Menikah Dengan Anak Majikan

Menikah Dengan Anak Majikan
HAMIL dan di usir.


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G..


🌹🌹🌹🌹🌹


Seminggu berlalu Vino kini sudah mulai aktif kembali dengan Aktivitasnya di dunia Fhotografer, bahkan hari ini Vino akan pergi keluar kota untuk beberapa hari karna iya memiliki jadwal padat untuk pemotretan di luar kota.


Sebelum pergi keluar kota Vino terlebih dahulu pergi ke kantor sang abang yang tak lain Alvian, untuk memberitahukan keberangkatan nya yang hanya beberapa jam lagi.


"Bang !! " Sapa Vino.


Alvian yang memang tidak mendengar ketukan pintu langsung kaget karna melihat kedatangan saudara kembarnya, " Astaga Vino, kamu ini kalo masuk ruangan orang itu ketuk pintu dulu apa, kan aku kaget." ucap Alvian masih kaget.


" Ngapin ketuk dulu orang pintunya ngak di tutup ko." Ucap Vino acuh. " Lagian abang kaya ke siapa aja, kan aku udah biasa masuk tanpa ketuk dulu." ucap Vino sambil duduk di sofa yang ada di ruangan Alvian.


Alvian hanya mengeleng kan kepala sikapnya dan Vino memang terbilang jauh, jika sewaktu kecil keduanya sama-sama mempunyai karakter yang dingin dan terbiasa bicara seperlunya maka berbeda dengan sekarang Vino dan Vian menjadi pria yang berneda karakter.


Sifat Vino lebih keras dari pada Vian, bahkan Vino lebih tertarik dunia luar sama seperti sang Mommy yang suka dengan dunia petualang. dibandingkan dengan Vino, Vian lebih memilih hidup seperti sang Daddy yang mempunyai ambisi sangat tinggi untuk mencapai segudang prestasi, selain itu Vian juga memiliki sifat dingin dan sangat tertutup.


"Aku akan berangkat keluar kota hari ini." Ucap Vino.


"kenapa mendadak?."tanya Vian heran.


"tidak mendadak, ini sudah lama di bicarakan, ahk iya aku mungkin akan pulang minggu depan." Ucap Vino lagi.


"Terserah." Jawab Vian sedikit kesal pasalnya Vino tidak benar-benar berniat mencari Syabillam


Vian menghela nafas nya. " Bagaimana dengan gadis itu? apa kau sudah menemukan nya?." tanya Vian.


Vino menggeleng, "Tidak, tapi aku yakin dia masih di kota ini." Ucap Vino lagi sambil menatap ke sembarangan arah.


"Cih darimana kamu tahu jika gadis itu ada di kota ini, bisa saja dia sudah pergi jauh." Vian mencoba mengetes adiknya iya tahu jika Vino alias adik sekaligus saudara kembar nya itu pasti memiliki perasaan terpendam pada gadia bernama Syabilla itu.


"Pirasat ku mengatakan jika dia masih sisini." Ucap Vino sambil melirik Vian.

__ADS_1


"mengaku saja Vino aku tau kamu mencintai nya bukan? jika tidak bagaimana mungkin kamu mau hidup berdua dengan nya selama 4 tahun, dan 4 tahun itu bukan waktu yang sebentar." Vian mencoba membuat Vino tidak betah berlama-lama di ruangan nya.


dan benar saja belum 5 menit Vino sudah berdiri." Kau terlalu banyak mengurusi urusan percintaan ku, Sedangkan percintaan abang dengan si Kuntilanak saja belum menemui titik terang." Vino sedikit menekan kata Kumtilanak nya


"Bukan urusan mu, itu masalah ku dan kekasihku, sana pergi !! dan cepat temukan calon adik iparku." Ucap Vian sambil melempar bantal dan berhasil di tepis oleh Vino.


"Jahat sekali kau bang, awas saja aku adukan sama Om galak, hha biar tau rasa." Vino berkata sambil menjulurkan lidahnya sambil berjalan mundur ke arah pintu.


" Aw___ "Ucap Vian terhenti karena Vino sudah keburu saling tubruk dengan seseorang.


Brukkk..


Vino jatuh begitupun dengan yang di tubruknya.


"Huaaa.. !! bang Vino jahat !!." Suara melengking cempreng yang sangat pamilier di telinga Vino.


"Sayang jatoh, hikss bantuin berdiri." ucap gadis cantik itu manja dan langsung di bantu dengan uluran tangan oleh Vian.


"Astaga kuntilanak kuping aku hampir pecah!, ngapain lo disini, pagi-pagi juga." Ucap Vino sambil menatap gadis di depan nya.


Vian menggeleng begini lah tingkah adik dan pacarnya yang setiap saat bertemu pasto selalu ribut. " Sudah-sudah, Vino bukan nya kamu mau pergi? ini sudah jam berapa sana pergi." Usir Vian yang membuat Vino mendengkus sebal.


"Cih.. mentang-mentang ada si kuntilanak maen ngusir aja lo bang, emang bener cinta buat orang buta." Ucap Vino yang tak sadar jika dirinya pun memiliki sifat yang sama dengan sang abang dalam masalah percintaan.


karena merasa menjadi obat nyamuk Vino pun pergi meninggalkan ruangan kakak nya dengan kekesalan.


"dulu aja bilang Gio sama Vina bucin nah sekarang malah dia yang bucin sama tuh bocah tengik." Batin Vino yang mengoceh tak jelas.


.


.


.

__ADS_1


.


.


Disisi lain terlihat Billa yang menangis sesegukan. " Tolong pak bu, jangan usir saya, saya mohon saya tidak punya tempat tinggal lagi selain disini." ucap Billa sambil menangis.


banyak para warga yang melihat Billa yang di seret keluar dengan secara paksa oleh ibu kontrakan dan beberapa ibu-ibu tukang gosip yang suaminya berlangganan di tempat jualan Billa.


"Dasar gadis jal**g murahan !! sana kau pergi jangan kotori kampung kami dengan anak haram mu." Teriak ibu-ibu yang berbir tebal dengan lipstik merah menyala.


"Pantas saja dia selalu memekai rok panjang dan baju kebesaran, terjyata lagi bunting, sayang banget cantik-cantik ko murahan sih neng," ucap ibu-ibu berdaster dengan rambut kriwil mengembang sempurna keatas.


"jangan-jangan itu anak nya aki-aki, ahk om-om, atau jangan dia jadi pemuas pelangganan do warung nya." cibir tetangga Billa yang sudah memiliki 4 anak, bukan tanpa alasan ibu berkepala 4 itu mencibir Billa dengan kata-kata pedas, rasa sakit hatinya karna suaminya ketahuan diam-diam ingin mengintip kamar kontrakan Billa beruntun nya ketahuan membuat ibu itu semakin membenci kehadiran Billa.


bahkan Isu kehamilan Billa pun itu di beberkan oleh ibu 4 anak itu yang dengan sengaja mendengar tangisan Billa yang sedang menangis karena kehamilan nya.


Sekali lagi Billa hanya bisa menangis sambil meminta untuk tidam di usir dari kontrakan nya tapi para warga yang kebanyakan ibu-ibu itu nampak senang dan bersemangat untuk mengusirnya.


dengan hati yang hancur Billa memunguti tas yang berisi pakaian nya dan berjalan penuh pilu meninggalkan kontrakan nya, lagi-lagi Billa merasakan rasanya di hina oleh orang lain setelah dulu iya di hina sahabatnya karena tidak memiliki seorang ayah dan memiliki ibu seorang pelac*r.


"Aku harus kemana? ke rumah Alvino? itu tidak mungkin, dia pasti menertawakan ku, " batin Billa sambil terus berjalan tanpa tau arah tujuan.


Billa melirik sepanjang jalan yang tidak terlalu ramai kendaraan dan iyapun berimisiatif untuk menyebrang, terbesit di pikiran nya untuk mengakhiri hidupnya, menurut nya untuk apa lagi dia hidup bahkan dia sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi, sekarang pun dia harus menangung Aib karena hamil tanpa menikah.


" Maafkan ibu nak, ibu bukan ibu yang baik, tapi ibu tidak punya pilihan, ibu tidak mau jika hidup kamu nantinya akan susah dan menderita seperti ibu." Billa mengelus perut rata nya dengan tangan yang gemetar.


Dengan air mata yang menetes Billa berjalan sambil memejamkan matanya dan dari kejauhan sana terlihat sebuah mobil yang akan menjemput ajal nya.


__________


🌹🌹🌹🌹🌹


Hai semuanya😉 Author ada cerita baru nih, penasaran kan? yuk langsung aja baca, udah 18 Epsd loh😍

__ADS_1



Jejak !!


__ADS_2