Menikahi Pria Buta

Menikahi Pria Buta
Mengulang Kembali


__ADS_3

Pagi hari ini kedua insan masih dalam pergulatan panas yang belum berakhir. Sesekali Kiara mengigit bibir bawahnya untuk menahan rasa ngilu dan sakit di bagian bawah.


David yang melihat wajah Kiara hanya tersenyum dan mengecup bibirnya dengan lembut.


'Gila! benar-benar gila' permainannya sangat mengila. Kamu gak merasakan betapa sakitnya bagian intiku Mas.


Seulas senyum manis yang terlukis di wajahnya Kiara menandakan bahwa dirinya mulai menyukai permainan suaminya. Setelah mencapai puncak kenikmatan yang luar biasa akhirnya keduanya tumbang dan terkulai lemas.


"Terimakasih Sayang," David mengecup keningnya Kiara. Kiara hanya tersenyum dengan keadaan mata tertutup, mungkin malu untuk menatapnya wajah suaminya.


"Mas." teriaknya membuat David terkejut.


"Apa?"


"Kamu ngabarin Nenek nggak! kalau kita nginap di sini?" tanya Kiara panik takutnya Nenek Kakek dan Papa nya mencari keberadaan mereka berdua.


"Jangan panik. Mas sudah mengabari Kakek dan nenek juga Papa." jawab David dengan beranjak dari tempatnya dan menuju kamar mandi.


"Syukurlah kalau Mas sudah mengabari nenek dan kakek semalam aku lupa," jawab Kiara dengan menghela napas merasa lega.


"Jelas lupa lah, habis semalam kamu sudah gak sabar pengen...."


"MAS!"


"Jangan dilanjutkan ngomongnya?!" Rajuk Kiara dengan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


"Aku mandi dulu ya?" kata David yang di anggukan kepala oleh Kiara.


Kiara membuang mukanya karena malu, melihat suaminya berjalan menuju kamar mandi tanpa memakai apa-apa alias bugil.


Sampai di dalam kamar mandi David berteriak pada Kiara.


"Kia. Mandi bareng yuk. Kayaknya seru deh." suara kerasnya David membuat Kiara terkejut dan malu padahal tak ada David disana.


"Gak. Ntar kalo aku mandi bareng sama kamu yang ada gak mandi-mandi dong. Malah main dokter-dokter terus kamu nyuntik aku lagi! Aku tau akal bulus kamu Mas," balas Kiara dengan suara keras. Tak ada jawaban dari dalam hanya suara gelak tawanya yang terdengar.


David keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk yang melilit di pinggang dan rambutnya yang basah menambah ketampanan seorang David Xander.


Kini giliran Kiara yang pergi ke kamar mandi untuk mengguyur tubuhnya karena lengket habis melakukan olahraga ranjang bersama David semalaman dan berlanjut sampai pagi ini.


'Awww...' Kiara berjalan menuju kamar mandi dengan memakai selimut yang membungkus tubuhnya, ia meringis kesakitan yang ia rasakan di area sensitifnya saat berjalan menuju kamar mandi.


"Kenapa?" tanya David yang melihat Kiara yang kesusahan berjalan.


"Sakit!"

__ADS_1


"Apanya yang sakit."


Kiara menunjukan pada area sensitifnya dengan bibir di monyongkan.


David mendekati Kiara membuat Kiara mundur beberapa langkah kebelakang.


"Loh, aku mendekati kamu malah menjauh? kan kau hanya mau lihat mana yang sakitnya," tanya David yang menarik selimut yang membungkus tubuh Kiara.


"Jangan Mas!" teriak Kiara dengan mempererat pegangannya pada selimut agar David tak bisa melihat tubuhnya yang polos.


"Jangan mendekat Mas, lagian yang sakit bukan yang lainnya, tapi?"


"Tapi apa?!"


"Anu... anu ku...sakit dan bengkak," ucapnya dengan menundukan kepalanya karena malu untuk menatap wajah David.


"Coba aku lihat." David berusaha menarik selimutnya kembali namun Kiara masih keuhkeuh menolaknya.


"Jangan dilihat aku malu," bantah Kiara lagi dengan kekuatan super Hero ia lari masuk ke dalam kamar mandi dan menguncinya dari dalam takutnya David mengikutinya dari belakang.


"Aku belikan salep ya," tanya David yang masih terdengar di telinga Kiara.


"Iya Mas." jawab Kiara dengan senyum geli ia menatap tubuhnya di cermin yang ada di kamar mandi. Seluruh tubuhnya di penuhi oleh tanda merah yang terlukis indah, itu semua perbuatannya David.


*Ak*u tak menyangka kalau malam tadi aku menyerahkan mahkota ku untuk mu Mas. Lihatlah tanda cintamu yang menghiasi leher dan dada ku. Permainan kamu semalam agak sedikit kasar tetapi aku menyukainya.


Kiara menghabiskan ritualnya dengan memakan waktu sekitar satu jam lebih, kira-kira apa ya yang di lakukan Kiara di dalam kamar mandi.


David yang keluar untuk membeli salep dan sampai kembali lagi. Kiara juga baru keluar dari kamar mandi membuat David mengerutkan keningnya heran.


"Baru kelar mandinya?" tanya David yang di anggukan oleh Kiara.


"Sedari tadi ngapain aja?"


Kiara tersenyum dan menggeleng,"gak ngapa-ngapain."


Lagi-lagi David mengeryit kedua alisnya yang terangkat, merasa heran melihat sikap Kiara yang bahagia sekali.


"Masih sakit?" tanya David.


"Masih."


"Duduk." suruh David.


"Mau?"

__ADS_1


"Mau aku oleskan salepnya pada itu, tu..." David menunjuk ke arah area sensitifnya Kiara.


David menuntun Kiara agar duduk di bibir ranjang. Kiara hanya menuruti perintah David ia duduk di bibir ranjang, sedangkan David duduk di bawah dan ia mulai menyingkap handuk kimono Kiara.


"Jangan Mas." reflek Kiara menahan tangan David yang hampir sedikit lagi membuka kimono nya.


"Biar aku saja." Kiara menangkupkan kedua tangannya tuk memohon agar David mau menuruti keinginan nya.


"Biar cepet beres, biar cepet pulang Sayang," geram David.


"Apa susahnya sih. Hanya disuruh berbaring saja, aku olesi salepnya dan kita pulang," sahutnya lagi dengan dingin.


Duh. Penyakit lamanya kambuh lagi, dikit-dikit marah. Aku gak bakalan marah sama dia kalau lukanya di luar lah, ini kan dibagikan anuku.


Ihh, gimana kalau Mas David melihat bentuknya yang jelek, ntar aku jadi bahan bulyying nya dia, Kiara bergidik ngeri membayangkan bagaimana David mengoleskan salepnya di bagian bawah nya.


"Gini aja deh Mas, kamu yang pakein aku baju? terus yang ngolesin salepnya aku ya?" Kiara memberikan penawaran agar David tak marah atas penolakannya Kiara.


Lah. Gimana cara nya ya? yang satu ngolesin salep yang atu makein baju...Hadehh...kacau.


"Boleh? tapi kita foto dulu ya? please, babe," David mengangkat kedua jarinya dengan huruf V.


"Okey hubby?!" keduanya tertawa bersama.



Mereka berdua berfoto-foto ria bermacam-macam jenis gaya mereka lakukan. Dasar pasangan muda-mudi yang labil.


Acara oles mengoles dan berfoto-foto usai, mereka berdua memutuskan untuk siap-siap pulang. Senyuman yang terlukis di wajahnya keduanya menandakan adanya kebahagiaan yang mereka rasakan.


"Dokter Andrew gak nginap disini?" tanya Kiara heran padahal dia yang berulang tahun kok, gak nginap disini batinnya.


"Nginap disini, tetapi dikamar yang lain. Kan kamarnya sudah kita pakai untuk main game," bisik David membuat Kiara melotot padanya.


"Ehemm. Du...duh...yang semalam main game sepuasnya, sampai lupa sama sahabatnya yang sedang ulangtahun? padahal semalam seru loh. Banyak sahabat kita yang datang dan menanyakan kamu Bro. Lo malah asyik-asyik kan berdua," sindir Andrew membuat Kiara tersipu malu dengan perkataan Andrew.


"Maaf ya Dok," jawab Kiara dengan senyum kecut mereka berdua datang untuk memberi selamat ulang tahun, lah ini malah mereka bermain game.


"Ngapain minta maaf?! kalian berdua gak salah yang salah itu orang yang tidak bertanggungjawab yang sudah berani memberikan kamu obat perangs*ng," tutur Andrew membuat Kiara terkejut dan membulatkan matanya dengan sempurna.


"Ja-jadi semalam aku....?"


David dan Andrew mengangguk pelan me benarkan jawaban Kiara.


Pantas saja semalam aku seperti orang aneh. Ternyata ada seseorang yang membuat aku begini, tetapi siapa?

__ADS_1


Kiara berusaha keras memikirkan siapa yang sudah berniat jahat padanya.


__ADS_2