Menikah Dengan Anak Majikan

Menikah Dengan Anak Majikan
Season 2. Penolakan.


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G..


🌹🌹🌹🌹🌹


Malam ini Vino memutuskan untuk bermalam di rumah orang tuanya karna Mommy nya meminta nya untuk pulang.


Vino pikir kalau hanya dirinya saja yang di suruh pulang tapi ternyata di rumah juga terdapat Vian dan Vina yang sudah sampai lebih dulu dari pada Vino.


Setelah acara makan malam twins Al pun di kumpulkan di ruang keluarga, di mana Vino dan Vian duduk bersampingan dengan Vina yang di tengah-tengah.


Sakira yang duduk di samping suaminya tersenyum melihat ketiga anak yang di lahirkan nya kini sudah tumbuh dewasa, apalagi Vina yang sudah memberikan nya dua cucuk yang tampan dan cantik.


"kalian pasti tau alasan Daddy mengumpulkan kalian disini."Ucap Nando dengan mata yang menatap anak-anaknya satu persatu.


ketiga twins Al mengangguk, "Vina apakamu yakin tidak mau ikut andil dalam perusahaan?." Tanya Nando satu kali lagi memastikan.


Vina tersenyum lalu menggeleng."Ngak Dad, Vina mau pokus ngurusin Babby Givani sama Excel, masalah perusahaan Vina udah melepaskan semuanya, Vina rasa apa yang di miliki mas Gio sudah cukup untuk Vina dan anak-anak nanti."Ucap Vina bijak sambil tersenyum.


Nando dan Sakira saling melirik merasa bersyukur karena memiliki seorang putri yang bersikap bijak seperti Vina, mereka juga tahu seberapa banyak harta kekayaan seorang Gio Rahardja ya jika dengan mereka memang harta Gio jauh lebih banyak dan tidak akan habis 10 turunan pun.


"Baik lah Vina Daddy hargai keputusan mu, jadi sekarang untuk kamu Vian dan kamu Vino bagaimana dengan kalian?." Tanya Nando pada kedua putranya.


Vian dan Vino saling melirik satu sama lain.


"Aku sedang merintis perusahaan ku Dad, tidak mungkin memegang dua perusahaan sekaligus."Jawaban paling bagus di lontarkan si tampan Vian, ya meski otak nya memang cerdas rapi Vian ingin berjuang sendiri tanpa


bantuan siapapun termasuk orang tuanya.

__ADS_1


Vian juga ingin Vino yang mengurus perusahaan Daddy nya karena menurutnya Vino lah yang layak mendapatkan hak di perushaan Daddy nya.


"Aku sedang di sibukan kerjaan memotret Dad, Aku juga tidak mungkin mengurus perusahaan aku tidak ada bakat dalam hal itu."Alasan Vino ya karna Vino rasa dia tidak akan bisa memegang perusahaan besar milik Daddy nya karna menurutnya anak sulung lah yang berhak mendapatkan hak itu yang berarti sang abang yang tak lain Vian.


Nando menghela nafasnya entah sudah berapa puluh kali kedua anaknya itu menolak permintaan nya itu.


Sakira yang melihat wajah kecewa suaminya langsung membuka suara." Jika kalian berdua belum siap tidak apa, tapi Mommy dan Daddy sudah memutuskan jika diantara kalian ada yang menikah duluan maka dia lah yang akan mengurus perushaan Daddy, bagaimana apa kalian setuju." Tanya Sakira pada kedua putranya.


"Em baiklah."sahut Vian dan Vino bersamaan.


"Akan ku pastikan kalau aku tidak akan menikah sebelum bang Vian menikah, Hobby ku lebih penting." Batin Vino.


Setelah acara mengobrol antar keluarga itu selesai Nando dan istirnya pergi ke kamar nya, Sakira mengusap punggung suaminya pelan mencoba menenangkan suaminya yang nampak kecewa dengan penolakan kedua putranya.


"Bersabarlah sayang, Vian dan Vino mungkin belum siap, beri mereka waktu untuk memikirkan nya, lagi pula sesuatu yang di paksakan itu tidak baik nantinya." Ucap Sakira pada suaminya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Pagi nya Vino yang sudah selesai sarapan pagi bersama keluarganya harus cepet-cepat pamit pergi karna iya ada jadwal memotret di salah satu tempat yang terpencil.


untuk dapat sampai ke tempat tujuan Vino harus melewati hutan-hutan dan jalanan yang cukup ekstream karena tempat yang akan di pakai sebagai latar pemotretan adalah air terjun yang terdapat di salah satu kota terpencil.


setelah melewati perjalanan yang cukup menyita banyak waktu yaitu 3 jam Vino akhirnya sampai di tempat yang sangat iya sukai apalagi pemandangan nya yang asri, cuaca panas seolah berubah menjadi hawa dingin karena udara segar di hutan yang memang di lindungi oleh penduduk sekitar.


"Akhirnya nyampe juga lo Vino, gue pikir nyasar lo." Ucap seorang pria yang bernama Kiki yang tak lain adalah teman sesama Fhotografy nya.


"Nyasar mata lo peang, kalo gue nyasar terus yang ada di hadapan lo siapa Pea."Sungit Vino kesal pada Kiki, begitulah Vino di luaran jika bersama orang yang tidak di sukai nya pria itu dingin dan mudah berkata pedas tapi tidak dengan teman dan orang terdekatnya, Vino selalu bisa menposisikan bahasa yang pantas maupun yang tidak pantas untuk orang sekitarnya.


"Udah yuk, kita udah di tungguin sama model kesayangan lo tuh, sebel gue dari tadi ngedengerin ocehan cerewet si Chelsea, mana dia nanyain lo terus lagi."Sungut Kiki yang terus berbicara tanpa jeda.


"Berisik lo Ki, ngak lo ngak Chelsea sama aja tau, Cerewet."Ucap Vino lalu pergi meninggalkan Kiki yang sedang memajukan bibirnya kedapan.


"Gini nih kalo punya temen ngak ada ahlakq, udah di tungguin eh malah ninggalin emang bener ya kalo anak sultan mah bebas."Oceh Kiki yang masih sibuk mengoceh.


Vino berbalik lalu menggeleng melihat teman nya yang bibirnya sebelas dua belas dengan wanita itu, "Ki lo mau kerja atau mau ngedumel mulu !! nanti yang ada gajih lo di potong baru tau rasa."Ucap Vino sambil melangkah pergi.


Dengan kesal Kiki pun mengekor di belakang Vino, seperti itulah Vino sangat susah di ajak bercanda dan ucapan nya pedas, tapi meski begitu Kiki sangat beruntung mempunyai teman seperti Vino bahkan pekerjaan nya pun sekarang tak laput dari bantuan Vino.


____________


Jejakk !!


Sloww Update !!

__ADS_1


__ADS_2