
JANGAN LUPA LIKE COMENT AND VOTE.
Selamat membaca😉
🌹🌹🌹🌹
Sakira yang sedang menonton acara Tv di ruang santai sambil rebahan di kaget kan dengan kedatangan sang putri bungsunya, Vina nampak ceria hal itu membuat Sakira selaku wanita yang melahirkan Vina menjadi senang dan ikut bahagia karna putrinya nampak bisa hidup bahagia menjalani hari-harinya sebagai seorang istri.
keduanya melepaskan kangen nya dengan berpelukan, Vina tersenyum melihat sang Mommy yang masih terlihat cantik di usianya yang sudah hampir kepala empat itu, bahkan tidak ada satupun kerutan di wajah sakira, yang terlihat hanyalah wajah cantik dan kulit mulusnya.
tak heran kenapa sang Daddy sangat takut jika melihat sang Mommy marah, kecantikan alami yang di miliki sang mommy benar-benar membuat Vina iri padahal wajah Vina dan sang mommy sama-sama meliki wajah yang cantik alamu.
tak jarang Vina merasa jika dirinya dan sang mommy bukan terlihat seperti ibu dan anak, melainkan kakak dan adik, apalagi melihat pashion sang mommy yang tidak memperlihatkan seorang ibu tiga anak dan sudah memiliki menantu, wajah cantik tubuh ramping dan tak lupa style yang semakin hari semakin bagus membuat Sakira terlihat 17 tahun lebih muda dari usianya.
" Mommy terlalu cantik, Vina jadi ngerasa kesaing nih." Ucap Vina dengan nada manjanya, sudah lama rasanya iya tidak bermanja pada sang Mommy maka dari itu sekarang Vina ingin menghabiskan waktu nya untuk bermanja dengan Sakira.
" Kamu bisa aja sayang, kamu juga canti.. kadang Mommy berasa ngaca kalau liat kamu." Ucap Sakira sambil membelai rambut panjang hitam Vina.
" Mom.. kalau Vina ngak bisa kasih Mpmmy cucu, Mommy marah ngak?." Tanya Vina polos tanpa melihat ke arah sang Mommy yang nampak kesal mendengar perkataan sang putri.
" Ko ngomong nya gitu? kenapa hem?." Sakira mencoba memberikan kehangatan untuk sang putri.
Vina menggeleng, " Ngak kenapa-kenapa, cuman nanya aja.. soalnya Vina udah berusaha buat bikin dedek tapi sejauh ini Vina masih belum isi ( hamil) ." Ucap Vina nada mengeluh.
Sakira tersenyum lalu membelai kepala putri bungsunya penuh sayang." Vina dengerin mommy, jangan ngomong kaya gitu lagi Ok.. usia pernikahan kamu masih seumur jagung sayang, mungkin tuhan mau kamu sama abang untuk menjalin hubungan yang lebih dekat lagi, jangan mengeluh sayang, Mommy yakin nanti juga kamu bakalan hamil." Ucap Sakira sambil tersenyum setiap nada ucapan yang iya lontarkan penuh kehangatan dan kelembutan agar sang putri bisa mengerti dan paham bahwa tidak semua pernikahan akan berjalan lancar.
" makasih ya Momm, udah dengerin curhatan Vina." Ucap Vina sambil tersenyum.
" Sama-sama sayang, itulah tugas seorang ibu untuk menjadi teman sekaligus orang yang akan menjadi satu-satunya wanita yang akan selalu melindungi dan menyangi semua anaknya." Ucap Sakira.
__ADS_1
" Nanti Vina juga akan seperti Mommy." Ucap Vina antusias membuat Sakira terkekeh pelan.
" Ya udah mending sekarang kita masak ya, bentar lagi sore.. takutnya Daddy sama abang pulang cepat." Ucap Sakira mengajak Vina kedapur.
"Asiap Momm." Jawab Vina semangat 45 karna hari ini iya akan menambah ilmu dalam perdapuran nya.
Di rumah megah itu tepatnya di ruangan dapur terlihat ibu dan anak yang nampak saling bantu membantu untuk menyiapkan makanan untuk orang tercintanya, adapun pelayan di rumah hanya bertugas untuk membereskan rumah, dan pelayan nya pun tak sebanyak dulu sebagian pelayan di rumah di alihkan kerumah Nanda dan Nia yang juga sudah memiliki keluarga sendiri.
sedangkan Mamah Reny sendiri nenek nya Vina itu memilih untuk ikut mengurus Oma Nando yang kini sudah mulai sakit-sakitan, sebenarnya Vina mau menjenguk sang Oma tapi sang nenek alias mamah Renny melarang cucunya ke tempatnya karna takut cucu kesayangan nya itu tertular Virus yang sedang merajalera di sekitarnya.
Saat sedang asyik memasak sebuah dering telpon yang memakai lagu penyanyi terkenal alias lagu Goyang Dua Jari, membuat Vina dan Sakira menunda acara masak nya lalu melihat siapa nama yang tertera di layar ponsel nya.
" Wah Momm.. bang Vian." Ucap Vina antusias.
" Hallo." Ucap Vian.
wajah tampan Vian yang ada di layar ponsel terkekeh melihat tingkah adik bontot nya itu.
" Iya abang juga kangen kamu Vina," Ucap Vian yang membuat Vina semakin antusias dan tersenyum.
" Ekhemm.. jadi sama Mommy ngak kangen nih bang?." Sakira berpura-pura sedih.
"uh kalau sama yang cantik satu ini mah ya pasti kangen banget lah Mom." Ucap Vian sambil tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya yang rapih.
" Uh silau nya." Ucap Vina namun tak di hiraukan Vian maupun sang Mommy.
" Daddy masih ngantor ya Mom?." Tanya Vian.
" Iya bang, Daddy masih ngantor.. kenapa emang? kangen ya?." bukan Sakira melainkan Vina yang terus menjawab pertanyaan yang di lontarkan Vian.
__ADS_1
Mereka bertiga mebgobrol sambil dan yang terdengar hanya canda tawa nya saja,
" Ya udah deh kalo gitu aku matiin ya, bentar lagi mau tidur nih." Ucap Vian karna memang disana sudah malam hari.
" ya udah, hati-hati ya bang jangan lupa belajar yang bener biar cepet lulus, kasian Daddy udah tua tau."Ucap Vina sambil tertawa.
panggilan Vidio pun mati, tak mereka sadari sebenarnya dari tadi Nando sudah melihat keseruan dari obrolan anak dan istrinya itu.
" Siapa yang bilang Daddy udah tua." Ucap Nando dengan nada yang di buat-buat kesal.
" Uppss kabur.... " Vina langsung berlari kesana kemari membuat Nando gemas dan malah mengejar sang putri kesayangan nya, hal itu membuat Sakira tersenyum lalu kembali melanjutkan aktivitas masak nya di bantu dengan pelayan karna waktu makan telah tiba.
" Nakal ya, sekarang udah bisa bilang Daddy tua." Ucap Nando.
" Hha.. ampun Dad.. ampun, ih geli Dadd, Vijq janji ngak bakalan bilang Daddy tua lagi janji.. haha." Vina mengangkat tangan nya tanda mengalah, gelitikan di perutnya akibat ulah sang Daddy membuatnya keringatan karna terus menerus tertawa.
" Udah-udah mandi sana, liat keringat kalian ngalahin harum sup ayam tau." Ucap Sakira yang mana membuat Vina dan Nando mengerucutkan bibirnya.
" Vina dan Daddy harum iya kan Dad." Langsung di angguki Nando.
"Gendong." Manja Vina yang membuat Nando terkekeh dan langsung mengendong tubuh mungils sang putri menaiki tangga.
Sakira hanya mengelengkan kepala melihat tingkah Vina dan suaminya yang selalu tampak romantis, sungguh iya sangat bahagia karna keluarga nya selalu bahagia dan harmonis.
__________
🌹🌹🌹🌹🌹
^^Happpy Reading...
__ADS_1