Menikahi Pria Buta

Menikahi Pria Buta
Isi Surat


__ADS_3

Ada rasa kesal dan kecewa yang di rasakan Rikha, ia mengharapkan pernikahan Kiara di percepat tapi tanggapan keluarga Xander begitu menohok untuknya. Namun rasa kekecewaannya harus ia tahan sampai pernikahan mereka terlaksana. Entah kelicikan apa lagi yang di pikirkan Rikha sekarang, ternyata Rikha melakukan semuanya demi sebuah misinya terhadap Rita?


Sesampainya di rumah Rikha dengan kesalnya ia menghempaskan bokongnya di sofa sambil memijit pelipisnya berusaha tenang agar Kiara tak merasa curiga padanya. Entah ada masalah apa Rikha dan Rita.


"Loh! loh! pulang-pulang mukanya di tekuk, ada apa?" tanya Joni dengan raut wajah heran, apa ada masalah dengan keluarga Xander? itulah yang ada di benak Joni.


Kiara tersenyum manis dan pamit masuk kamar,"Pah Kiara masuk kamar dulu ya," dan di anggukan kepala oleh Joni.


"Mah, ada apa? coba cerita sama Papa?" tawar Joni dengan menatap wajah istrinya kurang sedap di pandang.


"Itu Pah, Rita sok-sokan jual mahal sama Mama punya anak cacat gak bisa melihat juga belagu! syukur-syukur Kiara mau menikah dengan anaknya jangan mentang-mentang kaya Mama semakin sebal saja dengan Rita!" geram Rikha dan mengepalkan tangannya.


"Maksudnya apa?"


"Papa ini ya, Mama sudah menjelaskan semuanya panjang kali lebar masih saja gak ngerti?!"


Joni hanya bisa pasrah ia menggeleng cepat," Mama? gimana Papa mau tahu? Mama belum ngomong, yang Mama katakan barusan kan lagi ngumpatin Rita saja."


Rikha hanya mendengus sebal pada Joni.


"Sepertinya Mama punya dendam sama Rita? kenapa? dari nada bicaramu mengesankan kalau tidak suka ?!"


"Iya! Mama memang punya dendam kepada nya, dia yang menyebabkan Rikhe pergi selamanya. Dia penyebabnya, dia! yang sudah menghancurkan semua," Rikha menjawab dengan penuh amarah rahangnya mengeras dan tatapan matanya nyalang yang di penuhi kilatan cahaya yang menakutkan bagi yang melihatnya.


"Mah, jangan asal bicara nanti jatuhnya itu fitnah," seru Joni dengan wajah terkejut karena ia tak tau menahu tentang kepergian Rikhe adiknya Rikha.


"Mama gak asal bicara Papa?! Mama punya buktinya kalau Rikhe adiknya Mama meninggal


karena bunuh diri ini semua gara-gara Rita paham gak sih Papa!" hardiknya dengan nafas tersengal-sengal menahan amarahnya.


"Kalau benar kenyataannya Rikhe meninggal pasti dari dulu sudah di temukan mayatnya, tapi apa! sampai sekarangpun jasadnya belum di temukan juga, polisi juga mengatakan bahwa Rikhe kemungkinan besar dia pergi ke suatu tempat untuk menenangkan pikiran nya?" tampik Joni agar istrinya tak selalu menyalahkan Rita yang sebentar lagi akan menjadi besannya sendiri.


"Bila Rikhe tidak meninggal pasti dia akan mengabari aku tentang keberadaan dirinya?" cicitnya.


Rikha begitu membenci Rita berawal dari Rikhe menyukai dan mencintai laki-laki yang sama yaitu Robinson Xander, sayangnya Robinson lebih memilih Rita daripada Rikhe.


dari itulah persahabatan mereka bertiga menjadi renggang. Mereka bersahabat sejak kecil tak ayal orang bilang mereka kembar yang sama-sama memiliki nama awalan yang sama yaitu R.


Mereka bertiga berjanji akan selalu menyayangi satu sama lainnya, namun janji Rita semuanya palsu itu menurut Rikha yang tak tau akar permasalahannya. Hanya Rikhe lah yang tau jawabannya namun entah dimana ia sekarang, tak seorang pun tau keberadaan dirinya.


Rikha hanya membaca sepenggal isi surat yang di tulis Rikhe yang bertuliskan pesan singkat untuk Rita dari Rikhe.


"Atas nama cinta," aku rela melepaskan dirimu, atas nama cinta aku rela menderita demi kebahagiaanmu bersama orang yang kamu cintai, biarlah aku pergi dengan membawa sejuta luka. Aku bahagia dengan melihatmu bahagia cukup aku saja yang menderita, semoga bahagia selamat tinggal cinta. Aku akan pergi jauh sejauh-jauhnya dari kehidupan mu karena aku gak sanggup untuk luka kesekian kalinya. Terimakasih cinta kau mengajarkan aku apa arti cinta yang sesungguhnya cinta tak harus memiliki cinta butuh pengorbanan.

__ADS_1


"Kak Rikha jaga dirimu baik-baik, jangan cari aku. Aku akan selalu ada di hatimu Kak, jangan bersedih dan jangan sampai membenci Kak Rita, jaga mereka untuk aku," itulah isi surat yang ditulis Rikhe.


"Itu sudah membuktikan semuanya Pah, mau bukti apalagi?!" geram Rikha dengan gigi bergemelatuk.


****


"Mah, Pah, aku yakin mereka memang mau berniat gak baik dengan keluarga kita," ujar David yang baru datang dari pesta ulang tahun temannya Devina mereka pulang setelah Rita memberitahukan tentang kedatangan Kiara ke rumahnya untuk membicarakan tentang pernikahan mereka yang harus di percepat.


"Mama setuju dengan ucapan mu nak," timpal Rita.


"Ya sudah kita lakukan saja apa mau mereka," seru David yang di anggukan kepala oleh Devina juga Robinson.


"Gak segampang itu David?! kita harus mengurus semua persyaratannya belum juga kalian fitting baju pengantin, terus belum mencari perhiasan untuk maharnya dan persiapan gedungnya kalian pikir segampang itu? dalam waktu singkat?" geram Rita ia gak mau asal-asalan dalam mempersiapkan acara pernikahan David dan Kiara apalagi keluarga mereka orang terpandang hartanya tak akan pernah habis satu turunannya.


"Dia yang memaksa untuk mempercepat pernikahannya, jadi sealakadarnya saja. Kalau perlu di kantor agama saja jadi gak usah di ekspos oleh media," ujarnya dengan dingin.


"Kiara aku kira kamu berbeda dari Kakak dan orang tuamu, ternyata aku salah menilai mu, kamu sama saja sama-sama gila harta materialis kau ibarat buah jatuh tak jauh dari pohonnya," batin David penuh amarah.


Aku bersyukur setidaknya aku tahu sikap aslimu sebelum kita resmi menjadi suami istri. Jadi aku bisa mengawasi gerak-gerik mu, wajah polos, lugu tatapan matamu yang teduh hanyalah palsu kepolosan mu kamu jadikan umpan untuk mencari simpati keluarga ku, geram David nafasnya memburu menahan gejolak amarah yang sudah di ubun-ubun kepala.


"Aku gak menyangka bahwa Kak Kiara sama dengan orang tuanya? yang mengincar harta kita?" jawabnya dengan kecewa.


Keluarga Xander begitu marahnya terhadap keluarganya Joni, mereka mengira Kiara pun ikut andil dalam masalah ini padahal Kiara adalah korban dari keegoisan orang tuanya.


Kiara di kejutkan dengan suara ponselnya yang berdering keras entah siapa yang memanggilnya dengan malas ia menyambar ponselnya yang tergelatak tak jauh dari tempat duduk nya. Di pandangnya layar ponsel yang masih menyala, Mas David? ada apa ya? nelpon aku, dengan cepat Kiara menggeser tombol hijaunya untuk menerima panggilan dari David.


"Hallo?" sapanya dengan suara terbata bata karena gugup.


"Hallo," jawab dari sebrang sana dengan suara dingin.


Kiara mengerutkan keningnya heran, kemarin dia baik-baik saja dan ia memberikan aku hadiah. Kenapa sekarang mendadak berubah drastis menjadi salju lagi? lirihnya.


"Kamu masih di situ kan?! masih mendengar suara saya kan Kiara!" suara baritonnya membuat nyali Kiara menciut.


Tangannya mulai bergetar tak kuasa memegang ponselnya lagi karena takut dengan suara bariton yang super dingin.


"Hallo! hallo!" suara teriakan masih menggema di telinga Kiara seketika Kiara menjauhkannya.


"I-iya Mas a-aku masih di sini?!" jawabnya dengan gugup dan takut.


"Temui saya sekarang juga di cafe yang dekat dengan rumah mu," titahnya dan memutuskan sambungan teleponnya dengan sepihak.


Kiara mendengus kesal terhadap David kenapa David mendadak berubah menjadi manusia-manusia salju dingin.

__ADS_1


Jangan-jangan dia marah dengan apa yang Mama katakan pada Mama Rita yang mendesaknya agar mempercepat pernikahan kami? kini hati Kiara gelisah galau merana, tubuhnya mendadak panas dingin.


"Kiara, kamu sakit? lihat wajah mu pucat pasi," sapa Joni yang kebetulan lewat di depan kamar Kiara yang terbuka lebar.


"Em, aku gak sakit Pah, hanya tegang saja karena Mas David mengajakku bertemu?" jawab Kiara dengan terbata-bata terlihat jelas rasa takutnya yang tercetak di wajah ayunya.


"Kenapa takut, bukankah sebelumnya kalian sudah bertemu?"


Kiara hanya mengangguk pelan," iya Pah, tapi kenapa ya hari ini aku begitu gugup sekali?"


"Jangan panik apalagi gugup tarik nafas panjang dan keluarkan dengan pelan, dan jangan lupa baca bismillah semoga tidak terjadi apa-apa antara kalian berdua? doa Papa menyertai mu Nak," kata-kata Joni membuat hati Kiara menjadi lebih baik.


Sejak kapan Joni bisa bersikap bijaksana dan lembut padanya tak ada lagi kata-kata yang menyakitkan hati Kiara, tak henti-hentinya kiara mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas perubahan Joni semoga Mama dan Kakak nya bisa seperti Papa nya.


Kiara celingukan mencari keberadaan David namun ia tak menemukannya, gak ada tadi dia bilangnya mau ketemu di sini ucapnya dalam hati. Ada rasa tak enak hati badannya mulai panas dingin tangan nya gemetaran.


Tiba-tiba seorang pelayan cafe datang menghampiri ku dan menawarkan sesuatu padaku," bisa saya bantu Mbak," ucapnya dengan senyum dan sopan.


"Nanti saja Mbak, saya lagi menunggu seseorang?" tolakku dengan lembut.


"Oh iya Mbak kalau begitu saya pamit,"


Aku anggukan kepala, aku melihat jam yang melingkar di tanganku berarti aku sudah menunggu setengah jam namun yang aku tunggu-tunggu tak kelihatan batang hidungnya apakah dia membohongiku atau di perjalanan menuju ke cafe ini macet, aku berusaha menenangkan diri ku sendiri untuk menghilangkan rasa curiga terhadapnya entahlah perasaan ku mengatakan bahwa dirinya tidak akan pernah datang untuk menemui aku, aku akan menunggunya setengah jam lagi bila ia tak datang itu tandanya...... memang ia tak akan pernah datang, gumamnya dengan senyum kecut.


Waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore tandanya Kiara sudah menunggu satu jam lebih, pengunjung cafe mulai ramai banyak yang keluar masuk terlihat jelas di wajah mereka yang sedang berbahagia dengan pasangannya masing-masing tak seperti aku yang aku tunggu pun tak kelihatan batang hidungnya sungguh malang nasibku.


Dengan gontai aku keluar untuk pulang percuma saja aku menunggu buang-buang waktu saja, saat aku menyebrang jalan tiba-tiba seorang anak kecil berlari dan menabrak hingga aku terjungkal ke tanah. Aku tak menyadari bahwa tas selempang yang aku pakai ternyata raib di curi oleh anak tadi yang menabrak ku.


Mau teriak pun percuma karena anak itu sudah lari dan tak terlihat lagi. Malang sekali nasibku seolah-olah aku sudah ditipu mentah-mentah oleh David dan kini harus kecopetan aku pulang harus naik apa? uangku saja yang hanya tersisa seratus ribu pun sudah raib beserta ponsel.


Hari ini aku hari kesialan ku, ibarat pepatah sudah jatuh tertimpa tangga pula. Aku menangis dalam diam meratapi nasibku yang serasa dunia tak memihak pada ku, dan tiba-tiba hujan deras mengguyur tubuhku yang tak berdaya lagi seakan-akan tubuhku tak sanggup lagi menopang tubuhku, dunia serasa mau runtuh aku menjerit berteriak-teriak seperti orang gila.


"Hujan! bawa aku pergi sejauh-jauhnya bawa aku yang kau mau! percuma juga aku hidup toh! semua orang tak satupun yang perduli padaku? Arghhhh....... wahai bumi telan lah tubuhku lenyapkan aku dari bumi!" Kiara menjerit berteriak-teriak tangisan yang memilukan hati siapapun akan merasa iba melihat keadaannya yang kacau.


Kiara berlari menerobos derasnya hujan membuatnya hampir tertabrak mobil yang melaju kencang decitan yang begitu keras membuat Kiara terkejut menjerit dengan menutupi kedua telinganya dan ia berlutut di jalan raya jarak mobil dan dirinya hanya menyisakan jarak beberapa centi, untung saja orang yang mengendarai mobil sudah mahir kalau tidak entah akan jadi apa tubuh Kiara di terjang mobil sport yang melaju kencang tersebut.


Dalam tubuh yang gemetar seorang pria tampan turun dari mobilnya dengan wajah amarahnya ia mendekati Kiara yang sedang menangis.


"Kamu mau mati?!" pekiknya membuat Kiara semakin gemetar tubuhnya, berlahan Kiara menggangkat kepalanya keatas untuk melihat pria yang sedang memarahinya dan seketika wajah pria itu terkejut melihat Kiara.


"K-kamu?!" tunjuknya tanpa bisa berkata-kata lagi seakan-akan tenggorokannya tercekat lidahnya kelu. Siapa anak ini wajahnya tak asing lagi bagi ku? wajahnya mirip Rikha, dan kedua bola matanya sama dengan aku yang sama-sama berwarna biru, atau jangan-jangan dia adalah anaknya Rikha, tetapi bukankah anaknya Rikha satu? yaitu Andin, gumam lelaki tersebut. Ada getaran aneh di hatinya ia mendekati Kiara yang sedang menatapnya dengan takutnya.


Siapakah lelaki itu? apakah ia mengenal Kiara?

__ADS_1


begitu juga dengan Kiara yang tak kalah kagetnya setelah ia melihat sosok pria itu Kiara seperti melihat pantulan dirinya ada pada lelaki itu. Siapakah gerangan pria tersebut?


__ADS_2