
"Mah, Pah. kalian lama sekali ! aku sampai jenuh menunggu kalian."
"Bentar Din. Nih Papa kamu lama banget melebihi wanita saja," gerutu Mama yang sedang mengomeli Papa.
"Papa kan harus kelihatan tampan dong! walaupun sudah memasuki kepala empat," protes Papa dengan menatap mama kesal.
"Sudahlah! jangan pada ribut? bukankah hari ini kita akan weekend? untuk menghilangkan rasa stress yang selama ini kita rasakan."
Andin memberikan saran kepada kedua orang tuanya agar bisa menyempatkan diri untuk berlibur bersama.
Sebelum berangkat Rikha berkomat-kamit entah apa yang ia bacakan.
"Mama sedang apa?! mulutnya komat-kamit?" tanya Joni pada Rikha.
"Mama lagi berdoa semoga kita bisa di temukan dengan Kiara di sana," ucapnya dengan senyum sumringah.
"AMIN" jawab keduanya serempak.
Suasana di dalam mobil hening sesaat.
"Pah, kenapa Mama menjadi gelisah seperti ini? gak biasanya begini," ucap Rikha dengan wajah cemas.
"Perasaan Mama saja kali," Andin menimpali perkataan Mamanya.
"Gak. Biasanya Din, Mama begini? dan Mama mendadak kangen sama Rikhe, Pah? dan juga Kia," lirihnya dengan mengusap air matanya yang mulai berkaca-kaca.
"Kenapa sih Mama masih saja memikirkan Kiara! belum tentu Kiara memikirkan Mama."
Andin yang tak suka bila Mamanya selalu memikirkan Kiara menurutnya bagus bila Kiara tak ada di dalam hidupnya.
"Din. Ingat! Kiara tetap adikmu! kalian satu darah."
"Tetapi kami beda Ayah," timpalnya dengan ketus.
Suasana menjadi hening kembali tak ada lagi suara obrolan dari ketiganya hanya suara deru mesin mobil.
****
Di pantai Kiara sedang asyik bermain pasir-pasiran bersama Reyhan.
"Rey? aku bosan main Pasiran, aku mau kita naik motor cross terus kita keliling bibir pantai ini pasti seru," rengeknya dengan memasang wajah mengiba.
Reyhan menghentikan aktivitasnya yang sedang membuat rumah-rumahan dari pasir.
dirinya nampak berpikir sejenak dan akhirnya ia menyetujui ide Kiara.
__ADS_1
"Idenya bagus juga tuh."
Reyhan bergegas menuju motor yang ia parkiran tak jauh dari tempat ia bermain Pasiran.
"Naik!" titahnya yang di anggukan oleh Kiara.
"Rey! bawa motornya agak ngebut ya?" pinta Kiara dengan suara keras.
Dengan kekuatan super power membawa Kiara dalam mengendarai motornya membuat Kiara berteriak histeris karena bahagia.
Dari kejauhan tampak seorang pria tampan sedang mengawasi Kiara dan Reyhan.
Sesekali tangannya ia kepalkan yang memperlihatkan otot-otot tanganya keluar.
"KIA" ternyata kamu ada disini! sedangkan keluarga kamu kalang kabut mencari keberadaan kamu! kamu malah asyik-asyiknya bermain dengan dia! dan kamu tak memperdulikan mereka? dan siapa lelaki itu yang sudah berani mendekati Kiara. Tak satupun yang boleh mendekati Kiara.
Kiara hanya milik David Xander seorang, geram David.
Kenapa David menjadi semarah ini? sedang ia sendiri sudah bermesraan dengan mantan kekasih nya Kiara biasa saja. David terlalu munafik! ia serakah! egois! tanpa memikirkan perasaan Kiara. Kata-kata itu yang pantas untuk dirinya.
Haruskah dirinya marah sama Kiara? seharusnya ia mengoreksi diri.
David berada di pantai tersebut karena permintaan Arkana untuk mengawasi Kiara dan beberapa bodyguard untuk membantu David.
Bagaimana David tidak cemburu melihat Kiara tertawa lepas, sedangkan bila bersamanya hanyalah senyum penuh kepalsuan yang tercipta, itu karena hati Kiara sudah sangat kecewa dengan sikap David yang selalu menyakitinya.
"Bos. Apa kita samperin aja mereka! atau kita hajar aja lelaki itu!" usul si kepala plontos.
"Biarkan dulu, aku sendiri yang akan memberikan pelajaran padanya."
"Baik Bos," si plontos pun diam.
Hati David semakin bergemuruh di kala melihat Kiara memeluk tubuh Reyhan membuat David mengepalkan tangannya kembali rahangnya mengeras jiwanya yang di penuhi amarah dengan melangkah tergesa-gesa ia menuju tempat Kiara.
Tanpa ba,bi, Bu lagi ia menarik paksa lengan Reyhan membuat keduanya terkejut dan terjatuh dari motor.
"Auu...," tanpa menghiraukan jeritan Kiara ,David langsung mendaratkan bodem di perut Reyhan.
Perkelahian panas pun terjadi secara tiba-tiba Reyhan yang belum siap untuk memberi perlawanan namun David terus bertubi-tubi menjatuhkan pukulan keras.
"Hentikan!" jerit Kiara yang melihat wajah Reyhan lebam dan ujung bibirnya sobek bekas pukulan keras dari David.
Seolah-olah di butakan amarah, David terus menerus memukul Reyhan sehingga tubuh Reyhan tak berdaya sehingga terkulai lemas.
Dengan kasar Kiara menarik tangannya David agar menjauh dari Reyhan.
__ADS_1
"Hentikan Mas! atas dasar apa kamu memukul dia! hah! apa alasannya!" tuding Kiara penuh amarah yang terlihat jelas wajahnya yang memerah tatapan matanya yang nanar menatap sengit kearah David.
"Kenapa diam hah! kamu jahat!" Kiara mendorong tubuhnya sehingga mundur beberapa langkah kebelakang.
Kiara menghampiri Reyhan yang terkulai lemas di pasir dengan memegangi perutnya.
"Siapa dia ka?" ucap Reyhan lirih hampir tak terdengar.
"Jangan banyak bicara ayok aku bantu berdiri."
David hanya diam tak bergeming. Membuat Kiara semakin membenci dirinya, dasar manusia aneh, datang-datang seenaknya saja main nuduh main pukul orang tanpa ada alasan yang jelas, gerutu Kiara.
Setelah Kiara membatu Reyhan berdiri, kini Kiara mendekati David dengan tatapan nanar.
"Sekarang jelaskan semuanya padaku! kenapa kamu harus memukul Rey? katakan," geram Kiara.
"Siapa laki-laki itu," jawab David tanpa bersalah.
"Apa peduli kamu Mas."
"Jelas aku perduli sama kamu! kamu itu calon istri aku! paham," bentaknya membuat Kiara terkejut dengan sikap David yang tiba-tiba berubah.
"Ho! calon istri. Aku masih calon istri kamu?! tetapi sudah berapa kali kamu menyakiti perasaan aku?! dan sudah berapa kali kamu membentak aku dengan kata-kata kasar Mas! belum menjadi istri saja sudah sakitnya seperti ini, apalagi kalau sudah menikah mungkin aku setiap hari akan tersiksa dan tersakiti oleh kamu mas, benarkan yang aku katakan! jawab Mas! kamu punya mulut kan." Kemarahan Kiara sudah berada di ubun-ubun kepala.
"Maaf kan aku Kia? aku salah! aku janji tak akan mengulanginya lagi," David bersimpuh di hadapan Kiara dengan wajah sedih karena sudah berkata kasar terhadap Kiara.
"Segampang itu kamu minta maaf Mas, dan kamu sudah banyak berbohong pada ku."
"Aku tidak pernah berbohong pada mu," kelitnya.
"Oh iya! selama ini kamu yakin kalau dirimu? tidak membohongi semua orang bukan?!"
"Yakinlah aku tak pernah membohongi siapapun!" tandasnya.
Kamu pandai sekali dalam berbohong? apakah kamu tak sadar Mas, atas sikap kamu yang barusan kamu lakukan? apa ada orang buta bisa melihat aku yang sedang berduaan dengan Reyhan? dan kamu...!
Kiara tersenyum kecut menanggapi perkataan David yang menurutnya tidak masuk akal.
"Sekarang jujur Mas bahwa kamu tidak buta," tutur Kiara yang membuat David gelagapan.
Kiara tersenyum ia tau perubahan sikapnya yang salah tingkah.
"Kenapa? mau ngelak."
"A-aku?"
__ADS_1
"Sudahlah Mas aku lelah menghadapi kamu! sekarang kamu pergi!" usir Kiara.