Menikah Dengan Anak Majikan

Menikah Dengan Anak Majikan
Season 2. Chelsea.


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G..


🌹🌹🌹🌹🌹


Kesibukan selalu menyertai hari-hari Vino meski iya belum memiliki pekerjaan yang cukup padat seperti abangnya Vian tapi dengan pekerjaan Vino yang menjadi seorang fhotografer pun sudah sangat melelahkan karena sehari-hari nya tak jarang iya memotret di tempat-tempat yang cukup jauh.


"Jangan seperti itu, gaya mu terlalu jelek !!. "Kata-kata yang sering Vino lontarkan pada model-model yang menurutnya jelek dalam segi bergaya apalagi Vino sangat tidak suka dengan wanita yang dengan sengaja membuang waktunya.


"Emm bisakah kamu ajarkan bagaimana gaya nya,"Pinta seorang model cantik yang selalu berpakaian ketat tak lupa dengan senyuman indah nya.


Vino melangkahkan kakinya lalu mengajarkan beberapa gaya yang menurutnya cocok dengan apa yang menjadi projek nya sekarang.


Si wanita yang sedang di ajarkan bagaimana bergaya yang baik di depan kamera pun tersenyum senang karena mendapatkan berhasil mencuri perhatian dari sang Fhotografer tampan.


Siapa yang tidak kenal dengan Alvino Putra seorang putra kedua dari pemilik perusahaan besar di Asia.


Chelsea Aura April, Lahir di bulan april berusia 23 tahun, hari-harinya di sibukan dengan job menjadi model beberapa produk.


Cantik, seksi, kaya, dan berprestasi, paket komplite yang Chelsea miliki, mempunyai ayah yang bekerja sebagai pejabat negara membuat Chelsea terkenal dan populer di dunia permodelan.


"Vino kamu sibuk ngak?." Tanya Chelsea yang kini sudah duduk di samping Vino.


"ya." menjawab dengan singkat padat dan jelas.


"Hem, tadinya aku mau ajak kamu makan siang, tapi ya udah lah ngak papa kalo kamu sibuk aku ngak bakalan maksa."Ucap Chelsea dengan wajah yang memperlihatkan kekecewaan.

__ADS_1


Vino menghela nafasnya, "Ya sudah kita makan siang," Ucap Vino akhirnya mengiyakan nya.


Chelsea tersenyum senang sambil berjalan buru-buru mengambil tas nya, "Ayo herangkat sekarang, oh iya kita makan di tempat biasa ya Vino." Ucap Chelsea antusias sambil mengandeng tangan Vino layaknya seorang sepasang kekasih.


Semua mata sudah biasa melihat hal itu, Chelsea dan Vino membuat kaum jomlo hanyut dalam kesedihan apalagi melihat begitu perfeck nya wajah keduanya yang sama-sama memiliki wajah yang sempurna.


"Beruntung banget ya si Chelsea dapat pacar kaya Vino, udah ganteng anak orang kaya lagi." bisik model B.


"kalo aku sih kasihan sama Vino masa lelaki sesempurna Vino mau aja pacaran sama mak lampir kaya si Chelsea yang kelakuan nya kaya bunglon." bisik model C ( salah satu model yang pernah berebut kastum dengan Chelsea).


Vino dan Chelsea sampai di tempat yang Chelsea pinta, tempat romantis yang menjadi tempat paling bersejarah untuk Chelsea dimana dia bisa di pertemukan dengan si tampan Vino.


"Kamu mau pesen apa Vino?." tanya Chelsea lembut seraya senyuman manis di bibirnya.


"Terserah."jawab Vino singkat.


Chelsea yang sudah kebal dengan sikap Vino hanya tersenyum. "Gimana kalo pesen Seafood?." Tanya Chelsea.


"Kamu mau membuatku keracunan."Vino mendelik tajam.


Chelsea memajukan bibirnya kedepan. "Sayang.. jutek mulu ih sebel." Ucap Chelsea dengan wajah kesalnya membuat Vino menghela nafasnya kasar.


"Ya sudah aku pesan Sup iga aja, sama jus jeruk."Ucap Vino akhirnya memilih membuka suara dari pada urusan nya ribet.


Chelsea kembali memasang wajah cantiknya sambil tersenyum cerah.

__ADS_1


Chelsea dan Vino memang sudah memiliki hubungan sejak beberapa bulan lalu, dan hal itu membuat si cantik yang sangat suka berpakaian seksi itu bertambah semangat menjadi model karena Fhotografer nya adalah pacarnya sekaligus penyemangat nya.


Setelah acara makan siangnya dengan Chelsea Vino pergi ke tempat dimana sang Abang yang tak lain Vian yang setiap harinya selalu di sibukan dengan banyak File-file yang menumpuk.


"Maen masuk aja, tumben siangan kesini nya." ucap Vian dengan wajah datarnya.


"Huhh.. sibuk terus lo bang, oh ya gimana hubungan lo sama si kuntilanak?." Tanya Vino to the poin tanpa ragu sedikitpun.


Vian berjalan ke sofa lalu duduk dispfa yang berhadapan dengan tempat duduk Vino.


"Dia punya nama Vino."Ucap Vian sambil memejamkan matanya.


Vino tertawa, "Hahah.. iya aku tau, tapi menuritku dengan suara nya yang cerewet seperti itu dia lebih cocok dengan sebutan kuntilanak."Ucap Vino lagi sambil memegang perutnya yang mulai sakit karena tertawa.


"Terserah, aku sedang tidak mau menguruskan gadis itu, oh ya bagaimana dengan gadis penebus hutang itu? apakau sudah puas menyiksa nya selama 3 tahun lebih ini?." tanya Vian yang mencoba mengalihkan topik pembicaraan.


Vino yang tahu jika abang nya mengalihkan topik hanya mengikuti alur yang abang nya ciftakan. "Entahlah aku rasa aku sangat suka melihat wajah menahan kesalnya, mungkin 2 atau 3 tahun lagi baru aku akan melepaskan nya."Ucap Vino lagi dengan pandangan kosong yang menerawang.


_________


🌹🌹🌹🌹🌹


JEJAK!!!!!


TBC😚

__ADS_1


__ADS_2