Menikah Dengan Anak Majikan

Menikah Dengan Anak Majikan
Aku mencintaimu.


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G..


🌹🌹🌹🌹🌹


Setelah acara maaf memafkan antara orang tua dan anak selesai Vino kembali duduk di samping Vian lagi, suasana haru yang sempat menjadi prioritas tadi kini sudah berubah menjadi biasa lagi seperti awal Vino datang.


Dan tak lama kemudian tiba-tiba ada seorang gadis cantik yang berdiri tepat di meja yang ada di pojokan, gadis cantik yang memakai dress berwarna biru muda dengan rambut panjang curly yang di biarkan ter-urai kebawah, jelas Vino mengenali siapa gadis itu.


Vino langsung melirik satu persatu anggota keluarganya, dan jawaban mereka semua nya hanya mengangguk.


"Daddy tidak pernah memiliki anak yang pengecut dengan tidak mau bertangung jawab atas kesalahan nya sendiri, tapi Daddy tau kamu anak Daddy dan kamu pasti akan melakukan nya, kamu berani mengakui kesalahan mu Vino dan Daddy bangga padamu." ucap Nando bijak yang membuat Vino terdiam ini adalah pertama kalinya Daddy nya berbicara seperti ini padanya.


" Berbahagialah sayang, Mommy merestuimu..jadikan dia bagian dari keluarga kita, doa Mommy menyertaimu."ucap Sakira sambil tersenyum.


Vino menatap wajah orang tuanya dengan wajah yang tidak bisa di artikan." tapi dia..__" ucap Vino terhenti.


"Jangan permasalahkan masa lalu nya, Daddy tidak pernah mengajarkan anak-anak Daddy untuk menyimpan dendam, masalah latar belakang keluarga nya tidak lah penting, yang paling terpenting adalah cinta yang kalian miliki." ucap Nando lagi.


"Momm.." Vino manatap wajah Mommy nya.


"Mommy sudah tau semuanya sayang." ucap Sakira." kejar lah cintanya." sambung Sakira lagi seraya tersenyum.


Vino melirik Vian dan Vina yang di balas angukan oleh kedua saudara kembar nya.


"Barikan ini untuk Billa, jangan buat dia kecewa lagi." Sakira memberikan sepasang cincin untuk menjadi tanda bukti keseriusan putranya dengan gadis yang belum lama ini iya kenal.


"Makasih Mom, Vino akan membahagiakan nya." ucap Vino seraya tersenyum.


"harus." sahut Sakira cepat.

__ADS_1


Vino tidak menyangka jika semua ketakutan akan penolakan dan kemarahan dari keluarganya, semua nya itu kini sudah hilang sirna dari pikiran nya, restu dari orang-orang tersayang nya membuat Vino semakin yakin untuk menikahi Billa.


Perlahan Vino berjalan mendekati gadis cantik itu keduanya terdiam saat saling berhadapan.


"Aku tau pertemuan dan perpisahan kita terlalu buruk dan mungkin membuat kamu sering terluka sampai merasakan rasa trauma yang mendalam, tapi boleh aku meminta kesempatan sekali saja untuk mencoba mengobati hatimu yang sempat tersakiti karena aku?." ucap Vino.


"Aku tau aku memang bukan lelaki yang baik dan jauh dari kata sempurna, tapi kumohon Syabilla biarkan aku menjadi seseorang yang bisa kamu andalkan, seseorang yang akan membahagiakan kamu dan dia bayi mungils kita yang masih ada di rahim mu." sambung Vino.


Billa masih terdiam tanpa kata, hatinya berkata Ya aku mau, aku ingin !! tapi sisi lain Billa masih takut dan ragu pada pria di depan nya.


Vino berjongkok, memegang kedua tangan Billa sambil menatap wajah cantik yang masih menunduk itu.


"Billa menikahlah denganku, aku tidak bisa menjanjikan sebuah rumah tangga seperti apa yang akan kita jalani nanti, tapi sebisa mungkin aku akan membahagiakan kamu dan keluarga kecil kita." ucap Vino lagi dengan wajah yang memperlihatkan keseriusan.


Ragu-ragu Billa menatap netra mata tajam yang memperlihatkan kejujuran itu, tampan hanya itu yang bisa iya lihat saat memandang Vino, kata-kata penuh nasihat yang di berikan Sakira tiba-tiba terbayang di kepalanya, bagaimana wanita kepala 4 itu memberikan kasih sayang pada nya dan memeluknya layaknya seorang ibu pada anak.


"kita tidak bisa menginginkan takdir sesempurna yang kita inginkan, tapi percayalah di balik semua yang telah kalian lalui, Mommy tau tuhan pasti sedang menguji cinta kalian, hanya saja cara kalian menyadari sebuah rasa itu berbeda dengan pasangan lain nya, jangan pernah membenci takdir tuhan, semua ada hikmah nya dan cucuku juga memerlukan sosok keluarga yang lengkap." (nasihat Sakira).


Billa menarik nafasnya pelan, menatap kembali wajah pria yang menjadi bapak dari si jabang bayi yang ada di rahim nya.


kedua mata mereka pun saling bertemu, menciftakan gelenyar aneh yang merambat kedalam hati masing-masing.


"Apakah kamu terpaksa karna aku sedang mengandung anak mu? jika iya maka jangan lakukan itu." ucap Billa. " Aku tidak mau kamu tersiksa." sambung Billa lagi.


Vino mengeleng. " tidak sedikitpun, kau tau saat kau menghiasi hari-hari ku entah mengapa aku merasa bahagia, tapi saat kau pergi aku baru sadar jika sebenarnya aku telah jatuh hati padamu." ucap Vino seraya tersenyum. " Aku jatuh hati padamu sejak kau masih berusia 17 tahun, cukup lama aku berusaha untuk menyadari rasa ini sampai saat dimana kau pergi dan aku merasakan kehilangan." sambung Vino lagi.


Billa tersenyum mendengar penuturan Vino yang terlihat jujur. " Apakah kau mencintaiku?." tanya Billa dengan sedikit ragu, ini pertama kalinya iya bertanya dengan kata yang sedikit kaku.


Vino menatap kembali wajah cantik Billa." kau meragukan cintaku? aku mencintaimu sangat, semua yang aku lakukan dari dulu untuk mu itu adalah rasa sayangku, aku ingin tingal bersamamu karena aku tidak mau kamu mengenal pria lain selain aku, mengurungmu di rumah agar kau tidak bisa memiliki kekasih, aku tau sikap ku menyakitimu tapi itulah semua caraku untuk bisa mendapatkan hatimu." jawab Vino.

__ADS_1


Billa lagi-lagi di buat terharu." Aku mencintaimu tuan muda, aku mencintaimu." ucap Billa akhirnya mengatakan semua rasa yang selama ini menganjal di hatinya, Vino yang mendengarnya tersenyum dan langsung memasangkan cincin di jari manis Billa, disusul dengan Billa yang memasngkan cincin itu di jari manis Vino.


Kedua nya kembali bertatap muka sampai akhirnya Vino dan Billa berlelukan dengan sudut mata masing-masing yang mengeluarkan air mata.


"Aku menyangimu." bisik Vino di telinga billa.


" Akupun." sahut Billa cepat seraya tersenyum.


Cupp.. sebuah kecupan mendarat di kening Vino yang merasa bahagia sampai lupa tempat.


sebuah tepuk tangan terdengar dari meja di sampingnya.


"Cocwite !!." seru Tasya sambil mengoyang-goyangkan tangan nya yang di gandeng Vian.


"Awas nanti khilaf lagi, jangan terlalu dekat." celetuk Vian yang membuat Vino replek langsng melepaskan pelukan nya.


"Jadi kapan kalian menikah?." tanya Nando.


Vino terdiam terlihat sedang berpikir." minggu depan." sahut Vino cepat.


" What minggu depan? Mommy sudah menyiapkan semua nya Vino, kalian akan nikah 4 hari lagi." Sakira membuka suaranya.


" Lebih cepat lebih baik." Sahut Vino sambil tersenyum.


" ngebet banget pak, jadi siapa nih yang sekarang bakalan bucin?." bukan Vian bukan Sakira bukan juga Tasya melainkan Vina yang meledek abang nya, masih jelas ingatan nya dulu saat Vino memanggilnya dengan sebutan ratu buncin.


__________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Upp di *Cinta Gadis Kampung *


jangan lupa jejak !!


__ADS_2