
Rita maupun Robinson saling menatap heran kearah Kiara bukannya Kiara dinyatakan sudah meninggal, namun yang mereka lihat itu memang benar Kiara.
"Jadi?! Kiara bukan anaknya Joni?" jawab keduanya serempak.
Kiara hanya tersenyum kecut. Kenapa kehidupannya penuh misteri.
"Mama, tau dari mana kalau aku ada disini?" tanya Kiara heran.
"Mama teman Papa mu kuliah dulu, dan niatan kami datang ke mari mau menjodohkan kalian berdua? mau melanjutkan pernikahan kalian yang sempat tertunda karena gara-gara kamu kecelakaan dan dinyatakan meninggal," terangnya membuat Kiara terkejut dengan jawaban dari Rita.
'Pantas saja Mama melihatku seperti ketakutan gitu? apa Mama mengira bahwa aku sudah meninggal? dan Mas David'
"Kamu lagi mikirin apa Sayang?" imbuhannya dengan senyum serta memelukku erat.
"Aku kangen?!" rengek Devina manja,"Kakak makin cantik aja! sangat-sangat cantik!" Devina mengacungkan kedua jempolnya ke atas membuat yang lainnya terkekeh.
Dari arah belakang Mas David menghampiri kami semua, Mama Rita memandangi wajah David yang memerah bekas tamparan keras dari Kiara.
"Pipi kamu kenapa merah?!" ucap Rita.
"Tadi di taman ada nyamuk!"
"Itu bukan bekas gigitan nyamuk tapi, bekas tamparan orang!" terang Devina.
"Beneran tadi aku di gigit nyamuk," kelitnya dengan menatap wajah Kiara tak suka.
"Lihat deh Kak. Kak Kiara makin cantik! banyak perubahan!" goda Devina.
"Iya Dev, benar kata kamu! Kakak berubah dari seorang kelinci imut! menjadi rubah yang licik!" sindir Kiara dengan menatap sinis kearah David.
Keluarga Xander maupun Arkana merasa heran atas apa yang di katakan Kiara.
"Kata siapa kamu seekor kelinci menjadi rubah? katakan sama Mama siapa orangnya biar Mama jewer!" Rita mendelikan matanya kearah David. Yang di tatapnya malah memalingkan wajahnya kesembarang arah.
"Yang bilang aku anak kelinci adalah...."
__ADS_1
"Orang iseng?!" hehehe David menyela pembicaraan Kiara.
"Kok! kamu tau?!" jawab Devina dengan wajah curiga Devina mencoba menyambungkan masalah Kiara yang masuk dalam keadaan menangis, dan wajah David memerah bekas tamparan. Maka Devina menyimpulkan kalau mereka berdua habis bertengkar.
"Apa kalian barusan bertengkar?!" selidik Devina dengan memandangi wajah keduanya.
"Enggak?!"
"Cieee, dua-duanya kompak banget!" ledek Devina yang menaik turunkan alisnya terangkat ke atas.
"Mereka berdua memang jodoh! betul gak Arkana?!" ucap Rita dengan antusias kegirangan.
Dewi maupun Wijaya tersenyum manis bahagia karena dirinya sebentar lagi akan menjadi seorang Kakek buyut.
"Jadi kapan nih, kita bakal punya cucu?" tanya Wijaya dan Dewi membuat Kiara menatap tajam kearah Kakek, Neneknya.
"Aku gak mau nikah titik!" tolak Kiara yang melihat wajah David dengan sinis.
"Siapa juga yang mau menikah dengan mu Nona?!" sambung David tak kalah sengit.
"Mungkin kelamaan gak bertemu, jadi mereka berdua saling melepas rindu,"celetuk Robinson dengan wajah datarnya.
Kiara maupun David menatap heran pada Robinson.
"Papa gak salah ngomong kan? emang kalian berdua melepas rindu dengan cara kalian masing-masing," ucapnya dengan cuek bebeknya.
Aku yang di landa marah pun ingin sekali tertawa lepas atas sikap konyol Papa, bisa-bisanya dia ngomong seperti itu! gak tau apa kalau aku lagi ngenes sama anaknya yang menyebalkan itu.
Walaupun rupa wajahnya dingin tapi masih suka bercanda dengan gaya kekonyolannya. Gak kayak manusia planet yang satu ini! gak ada senyum-senyum nya dasar manusia super irit, mungkin Mama, Papanya dulu mendownloadnya terlalu kegedean atau kekecilan, aku jadi bingung sendiri dibuatnya.
"Ara?! kenapa menolak lamarannya Nak David?" tanya Nenek padaku.
Di sini mungkin aku bisa menolaknya dengan memasang wajah sesedih mungkin pasti mereka akan menuruti keinginan ku, karena aku anak dan cucu semata wayangnya.
"Aku mau kuliah Nek, aku pengen seperti yang lainnya? lagian aku baru lulus SMA masa mau nikah," cemberutnya.
__ADS_1
"Kan menikah juga masih bisa kuliah kok. Banyak juga orang yang sudah menikah tetap kuliah," Dewi memberikan pengertian pada cucunya.
"Kenapa sih! semua orang sukanya memaksakan kehendak kalian? tanpa harus mendengarkan penjelasan dari ku?"
"Lagian Mas David itu orangnya tua."
'Yes! bagus Kia. Kamu harus menolak keinginan mereka karena aku juga gak mau menikah dengan cewek jadi-jadian kayak kamu' ucapnya dalam hati. Hati David bersorak gembira karena Kiara menolak perjodohan itu.
"Kak David gak tua, umurku dan Kak David hanya selisih 3 tahun, jadi gak tua-tua amat," bela Devina.
Bukanya disini aku mendapatkan kebahagiaan padahal aku sudah memasang wajah sesedih mungkin masih saja di paksa. Rupanya mereka serempak mau ujuk rasa agar aku menyetujui perjodohan ini nasib-nasib gini amat ya, mau lari kemana saja tetap manusia planet ini terus mengejarku? udah deh! aku pasrah dengan kemauan mereka.
David yang sudah tau kebenarannya siapa aku dan ke salah faham yang terjadi antara kami, ia mendekatiku dan duduk di sampingku seraya berkata,"maafkan aku yang sudah menuduh kamu yang bukan-bukan," lirihnya pelan dan mengenggam kedua tanganku.
Ku tatap wajahnya yang penuh ketulusan untuk meminta maaf pada ku.
"Lain kali kalau ngomong jangan asal ngucap, kalau tau yang kebenarannya jadi malu sendiri kan," ejek Kiara dengan senyum malas.
"Hehehe, maaf," jawabnya dengan menunjukan cengiran di depanku.
Hufff...ku hirup udara sebanyak mungkin agar hatiku tenang tak terbawa arus yang akan membawaku marah kembali.
"Setelah kita menikah, aku gak mau terlalu di kekang! aku mau kuliah, kerja dan satu lagi. Aku gak mau hamil muda," tegas Kiara dengan wajah serius.
"Siapa juga yang mau ngehamilin kamu! sok Geer tapi kalau khilaf gak papa kan kamu hamil?" ucapnya dengan senyum penuh arti membuat aku bergidik ngeri membayangkan seandainya dia beneran membuat aku hamil.
"I-iya kalau kamu berani melakukan itu padaku, akan aku beri kamu bodem cap lima jari biar nyaho?!" cetus Kiara cemberut kesal.
David yang mendengar ocehan receh nya Kiara hanya terkekeh geli.
"Rubah yang licik sekarang menjadi kelinci imut lagi! maaf kan aku kelinci imut?" imbuh David dengan mengacak rambut Kiara yang berantakan.
"Sok perhatian."
Kenapa tiba-tiba David menjadi bucin begini apa penyebabnya dan bagaimana dengan Kiara akankah Kiara menyetujui perjodohan ini.
__ADS_1