Menikahi Pria Buta

Menikahi Pria Buta
Tom and Jerry


__ADS_3

"Ma? Mas David sakit apa?!" tanyaku sekedar basa-basi saja.


"Diare, anak itu pasti sudah makan makanan pedas, padahal Mama sudah melarangnya untuk makan makanan pedas," gerendelnya lagi.


"Aku baru tau? kalau mas David gak suka pedas," jawabku dengan senyum kikuk.


"Sekarang keadaannya David gimana?" tanya Nenek dengan wajah cemas.


"Sudah baikan Tante, David kehabisan cairan saja," tutur Rita dengan senyum.


"Aku boleh masuk dalam ngak Mah?" ucapku pelan dan di anggukan dari Mama Rita.


"Boleh dong, dari tadi David nanyain kamu terus? mungkin dia kangen," ledek Rita membuat Kiara tersipu malu, dalam keadaan begini masih aja meledeknya.


"Ya sudah kalau begitu aku masuk ya' Ma, Nenek dan semuanya," aku berpamitan kepada mereka semua.


Aku berjalan menuju Brankar di mana Mas David terbaring lemas dengan selang infus. Aku jadi canggung dalam suasana begini? seandainya aku gak memasukan sambalnya mungkin dia gak bakalan tepar di sini, kenapa aku menyalahkan diri sendiri aku tak akan berbuat seperti itu kalau bukan dia yang mulai, gerutuku.


"Mas, kamu beneran tidur? atau bohong sih," tanyaku kesal, karena tadi aku melihat dirinya senyum padaku. Masa ia mendadak tidur? gak masuk akal bukan.


Aku mengguncangkan lengan panjangnya dengan sedikit kasar.


"Bangun ngak! kalau gak mau bangun! aku sumpahhin biar gak bangun selamanya," ancamku.


Benar saja ia langsung mengerjapkan kedua matanya dan menatap wajah ku dengan senyum smirk.


"Tega banget kamu! menyumpahkan calon suami kamu biar metong?! dimana letak hati nuranimu?! ntar aku benaran mati! kamu jadi janda dong!" jawabnya dengan sewot.


'Marahnya melebihi wanita saja,huh! menyebalkan' aku membatin.


"Wow! cowok arogan dan sedikit kejam mendadak bercanda dan bicaranya pun menjadi bijaksana dan bucin tingkat nasional, dan tadi apa! yang kamu bilang Mas? janda! halo?! kapan kita nikahnya? kalau kamu mati aku bebas dong! mau kemana-mana gak ada yang melarang nya," jawabku penuh penekanan dengan senyum sinis.


Wajahnya David mendadak berubah menjadi kepiting rebus, dirinya mengaruk tengkuk lehernya yang tak gatal.


David mengenggam erat kedua tangannya Kiara dan mengecup punggung tangannya


membuat Kiara melongo melihat David memperlakukannya dengan romantis.

__ADS_1


"Ngapain kamu main nyosor-nyosor aja!" ucap Kiara dengan menarik tangannya dari genggaman tangannya David, ada desiran aneh yang Kiara rasakan saat ini entah perasaan apa yang ia rasakan disaat bersama David.


"Kia, apa kamu mau menjadi pendamping hidupku untuk selamanya?" tanyanya membuat aku terkejut sekaligus bingung harus menjawab apa, aku tak menyangka kalau aku akan di tembak di tempat ini. Haruskah bahagia? atau sebaliknya.


"Mas, kamu masih sakit? jadi jangan kebanyakan ngomong dulu."


"Gak? aku gak sakit! cuman lemas saja."


Ini orang memang susah diatur, keras kepala percuma debat sama dia bikin kepala migrain.


"Kiara? aku benar-benar serius mau tanya?" ucapnya dengan senyum manis.


"Apa?!"


"Apakah kamu mau menjadi pendamping hidupku dan menjadi ibu dari anak-anakku?"


Deg....


Pertanyaan Mas David membuat aku semakin bingung mau menjawab pertanyaan tersebut.


"Ditanya malah garuk-garuk kepala? emang kamu kutuan?!" tanyanya sambil tersenyum manis padaku.


Itu mulut lemesnya kalau ngomong asal ngucap nyebelin banget, umpatku.


"Emm, iya! di kepalaku mendadak ada kutunya, mana kutunya gede, brewok lagi," ucapku dengan menahan senyum.


"Emang ada kutu seperti itu?!" tanyanya dengan polos atau wajah bingung raut wajahnya memang susah di tebak.


Rasanya ingin aku tertawa lepas, menertawakan orang kayah! tapi oon. Kalau ketawa dosa gak ketawa rugi? aku berusaha menahan tawa dengan menutupi mulutku dengan kedua tangan ku.


"Kamu kenapa sih?!" sewotnya lagi dengan memasang wajah garang. Karena kesal terhadap ku yang mendiamkan pertanyaannya.


Aku mengeleng cepat," gak! Mas. Aku lagi memikirkan pertanyaan kamu yang nembak aku barusan aku bingung mau jawab apa?" bohongku dengan seulas senyum mana mungkin aku jujur padanya dengan mengatakan bahwa dirinya oon? bisa-bisa aku di terkam Singa garang macam dia hahaha gak rugi dong! aku datang kesini terus ada yang menghibur aku walaupun rada-rada ngenes.


"Terus! jawabannya apa?! jangan lama-lama aku butuh kepastian," ujarnya dengan menatap lekat wajahku.


Jujur sih! aku juga mulai nyaman dengan nya walau sedikit ada keributan kecil seperti Tom and Jerry saja. Lagian wanita mana yang gak mau menjadi istrinya seorang David Xander yang kaya raya.

__ADS_1


"Bagaimana?"


"Apanya."


David mendengus kesal karena aku tidak menjawab dari semua pertanyaan nya.


"Kiara Putri?! bersediakah kau menjadi istri David Xander?" tanyanya dengan menggenggam tanganku dengan erat, kulihat wajahnya yang menunjukkan keseriusannya.


Sebelum aku menjawab pertanyaan dari Mas David.


Hufff...aku menghela nafas berat dan,"aku mau Mas," jawabku dengan gugup dan tentunya malu.


"Alhamdulillah" Mas David bersorak gembira karena cintanya aku terima, Mas David menjatuhkan ciuman di punggung tanganku bertubi-tubi membuat aku tersipu malu setengah mati.


"Terimakasih? terimakasih?" ucapnya dengan senyum sumringah.


Aku hanya diam tak bergeming seakan-akan tidak percaya dengan apa yang aku katakan padanya.


"Kamu cantik! terimakasih karena kamu sudah mengajariku tentang arti cinta sejati," bisiknya tepat di telinga ku membuat bulu halus ku meremang karena hembusan nafasnya.


"Kok tau kalau aku cantik."


"Taulah."


"Itu berarti kamu bisa melihat dong," timpalku seraya tersenyum manis padanya.


Mas David gelagapan bingung harus menjawab apa. Emm, ketahuan dia bohong! dia kira aku gak tau apa?


"I-iya dimana-mana wanita cantik lah," kilahnya lagi.


'Okey Mas, kamu mau membohongiku? akan aku ikuti permainan cantikmu' batinku dalam hati.


"Iya sih! dimana-mana wanita itu cantik. Namun tak semua wanita cantik loh Mas," sambung ku lagi dengan senyum.


Mas, Mas. Aku bukan anak kecil yang harus kamu bohongi aku bisa melihat jelas dari sorot mata mu Mas yang bersinar tidak menunjukan bahwa dirinya buta.


Apa Mama dan Papa tau? kalau selama ini Mas David bisa melihat? kenapa sih! kepalaku pusing kalau memikirkan kelakuan manusia planet ini, sepertinya aku harus banyak stok sabar atau stok obat sakit kepala.

__ADS_1


__ADS_2