Menikah Dengan Anak Majikan

Menikah Dengan Anak Majikan
Hari pertama Vino bekerja.


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G..


🌹🌹🌹🌹🌹


Kedatangan Vino di perusahaan milik sang Daddy menjadi pusat perhatian, banyak karyawan yang hampir 85% berjenis kelamin perempuan menatap kagum melihat ketampanan yang di miliki seoarang Alvino Putra yang kini akan menjadi CEO di perusahaan tempat mereka bekerja.


"CEO kita tampan, benar-benar 11 12 sama tuan Nando." ucap karyawan A.


"benar dia memang tampan, kalo ngak salah namanya Alvino Putra." karyawan B ikut menimpali.


"Semoga saja tuan muda masih jomlo." ucap karyawan C penuh harap yang langsung mendapatkan jitakan kecil di kepalanya.


"Kalo mau mimpi jangan ketinggian, mana mau tuan muda sama kamu, lagian inget umur udah punya buntut juga masih aja ngarep sama yang bening." ucap si karyawan B yang langsung di angguki karyawan A.


"Sirik aja kalian." sahut si karyawan C berucap kesal.


Vino berjalan dengan penuh wibawa dan tentunya dengan wajah yang bisa dibilang dingin, senyuman para karyawan perempuan maupun laki-laki tak di hiraukan oleh Vino, pria itu lebih memilih pokus berjalan.


Tak banyak yang tau status Vino yang sudah menikah, kebanyakan yang mengetahui pernikahan Vino hanya orang-orang tertentu saja, sedangkan karyawan tidak ada satupun yang tau bahkan mereka baru pertama kali melihat Vino, mereka hanya tau Alvino yang di sebuat tuan muda kedua, tapi mereka jelas tidak pernah melihat bagaimana rupa wajah tuan muda kedua itu.


Sebenarnya ini bukan pertama kalinya Vino mengijakan kakinya ke perusahaan Daddy nya, sebelumnya Vino juga pernah mampir ke perusahaan sang Daddy tapi setiap dia berkunjung Vino pasti akan menutup wajahnya dengan masker dan topi agar tidak ada yang mengenalinya.


"Selamat datang tuan muda, perkenalkan nama saya Amelia Anya Thalia, saya sekertaris baru anda."ucap seorang gadis berparas cantik yang tak lain adalah Sekertaris Vino.


"Aku sudah tau." ucap Vino acuh sambil berjalan memasuki ruangan nya.


"Benar-benar dingin, tapi cukup menantang." ucap Amelia sambil tersenyum sinis. "aku harus mendapatkan nya." sambung Amelia lagi.


Vino melihat tempat yang akan menjadi saksi dimana dia akan berusaha keras untuk membanggakan kedua orang tuanya dan orang yang disayang nya, ruangan nya yang begitu luas, bahkan memiliki kamar pribadi untuk nya istirahat.


"Daddy benar-benar ingin membuatku betah di sini." ucap Vino yang melihat beberapa lukisan alam yang terpampang di bagian sofa yang ada di ujung, Nando tau jika Vino sangat menyukai hal yang berbau alam maka dari itu Nando sengaja mengubah desain ruangan Vino senyaman mungkin.


"Aku harus bekerja keras, Daddy dan Mommy berharap banyak padaku, dan anak istriku juga turut berharap padaku, aku tidak akan mengecewakan mereka." ucap Vino lagi sambil duduk.

__ADS_1


"Ternyata menjadi CEO tidak terlalu buruk, ini menyenangkan." ucap Vino sambil melihat beberapa berkas yang sebelumnya pernah iya pelajari bersama Daddy nya.


tok..tok..


Vino mengkerutkan wajahnya, seingatnya dia tidak menyuruh siapapun untuk ke ruangan nya.


karna merasa tidak mengundang siapapun ke ruangan nya akhirnya Vino pun memutuskan untuk tidak mengubrik suara ketukan pintu itu.


Suara ketukan berhenti tepat di ketukan yang ke 15 kalinya, Amelia menatap pintu ruangan Vino dengan wajah kesalnya." masuk ngak ya, tapi kalau ngak masuk kopinya nanti keburu dingin." Amelia berbicara sendiri.


"Udah ahk masuk aja, lagian aku yakin tuan muda pasti suka jika aku membawakan nya kopi." sambung Amelia lagi.


Gadis cantik berbaju seksi itu membuka pintunya dengan perlahan, lalu berjalan dengan anggun tak lupa dengan tangan yang memegang satu porsi kopi panas.


"Maaf tuan ini kopinya." ucap Amelia berbicara dengan kata yang di buat menggoda.


Vino tak melirik pria itu sibuk dengan beberapa tumpukan kertas yang sedang di lihatnya.


diam nya Vino membuat Amelia keheranan dan sedikit kesal." Apa aku kurang seksi? atau make up ku kurang medok?..hiss susah sekali aku mendapatkan perhatian nya." batin Amelia sambil menatap pria tampan di depan nya.


Amelia berusaha menahan rasa sakit untuk ucapan Vino tadi apa salahnya? dia hanya membuatkan kopi tapi cara bicara Vino seolah dia membuatkan racun sianida saja, "Tuan muda anda benar-benar jahat, tapi meski begitu saya tidak akan menyerah untuk mencuri perhatian anda." batin Amelia.


dengan berat hati Amelia membawa kembali segelas kopi panas itu, saat ingin menutup pintu Vino kembali bersuara.


"Lain kali ganti pakaian mu, kau sedang bekerja bukan sedang menjadi pela**r." ucap Vino yang terkesan pedas level 1000.


"Emm baik tuan muda." sahut Amelia dengan wajah yang sudah di pastikan akan mengeluarkan ekspresi kesal sedih campur aduk.


"Hikss.. padahal aku kan cuman mau cari perhatian nya aja, tapi ucapan dia tadi.. hikss tuan muda anda jahat !!. awas saja jika doa tergoda dengan kacantikan yang aku miliki, akan aku balas semua penghinaan nya." ucap Amelia sambil mengelap air mata buaya nya.


🌹


Disisi lain Billa sedang ikut berkumpul dengan mertua dan mamih nya Tasya, ketiga nya bercerita tentang kehamilan nya dulu, lebih tepatnya hanya mereka berdua tidak dengan Billa yang hanya menjadi pendengar setia dua wanita yang terus berebut ingin berbicara itu.

__ADS_1


"Mommy dulu ngidam sate, eskrim dan cilok." ucap Sakira sambil memakan cemilan nya.


"Kalo Mamih ngidam nya banyak banget, saking banyak nya sampe ngak inget Mamih." ucap Marni menimpali tak lupa dengan tangan yang aktif memasukan cemilan kedalam mulutnya.


"Halah..pasti ngidam nya aneh-aneh yakin aku." ucap Sakira.


"Iya, makanya Tasya jadi aneh, mana ada anak 14 tahun yang udah punya komitmen, heran aku." tutur Marni yang tidak habis pikir dengan tingkah anaknya dulu yang sangat bucin pada anak sahabatnya.


"Kaya Vina dulu, malahan dia udah kenal suka dari umur 10 tahunan." Sakira kembali berbicara.


"Emang ya anak perempuan kadang tingkahnya aneh-aneh masih kecil juga udah berasa jadi ABG aja." Marni kembali menimpali tak lupa cemilan yang menambah semangat nya untuk bercerita lebih panjang.


Billa menatap kedua wanita yang usianya sudah kepala 4 itu, keduanya masih terlihat cantik dan awet muda, entah karna faktor harta atau karna Faktor kebahagian dan senyuman sehingga membuat mereka nampak selalu terlihat cantik.


"Mom..Mih..aku mau mangga muda." cicit Billa pelan sambil tersenyum.


Marni dan Sakira melirik kesumber suara, " tentu saja kamu akan awet muda seperti kami." ucap Sakira diangguki Marni.


Billa mengelengkan kepala, " bukan awet muda Mom, tapi mangga muda." ucap Billa lagi dengan wajah takut karna sudah berani memerintah mertuanya.


Marni melirik Sakira yang di balas lirikan lagi oleh Sakira." Saat nya kita beraksi Mun." ucap Sakira.


"Bener Jubedah, udah lama kita ngak nongkrong diatas pohon." timpal Marni. "Yuk capcus." ajak Marni sambil berdiri.


Billa mengikuti langkah dua wanita yang masih awet muda itu, matanya terbalak saat melihat betapa lincahnya mertuanya memanjat pohon bahkan Mamih nya Tasya yang tak lain Marni nampak heboh bergelantungan di atas pohon.


"Sayang kamu mau yang muda kan, Mommy petikan yang banyak ya." teriak Sakira yang berada di atas pohon.


Billa tak menjawab dia malah mengusap pelan perutnya." ikuti yang baik jangan yang nakal." ucap Billa sambil mengusap pelan perutnya.


___________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jejak !!


__ADS_2