Ruben Onsu Artis sekaligus Host tetkenal.


"Lalu."Tanya Arkhan kembali karna masih penasaran dengan cerita Boss nya.


"Vina meminta makanan itu sekarang dan jika tidak maka kepala ku akan botak selama Vina masih mengandung." Ucap Gio sambil mendudukan tubuhnya.


Gio dan Arkhan sama-sama memegang kepala mereka yang sama-sama botak, menyesal mengikuti taruhan 4 tahun yang lalu hanya sia-sia karna padanyatanya Vina dan Keysa keduanya sama-sama hamil 5 minggu dan itu tandanya tak ada yang menang maupun kalah maka dari itu Vina dan Keysa menyuruh kedua pria tampan itu untuk membotakan rambut suaminya.


Menurut Vina dan Keysa lebih baik kepala suaminya botak dari pada dua pria tampan itu jangutan yang ada mereka ilpil pada dua calon ayah itu, selain sengaja agar mereka tidak ilpil pada suaminya masing-masing Vina dan Keysa juga bersiasat jika suaminya botak maka tidaka akan ada lagi yang namanya pelakor apalagi melihat dua pria tampan itu yang kini menjadi Unyil dan Enyol yang tidak memiliki sehelai pun rambut.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


Disisi lain terlihat dua calon ibu muda yang nampak terperangah melihat keatas pohon, mereka berdua terus berteriak meminta apa yang mereka inginkan.


Si tampan Excel yang ternyata sedang bergelantungan di atas pohon hanya bisa pasrah menghadapi dua ibu hamil itu, meski kesal karena pagal hampir setengah jam bergelantungan di atas pohon tapi Excel senang karena Bundanya semakin menyayanginya dan iyapun tak mau membuat Bundanya sedih dengan tidak menuriti keinginan sang Bunda.


"Excel yang disana !! yang kelihatan kuning-kuning nya,"Teriak Keysa yang mendapatkan pelototan tajam dari Vina.


"Kalo mau yang kuning beli aja di toko buah banyak."Sahut Vina sebal karena Keysa meminta buah yang letak nya ada di puncir pohon mangga dan iya tau untuk mendapatkan buah itu tidak akan mudah.


Keysa mendelik tajam seolah mengibarkan bendera peran," Biarin wle, orang ade bayinya mau yang itu." Ucap Keysa tak mau mengganti mangga pilihan nya.


"No, Excel sayang yang sebelah sini dulu ya, Bunda maunya mangga yang masih muda dan seger-seger." Teriak Vina yang mendapatkan angunggakan kepala dari Excel.


Keysa langsung menatap Vina tajam begitupun dengan Vina keduanya saling menatap kesal, lalu kemudian acara jambak-jambakan pun terjadi, Vina dan Keysa menjambak rambut masing-masing lawan sedangkan Excel remaja tampan itu malah nampak mengacak rambutnya sediri karena tiap hari di pusingkan dengan kedua ibu hamil yang selalu ribut hanya karena masalah spele.


"Ayah, Papa cepetan pulang." Batin Excel yang duduk di atas pohon berharap Gio dan Arkhan cepat pulang, sambil melihat kedua wanita yang kini menjadi Bunda dan Mamah nya itu.


___________

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


^^Happy Reading^^


__ADS_2