
Dalam keadaan babak belur Reyhan di papah oleh Kiara pulang dan membiarkan motornya tergeletak di bibir pantai. Sedangkan manusia planet itu hanya diam membisu.
"Kia? boleh aku membantu?" tanyanya dengan nada pelan. Namun aku menolak untuk apa ia memukulnya kalau ujung-ujungnya ia juga ingin menolongnya aku tak suka dengan caranya yang seenaknya saja.
"Aku! tak butuh pertolongan dari orang munafik! macam kamu!" tunjukku tepat di wajahnya.
Aku berusaha memapah tubuh Reyhan.
"Rey, tampang kurus tapi berat juga," bisikku tepat di telinga nya membuat Reyhan tersenyum simpul.
"Kalau berat, jangan di paksakan. Telpon Papa biar Papa yang menjemput kita disini."
"Tapi? kamu masih bisa berjalan kan."
Reyhan tersenyum dan mengangguk sambil mengacak rambutku yang acak-acakan.
Tetap saja aku tidak sanggup bila harus memapah tubuh Reyhan sampai rumah. Sedangkan menuju rumah masih jauh.
Manusia yang tidak punya perasaan masih mengikuti kami dari belakang dengan berteriak menawarkan bantuan agar dirinya yang memapahnya. Sedangkan para bodyguard itu membawa motornya Reyhan.
Punggung dan tanganku mulai kebas karena terlalu lama memapah tubuh Reyhan dan kami berdua terjatuh ke pasiran membuat aku dan Reyhan tertawa bersama.
"Kalau capek ya udah jangan di teruskan. Kita bisa istirahat dulu."
"Badan kamu yang kegedean, berat. Lihatlah badanku yang kecil mungil bisa menjadi rempeyek kalau terus menerus memapah kamu sampai rumah," tuturnya dengan mencebikan bibirnya.
"Boleh aku membantunya?" David menawarkan bantuan dengan mengulurkan tangannya agar Reyhan mau menerima bantuan dari nya.
Reyhan tersenyum dan menjabat tangan David.
"Kamu kekasih kakakku? tapi kelakuan kamu seperti bocah labil! yang cemburu melihat kekasihnya jalan dengan laki-laki lain," ejek Reyhan membuat Kiara menatap tajam kearah nya.
"Kakak?! maksudmu apa?" tanya David heran.
"Ya' Kiara adalah kakakku!" jawab Reyhan dengan meringis kesakitan karena luka di seluruh wajahnya lebam itu akibat ulah David yang terbakar cemburu.
"Sorry! memang benar aku yang salah sudah berprasangka jelek terhadap Kiara dan kamu," jawabnya dengan senyum bersalah.
Kiara hanya menatap tak suka melihat David. Dan tanpa berkata apa-apa lagi diam untuk saat ini.
"Kaci? sudah jangan ngambek! kasian kakak ipar kamu diam saja," ledek Reyhan dengan mengedipkan sebelah matanya pada Kiara.
****
__ADS_1
"Sayang ?! kamu kenapa? wajah mu juga lebam? apa kamu jatuh, atau kamu berantem," serentetan pertanyaan dari Rikhe membuat Reyhan melongo melihat mamanya yang banyak bertanya bukannya disuruh masuk suruh duduk! di obati kek, malah diberondong pertanyaan yang membuat dirinya pusing.
David terkejut dengan wanita yang berada di depan rumah Reyhan.
"Tante?" tanyanya dengan wajah bingung.
"Kamu kenal sama saya?" jawab Rikhe yang di anggukan oleh David.
"Tante Rikha kan." David bertanya dengan mendekati Rikhe untuk memastikannya bahwa dirinya tidak salah lihat.
"Kamu salah ganteng! nama saya Rikhe?" ujarnya dengan senyum mengembang.
"Ja-jadi yang saya lihat bukan Tante Rikha? tetapi Tante mirip dengan Tante Rikha Mamanya Kiara," jawabnya dengan senyum namu hatinya banyak pertanyaan yang membingungkan dirinya sendiri. Tanpa menjawab pertanyaan dari Rikhe justru bertanya pada Kiara tentang prihal yang menimpa anaknya.
"Kia? kenapa dengan Reyhan? dan siapa lelaki ini! dan mereka itu siapa?!" tunjuknya pada para bodyguard yang mengikuti Kiara dan Rey.
"Orang nyasar Mah!" jawab Kiara asal. Ia pun melangkah menuju kamar tanpa menghiraukan keberadaan David yang masih mematung menatap wajah Kiara tanpa berkedip. Namun yang di tatap pergi melengang tanpa menoleh kebelakang.
"Mari masuk!" titahnya kepada David dan bodyguard untuk masuk ke dalam.
"Kami di sini saja Nyonya," jawab bodyguard serempak.
Rikhe tersenyum dan mengangguk.
"Tante? ini semuanya karena salah saya?" ucapnya dengan wajah yang bersalah.
Rikhe mengerutkan keningnya heran.
"Maksudnya apa?" desak Rikhe membuat Reyhan angkat bicara.
"Mah, lelaki ini, kekasihnya kaci!" terang Reyhan membuat Mamanya terkejut.
"Benar Tante, saya calon suami Kiara, nama saya David," David memperkenalkan dirinya pada mamanya Reyhan.
"Kalian ngomong apa sih, Mama gak ngerti Rey?!" Rikhe mencoba berpikir sejenak.
'kalau benar lelaki ini kekasihnya Kiara? terus hubungannya dengan Rey apa? kenapa Rey yang harus babak belur, apakah dia cemburu pada Rey. Tetapi aku lihat laki-laki ini baik. Cocok buat Kiara, andaikan aku punya anak perempuan pasti sudah aku jodohkan mereka. Eh, Kiara juga kan anakku' Rikhe membatin.
David menjelaskan semuanya dari A sampai Z membuat Rikhe manggut-manggut paham dengan apa yang di jelaskan David.
"Pantas saja, Kia melihat kamu sepertinya tidak suka. Ternyata kalian sedang ada masalah," ujarnya dengan senyum.
"Makanya bro, kalau ketemu mantan biasa saja. Jangan main nyosor-nyosor main pelukan saja! tanpa memikirkan perasaan Kiara." sindir Reyhan membuat David terdiam membisu tanpa berkata-kata lagi.
__ADS_1
"Iya ini semua kesalahanku sepenuhnya untuk dari itu aku akan menebus kesalahanku terhadap Kiara," ujarnya dengan nada penyesalan.
"Kalau begitu biar Tante yang bicara sama Kiara." Rikhe tersenyum dan mengelus punggung David.
"Lo. Tunggu bentar pasti Kiara akan menemui kamu dan akan memaafkan diri mu," Reyhan memberikan semangat kepada David agar bersabar dalam menghadapi Kiara.
David tersenyum dan mengangguk.
Didalam kamar Kiara hanya duduk menatap langit-langit kamar nya. Sesekali hanya terdengar helaan nafasnya yang terasa berat.
Tanpa ia sadari Rikhe sudah berada di belakangnya dan memeluk erat tubuh Kiara.
"Mikirin apa sih anaknya Mama?"
"Mama? ngagetin aku aja, ada apa?" Kiara tau dengan kedatangannya Rikhe pasti suruhan David agar mau membujuknya untuk bertemu dengan David, itu menurut Kiara.
"Mama mau membujukku agar mau ketemu sama manusia batu itu!" ketusnya dengan cemberut.
"Gak." Rikhe mengeleng cepat.
"Lalu? untuk apa Mama kekamar aku?"
"Untuk menanyakan kepada Kiara, apa benar David calon suami kamu?" tanyanya penuh penasaran.
"Ish, Mama kalau ngomong asal aja. Kalau sudah tau ngapain juga nanya aku," cemberutnya membuat Rikhe terkekeh geli melihat sikap Kiara yang menurutnya sangat lucu.
"Mama hanya mau bilang. Berikan dia kesempatan satu kali lagi."
"Mah, aku sudah memberi dia dua kali kesempatan tetapi dia sudah mengkhianati cinta yang Kiara berikan untuk nya, masa aku harus memberikan kesempatan yang ketiga kalinya? gak mungkin dong Mah."
"Kenapa gak mungkin! setiap orang mempunyai masa lalu, dan mama percaya bahwa dirinya tidak akan mengulanginya lagi kalau itu sampai terjadi? maka Mama dan Papa yang akan membuat perhitungan dengan David."
"Kayaknya dia menyesalinya, jadi? Papa percaya bahwa dirinya tidak bohong," Bimo menimpali perkataan istrinya itu.
"Tapi Pah, Mah, Kiara saat ini belum bisa percaya sepenuhnya kepada dia, jadi Kia mohon maaf sekali? jangan paksa Kia untuk menemui nya, biarkan Kia sendiri dulu," pintanya dengan mengiba.
Rikhe maupun Bimo tak mau memaksakan kehendak Kiara yang tak mau menemui David untuk saat ini.
"Baiklah kalau begitu kami keluar dulu," pamit keduanya yang di anggukan oleh Kiara.
'kalian begitu perhatian terhadap ku, ya Tuhan apa benar Mas David Jodohku? apakah aku harus memberikan kesempatan satu kali lagi? bila ini sudah takdir dariMu aku akan menerimanya dengan ikhlas'
Kiara mengusap air matanya yang mengalir di pipinya.
__ADS_1