Menikah Dengan Anak Majikan

Menikah Dengan Anak Majikan
Jangan Pergi #part 2


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G..


🌹🌹🌹🌹🌹


Billa memegangi dahi Vino dan iya tersentak kaget kala merasakan panas yang cukup membuat tangan nya kepanasan.


"Astaga dia demam." Billa beranjak dari duduknya hendak mengambil handuk kecil dan air panas.


dengan telaten Billa mengompres Vino agar panasnya cepat turun, sambil menunngu kompresan dingin Billa menatap lekat wajah tampan Vino yang kini sedang terbaring lemah.


" Apa yang membuatmu menjadi lemah Vino?." Cicit Billa pelan. " kenapa kau tidak mencariku." Ucap nya lagi kini suara Billa sedikit terisak kecil.


tit..tit..


Sebuah pesan masuk ke layar ponsel Billa yang baru. " Billa apakah Vino ada di rumah?. hemm jika ada tolong buatkan Sup Iga untuk nya, dia menyukai makanan itu, buatlah makanan yang enak, dan jika dia berbicara ketus padamu jangan di masukan ke dalam hati Vino memang sedikit keras. " isi pesan dari Sakira.


Billa pun keluar kamar untuk membuatkan makanan yang pinta oleh Sakira, iya membuat makanan itu dengan tatapan yang sulit di artikan, terakhir dia memasakan ini untuk Alvino adalah hari diamana iya di rengut kesucian nya dan itu sedikit membuat nya sedih.


.


.


.


.


Jam menunjukan pukul 4 sore, Vino terbangun dengan kepala nya yang masih terasa pusing, perlahan iya membuka matanya lalu kaget karena melihat Billa yang tidur dengan posisi duduk di kursi.


"Astaga kenapa dia tidur di kursi, dia sedang hamil bukan kenapa dia ceroboh." Vino mencoba membangunkan Billa dan tak lama pun Billa terbangun dan replek menampar Vino.


"kenapa kamu menamparku?." Vino memegangi bekas tamparan di pipi nya.


Billa menunduk. " maaf tuan ini salah anda sendiri kenapa anda membangunkan saya dengan cara seperti itu." sebelumnya Vino memang membangunkan Billa dengan cara tangan Vino di usapkan ke wajah Billa dan itu bukan salahnya Billa bukan jika dia menampar Vino yang kembali berulah.


Vino terdiam dia memang salah tidak seharusnya iya mrmbangunkan Billa dengan caea seperti itu.

__ADS_1


" Kamu mau kemana? saya belum selesai bicara." Vino berdiri dan mengejar Billa yang sudah keluar dari pintu kamar nya.


" Saya akan menyiapkan makanan tuan." Ucap Billa ketus.


" untuk apa, cepat kembali ke kamar."


" Tidak, saya tidak akan mengulangi kebodohan yang sama tuan, sebaiknya anda diam.. nyonya menyuruh saya untuk memaskan makanan kesukaan anda, bukan kah anda meminta sup iga?." Ucap Billa sambil menuruni tangga.


"Kenapa kamu memanggil ibuku Nyonya?."


Billa melirik kesal." lalu saya harus memanggil apa? dia mau memperkerjakan saya di sini, jadi haruskah saya memanggil beliau dengan sebutan tante?."


"Buk___." Vino ingin bersuara tapi Billa meliriknya tajam.


"Diam atau aku akan pergi dan tidak akan pernah kembali."ucap Billa tajam.


Vino akhirnya diam dan memilih untuk mengikuti Billa daei belakang. di lihatnya Billa yang sedang memanaskan sup iga kesukaan nya dengan penuh cekatan dan ketelatenan, Vino mengenal Billa gadis cantik itu sangat pandai sekali dalam bidang memasak.


Billa mengambil mangkuk lalu menuangkan separuh sup nya ke dalam mangkuk berukuran sedang, tak lupa Billa juga mengambil nasi panas di reicequker, Billa menambahkan teman untuk Sup iga yaitu goreng tempe mendoan.


"Kamu mau kemana? temani saya makan." ucap Vino karna melihat Billa yang hendak berbalik.


"tapi saya mau ke atas." sahut Billa cetus.


"saya tidak menerima penolakan, kalau kamu tidak mau menemani saya juga tidak mau makan." ucap Vino drama yang membuat Billa menghela nafasnya kesal.


"Baiklah." Billa mengambilkan nasi untuk Vino dan mengambil nasi untuk nya.


Vino yang melihat itu tersenyum lalu muncul kembali ide untuk menggoda Billa, jujur melihat Billa yang cetus seperti itu memang adalah hobby Vino entah kenapa Billa lebih terlihat menarik jika sikapnya dingin seperti itu dan Vino menyukai hal itu.


"Kenapa anda tidak makan tuan?." Tanya Billa heran pasalnya Vino tidak memakan nasi dan sup iga yang sudah ada di piring.


"Aku menunggumu selesai." ucap Vino tersenyum. " entah kenapa aku mau disuapin kamu makan nya." sambung Vino yang membuat Billa melotot.


" Anda punya tangan tuan," ucap Billa. "jangan bertingkah atau saya akan pergi." sambung Billa dengan kata-kata mengancam yang membuat Vino langsung cepat-cepat makan karna tidak mau ancaman itu terjadi.

__ADS_1


"Dia terlihat tampan jika sedang tersenyum, emm astaga apa yang aku pikirkan." Billa mengutuki setiap pujian yang iya lontarkan untuk ayah dari si jabang bayi, tapi Billa juga tidak munafik jika pria di depan nya memang sangat lah tampan.


Bahkan menurut Billa Vino adalah mahluk ciftaan tuhan yang paling sempurna, meski Vino pernah melakukan kesalahan yang patal sekalipun hati Billa seolah enggan untuk membenci pria itu dan malah semakin terpesona dengan paras tampan nan menggemaskan yang di miliki Alvino.


"Kau mengagumi ketampanan ku bukan." Ucap Vino tiba-tiba yang membuat Billa tersedak.


Uhuk..uhukk..


" Tuhkan benar kan? kau mengagumi ketampanan ku." Ucap Vino lagi sambil tersenyum percaya diri.


"Ayahmu memang tampan tapi dia juga adalah pria paling aneh." batin Billa sambil memegangi perutnya yang masih rata, sikap Vino yang memang seeing berubah-ubah kadang dingin kadang galak kadang narsis kadang juga cengeng membuatnya bingung. " Dia seperti bunglon."


Setelah selesai makan dan membereskan bekas makanan di meja Billa kembali ke kamarnya tak lupa dengan Vino yang mengintil di belakangnya layak nya seorang Bodyguart bahkan saat Billa ingin menaiki tangga dengan so Chool nya Vino memegangi nya dan berkata. "Kamu pasti butuh bantuan ku, tapi tenang lah aku pria yang bisa diandalkan bukan."


Billa menarik nafas hari ini benar-benar aneh, Vino yang biasanya dingin bisa


berubah menjadi cengeng dan narsis alias kepedean.


tapi meski begitu Billa merasa senang karna setelah 3 bulan lebih iya bisa kembali bertemu dengan pria yang menemaninya 4 tahun belakangan ini.


Tak bisa di pungkiri oleh Billa jika rasa cinta yang melekat di hatinya benar nyata dan semua rasa itu hanya tertuju pada Alvino seorang, tapi mengingat apa yang trlah terjadi antara dirinya dan Vino membuat Billa kembali merenungkan perasaan nya.


Rasa kecewa mendominasi dirinya untuk mengutamakan egonya, meski hatinya berkata tidak, jangan tapi rasa ego nya berkata iya, maksud dari kata iya adalah tingalkan atau meningalkan.


Vino dan Billa sedang berbaring di tempat tidur yang sama dengan posisi yang saling membelakangi.


keduanya terdiam dengan pikiran masing-masing sampai tiba-tiba Vino kembali berulah dan membuat Billa kesal.


" Biarkan seperti ini, jangan pergi lagi ya menetaplah disini.Stay with me." ucap Vino.


Billa hanya terdiam tak menjawab ucapan Vino tadi sampai akhirnya keduanya tertidur dengan posisi Vino yang memeluk Billa dengan posesif.


_________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jejakk !!


__ADS_2