Menikah Dengan Anak Majikan

Menikah Dengan Anak Majikan
Momm Dadd I'm Sorry


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G..


🌹🌹🌹🌹🌹


Berkali-kali pria bernama Alvino itu menguap lebar merasakan kantuk yang sangat menyerang menyuruh matanya untuk terpejam, semalaman menjadi pengasuh dadakan untuk dua keponakan nya membuatnya tidak bisa tidur karna sepanjang malam Babby Vani dan Babby Wirra saling bergantian menangis meminta di buatkan susu.


Ternyata begitulah rasanya memiliki bayi, sangat cape, melelahkan dan membutuhkan tenaga yang ekstra super duper ekstra. sepertinya Vino sekarang sudah tahu jika mengurus anak itu tidak semudah dan sesimple yang iya bayangkan.


karna terlalu lelah dan mengantuk Vino pun akhirnya kembali tertidur di salah satu kamar tamu, Vino tertidur dengan sangat pulas sehingga tidak menyadari hari sudah kembali menjadi malam, kepalanya terasa sangat pusing dan saat Vino kembali membuka matanya Vino di kagetkan dengan suara Vina yang cempreng.


"Bang bangun !! udah malem nih." ucap Vina sambil membawa Babby Vani di gendongan nya.


Vino yang malas hanya diam dan merasa engan untuk bangun." Abang masih ngantuk Vin, lagian abang ngantuk gini kan juga gara-gara kamu yang ngak pulang-pulang semaleman." sahut Vino dengan suara khas orang bangun tidur.


"baru jagain gitu aja udah ngeluh, buruan bangun.. Mommy ngajak kita makan malam di luar." ucap Vina.


Vino melirik adiknya yang terlihat sudah cantik begitupun dengan Babby Vani yang sudah berubah menjadi Bayi yang cantik dengan Dress princes dan rambu tipis nya yang di ikat dua.


"Bukan nya Mommy lagi di luar kota?." tanya Vian heran.


"Udah pulang tadi, katanya mau ngajak kita makan malam sambil ngerayain pertunangan bang Vian." ucap Vina sedikit keras dengan menekan kata pertunangan Vian.


Vino langsung sigap duduk, " ya udah abang mandi dulu, kamu keluar gih." usir Vino.


"iya." sahut Vina cepat." itu baju buat abang, pilih aja." ucap Vina lalu pergi meninggalkan Vino yang masih duduk di atas tempat tidur.


Tring !! (bukan suara tongkat ajaib peri ya.)


"Mommy tunggu kamu di restoran XXxxxxx." isi pesan yang di kirimkan sang Mommy.


"kalo bang Vian udah tunangan berarti bang Vian bakalan cepet nikah, hiss ngak bisa di biarin, Aku harus cepat cari Billa." batin Vino sambil beranjak berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi.

__ADS_1


Sebenarnya Vino tidak terlalu menginginkan perusahaan Daddy nya Vino bukan tife pria yang tamak, tapi mendengar ucapan Vian kemarin Vino jadi membayangkan jika dia tidak ikut andil dalam perusahaan maka di pastikan anak-anaknya nanti tidak akan mendapatkan harta berlimpah seperti yang Vino rasakan sejak kecil.


Harta memang tidak terlalu penting bagi Vino tapi bagaimana masa depan anak-anaknya nanti jika Vino egois lebih memilih bekerja serabutan? apa mereka akan bisa mendapatkan masa kecil yang sama dengan Vino dulu?.


.


.


.


.


Kini Vino sudah tampan dengan stelan kemeja yang di baluti jas berwarna navi, tampan hanya kata itu yang bisa di wakilkan untuk penampilan Vino malam ini.


Karna Vina dan Gio sudah pergi duluan jadi Vino pun akhirnya memutuskan untuk berangkat sendirian menggunakan salah satu mobil sport miliknya.


di tengah-tengah perjalanan entah kenapa Vino merasakan seuatu yang berbeda dan iya juga merasa bersemangat padahal malam ini adalah malam yang bahagia untuk Vian abang nya tapi kenapa dia yang merasakan rasa bahagia yang berlebihan?.


kaki jenjang nya mulai bergerak berjalan memasuki tempat yang di kirimkan Mommy tadi.


lambaian tangan dari seorang wanita matang yang tak lain adalah Mommy nya membuat Vino tersenyum dan langsung bergegas jalan ke arah lambaian tangan itu, disana terlihat semua keluarga nya yang sedang duduk menunggu nya.


"lama banget bang." ucap Sakira sambil mencium pipi Vino lalu memeluk tubuh putranya dengan penuh kehangatan.


"Agak macet Mom." sahut Vino yang masih memeluk tubuh sang Mommy.


Vino duduk di samping Vian, suasana tampak hening, Vina dan Gio nampak sibuk dengan Babby Vani yang terlelap di dalam pelukan Gio.


sedangkan Tasya, Vian dan orang tuanya nampak tengah saling melirik satu sama lain.


"Mom..Dad?." Vino membuka suaranya.

__ADS_1


Nando hanya diam begitupun dengan Sakira.


Vino melihat ekspresi orang tuanya yang tidak biasa pun langsung berpikir cepat sampai akhirnya Vino melirik Vian dan di balas angukan kecil oleh Vian.


Vino menghela nafas nya berat." Momm Dadd maaf." hanya kata maaf lah yang terucap dari mulut Vino.


tak mendapatkan jawaban membuat Vino semakin tambah bersalah." Maafkan Vino, Vino khilaf maaf karna Vino telah membuat Mommy dan Daddy kecewa memiliki anak seperti Vino." sitampan Vino mulai mengeluarkan air mata nya, sungguh melihat wajah orang tuanya yang seperti itu membuat Vino sedih.


jika pria yang menangis di sebut cengeng maka anggap lah Vino sedang cengeng, Vino memang dingin tapi sedingin Vino tetap saja iya memiliki pribadi lain di tengah keluarganya, Vino paling tidak bisa melihat wajah wanita yang melahirkan nya meneteskan air matanya.


"Sudahlah Vino Daddy sudah memaafkan mu, minta maaflah pada Mommy mu karena disini yang paling kamu kecewakan adalah wanita yang melahirkan mu." ucap Nando membuka suaranya.


Sakira menangis dalam diam, sungguh iya tidak menyangka putra nya yakni Alvino bisa melakukan hal semenjijikan itu, dosa apa dirijya di masa lalu sehingga putranya masuk kedalam lembah dosa seperti itu.


"Mom." Vino berjalan ke tempat duduk Sakira.


"Maaf kan Vino Momm.. tampar Vino Momm, Vino memang anak yang memalukan, Vino salah maafkan Vino yang sudah mengecewakan Mommy." isak tangis Vino mulai terdengar.


Sakira menghirup nafas nya pelan, sedih dan kecewa semuanya menjadi satu, tapi rasa kasih sayang nya sebagai seorang ibu membuatnya tidak bisa mendiamkan putranya yang menangis sesegukan di kakinya.


" Vino sudah jangan begini, Mommy memaafkan mu sayang, jangan pernah bilang kamu anak yang memalukan karna sampai kapan pun kamu tetap anak Mommy anak Daddy anak yang Mommy rawat dengan sejuta kasih sayang sedari kecil." Ucap Sakira sambil memeluk tubuh putranya.


Tangis haru nan pilu mulai menyelimuti keluarga kecil Sakira dan Nando. Vian memeluk Tasya yang nampak ikut terhanyut dalam kesedihan yang menimpa keluarga kekasih nya.


begitupun dengan Vina yang juga ikut menangis di pungung suaminya.


"Mommy tidak pernah merasa di kecewakan Vino, Mommy menyangi mu dan itu berlaku sampai kapan pun." ucap Sakira lagi sambil mempererat pelukan nya, Nando tersenyum melihat istrinya yang sudah memaafkan putranya, lalu Nando pun ikut memeluk istri dan putranya menyalurkan rasa kasih sayang nya pada orang-orang yang disayanginya.


__________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jejak !!


__ADS_2