Menikahi Janda

Menikahi Janda
Boneka Babi


__ADS_3

Keesokan harinya Regan dan Rayya telah berpakaian rapi siap mengunjungi acara ulang tahun kembar. Bersama kedua orangtuanya Regan menenteng dua boneka yang akan di berikan pada kembar. Dengan senyum mengembang dia turun dari mobil dan sudah tak sabar ingin bertemu dengan kembar.


"Regan..." seru Naira dan Kaira yang kini memakai dress pink dengan hijab senada. Keduanya berlari mendekati Regan dengan gembira.


"Ini buat kalian! selamat ulang tahun.." Regan menyodorkan kedua tangannya ke arah Naira dan Kaira. Naira tangan kanan dan Kaira tangan kiri.



"Yee...makasih Regan. Aku suka, bonekanya lucu Regan. Gajah pink, kamu apa Kai?" Tanya Naira pada adiknya. "Kai...." lirih Naira setelah melihat wajah sendu Kaira. Kaira seketika bingung kenapa dia mendapatkan boneka dengan bentuk seperti ini.


"Kenapa punyaku seperti ini?" lirih Kaira, gadis itu menatap Regan dengan mata berkaca-kaca.



"Karena kamu lucu dan imut seperti boneka ini Kai!lihat lah....pink seperti kesukaanmu dan ini hidungnya lucu sekali bukan, lihat bentuknya bulat seperti badanmu Kai, pipinya chuby dan ....!" Regan begitu antusias sedangkan kedua orang tuanya tercengang mendengar ucapan putranya yang begitu gamblang menjelaskan namun konyol di dengar.


"Stop!"


"Ceri anak loe bener-bener....minta gue sliding lidahnya!" Tio segera menarik tubuh Regan dan mengajaknya mengambil minuman sebelum Kaira marah atau bahkan menangis di acara ulangtahunnya.


"Daddy akan membawa Regan ambil minum dulu ya sayang, ini dari Daddy buat kalian berdua. Selamat ulang tahun putri Daddy." Tio memeluk keduanya dengan sayang kemudian segera mengajak Regan pergi dari sana setelah membantu keduanya membawa buket berisi banyak coklat yang membuat mata Kaira menjadi berbinar.


"Tio, loe ngapa ngasih anak gue coklat banyak banget!" kesal Sella yang datang menggendong Haidar.


"Nggak apa-apa setahun sekali, untung itu juga gue bawain coklat kalo nggak anak loe udah kejer!" seru Tio dan Ceri pun menyusul Tio dan Regan. Benar-benar polos putranya namun Ceri pun merasa tidak enak, bagaimana jika Kaira bercerita pada orang tuanya.

__ADS_1


"Pah, Regan kan masih mau ngobrol dengan Naira dan Kaira, kenapa Papah ngajak kesini?"


"Boy kau sungguh tidak peka, hmm? penjelasanmu tentang boneka itu tadi membuat Kaira ingin menangis, jangan sampai kehadiranmu membuat suasana jadi gaduh boy."


Regantara menatap heran pada Papahnya, salahkah dia menjelaskan pada Kaira. Sedangkan memang benar Kaira selucu boneka itu.


Tahun berikutnya pun sama, ntah apa yang Regan pikirkan tetapi dia memilih kado boneka lagi karena ia tau keduanya sangat menyukai boneka.


"Ini untuk kalian! selamat ulang tahun ya..."


"Wah....Regan ini lucu sekali. Naira senang mendapatkan boneka beruang hijau, ini kesukaan aku, ada lovenya lagi. Jadi sayang sama Regan." Naira memeluk Regan sedangkan Kaira menatap nanar boneka miliknya.



"Kenapa aku di kasih ini? kenapa tidak sama saja seperti kakak?" tanya Kaira kembali di buat kesal di hari ulang tahunnya oleh Regan.



Lagi dan lagi, Regan menyamakan dirinya dengan boneka keropi si mata lebar. Setelah mendengar penjelasan Regan, Kaira pergi meninggalkan Naira dan Regan ke arah bunda dan ayahnya dengan membawa Boneka yang ia cengkeraman dengan kuat.


Hati anak kecil itu begitu kesal namun Kaira tak ingin menangis di acara ulang tahunnya dan tak akan berteman dengan Regan lagi jika tahun depan boneka yang di berikan olehnya membuat kecewa dan berbeda jauh dengan kakaknya.


Dan hari ulang tahun berikutnyapun tiba, Regan di buat riweh apa lagi melihat pintu kedua orang tuanya yang tak kunjung di buka sejak pagi. Ntah apa yang di lakukan oleh Tio dan Ceri di dalam sana. Yang jelas setelah Regan sempat pergi dengan Rayya membeli kado untuk kembar, orang tuanya keluar kamar dengan wajah berbinar dan rambut yang basah.


"Aku menitipkan kado untuk kembar Mah Pah, aku tidak bisa hadir karena ada pertandingan futsal. Aku kasih ke Rayya biar dia yang memberikan pada kembar."

__ADS_1


"Tapi boy, kamu tidak lagi akan membuat kaira marah bukan?" Tio merasa tidak aman setiap kali kado yang di berikan oleh Regan mengundang kekesalan kedua putri kembarnya. Karena setelahnya ia akan di maki oleh Sella karena memberikan banyak coklat. Mau gimana lagi, hanya itu yang membuat keduanya tak menangis.


Sore harinya Rayya begitu senang membawa kedua boneka titipan abangnya. Sedangkan Tio dan Rayya yang sedang mengendong baby Retha sudah ketar ketir melihat putrinya yang berlari mendekati kembar.


"Hay Rayya...." seru keduanya, namun Kaira seperti mencari seseorang yang tak terlihat dan membuat binar di wajahnya redup.


"Hai kak....selamat ulang tahun, aku kesini membawakan titipan kado dari kak Regan. Kak Regan tidak bisa hadir dan Abang menitipkan ini, ini untuk kak Naira!"



"Lucu sekali Rayya, Regan selalu menambah koleksi boneka yang lucu-lucu. Sampaikan pada Abang mu ucapan terimakasih ku Rayya, boneka bebeknya lucu sekali. Aku suka...." Naira memeluk boneka bebek itu dan menciumnya dengan sayang.


"Dan ini untuk kakak," Rayya memberikan boneka khusus untuk Kaira dari Regan. Kali ini boneka itu mirip karena Regan tak mau kena amuk, tapi nampaknya wajah sendu bocah itu berubah menjadi merah.



"Bunda....aku nggak mau lagi berteman dengan Regan. Regan sangat menyebalkan bunda!" seru Kaira, Kaira tak pernah menangis di acara ulangtahunnya tapi kali ini tangisnya pecah setelah menerima boneka pemberian Regan, bahkan Tio di buat kelimpungan.


"Regantara........aku benci sama kamu!" teriak Kaira saat sambungan telepon terhubung dan bocah di seberang sana meringis mendengar teriakan darinya.


...****************...


Udah ya sayang.....tambahannya dari aku, intinya Tio dan Ceri bahagia. 🤗🤗🤗 Dan untuk lanjutan Regantara sudah meluncur. Versi dewasa dengan Ceri yang masih kesal tapi malu tapi bingung tapi....udah deh baca aja Yach.


Jangan lupa follow ig aku weni0192

__ADS_1



__ADS_2